A A A
Home

Rangkuman Perdagangan Jum'At dan Fokus Data Ekonomi Senin

PDFCetak

Senin, 23 April 2018 08:47

FOREX.8Perdagangan Jum'at (20/04) Dolar naik ke tertinggi dua minggu terhadap semua mata uang utama dan emas.  Indeks USD melejit hingga 90.48.

Membaiknya data Retail Sales bulan Maret, data perumahan, dan melonjaknya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS untuk Treasury 10 tahun yang naik ke level tertinggi satu bulan di 2.93%, menimbulkan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif pada tahun ini sehingga memicu permintaan USD.

Beige Book The Fed, salah satu publikasi penting disamping notulen FOMC, menyatakan adanya perbaikan data fundamental ekonomi penting AS akhir-akhir ini sehingga kenaikan suku bunga bisa dilakukan lebih cepat. Pernyataan hawkish anggota FOMC Loretta Mester akhir pekan lalu juga semakin mendukung lonjakan US Dollar.

Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan Kamis bahwa kenaikan suku bunga stabil diperlukan tahun ini dan berikutnya untuk menjaga ekonomi dari overheating.

Redanya isu perang dagang AS-China, krisis Suriah dan rencana denuklirisasi Korea Utara juga merupakan katalisator penguatan USD minggu lalu.

Sementara itu, Sterling jatuh ke posisi terendah dua minggu terhadap dolar pada hari Jumat dan berlanjut hingga pagi ini setelah Gubernur Bank of England Mark Carney mengindikasikan bahwa bank sentral mungkin tidak menaikkan suku bunga pada bulan Mei, dilatar belakang data ekonomi yang "mixed" baru-baru ini.

GBP/USD turun 0,6% ke 1,4001 akhir perdagangan Jumat, dan mencatat penurunan mingguan 1,71%. Saat berita ini ditulis Pair masih berlanjut turun serendah 1.3991.
Awal pekan kemarin, pound telah melonjak ke posisi tertinggi sejak Brexit di 1,4376 sebelum data pertumbuhan upah yang lebih lemah dari perkiraan dan data inflasi meredupkan harapan kenaikan suku bunga.

Euro menyelami posisi terendah dua minggu terhadap dolar pada hari Jumat setelah Presiden ECB Mario Draghi mengulangi bahwa bank akan berhati-hati untuk menghapus stimulus moneter, serta dirilisnya  indeks ZEW Jerman yang kembali minus.
EUR / USD turun 0,47% di 1,2287 pada akhir perdagangan, setelah jatuh serendah 1,2249 sebelumnya, dan mencatat kerugian mingguan 0,36%.

Fokus Data Ekonomi Hari Ini :

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 23 April 2018 11:30
 
 

Euro jatuh dan berada di area $ 1,23 karena sinyal kebijakan ECB yang tetap

PDFCetak

Jumat, 20 April 2018 19:49

EUR-ECB.1Euro melemah dan berada di kisaran $ 1,23 pada hari Jumat dan berada pada posisi penurunan mingguan terbesar dalam dua bulan karena investor memangkas rekor taruhan tinggi sebelum pertemuan Bank Sentral Eropa pekan depan di mana para pembuat kebijakan sebagian besar diperkiraan akan memberikan sinyal tidak ada perubahan dalam kebijakan.

Sebelumnya posisi net long Euro barada pada level rekor tinggi meskipun PMI mencatat penurunan yang cukup besar di bulan Maret dan data inflasi campuran.

"Kami melihat euro terjebak kecuali ECB memberi sinyal perubahan besar dalam kebijakan, kami memperkirakan mata uang akan terjebak di sekitar level ini," kata Kenneth Broux, ahli strategi FX di Societe Generale di London.

Bank Sentral Eropa dijadwalkan akan melakukan pertemuan pekan depan dan harapan bahwa pembuat kebijakan dapat mengambil langkah kecil untuk keluar dari kebijakan moneter ultra-mudah setelah berjanji untuk meningkatkan pembelian obligasi jika diperlukan pada pertemuan terakhir pada bulan Maret.

 
 

Dolar AS malanjutkan penguatan karena Lonjakan Yield Obligasi

PDFCetak

Jumat, 20 April 2018 18:29

GBP-USD.2Dolar menguat pada perdagangan hari Jumat karena imbal hasil surat utang AS naik melebihi level Februari dan ekspektasi kenaikan suku bunga mengimbangi kekhawatiran mengenai perang perdagangan.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,37% menjadi 90.20.

Imbal hasil obligasi AS naik kembali pada hari Jumat, dengan obligasi Amerika Serikat tenor 2 Tahun naik ke level tertingginya sejak September 2008, di 2.437. Sementara untuk Treasury 10-tahun naik menjadi 2,916.

Lonjakan imbal hasil obligasi Treasury AS pada bulan Februari juga menyebabkan penurunan tajam dalam pasar saham, karena investor berbondong-bondong ke dolar sebagai antisipasi bahwa inflasi dapat menyebabkan peningkatan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Dolar telah terbebani dalam beberapa bulan terakhir oleh kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump. Duta besar China untuk AS mengumumkan pada hari Jumat bahwa jika Gedung Putih terus memulai perang dagang, Tiongkok akan membalas.

 
   

Aussie Melemah Bersama Aset Beresiko Lainya

PDFCetak

Jumat, 20 April 2018 12:03

AUD-USD.6Aussie melemah cukup sigfikan pada perdaganga kemarin dan berlanjut hingga pagi ini terhadap Dollar AS. Anjlok dari puncak 0.7813 yang tercapai kemarin.

Saat berita ini ditulis, AUD/USD diperdagangkan di level rendah sejak 11 April di 0.7710.

Pada kamis kemarin, AUD/USD sempat naik didukung oleh faktor teknikal mecapai 0.7813, walaupun Data Ketenagakerjaan Australia sangat mengecewakan.

Biro Statistik Australia (ABS) kemarin melaporkan, pembukaan lapangan kerja baru di Australia hanya bertambah 4,900, meleset jauh dari perkiraan penambahan sebesar 21,000. Di samping itu, data pada bulan Februari pun direvisi turun ke -6,300 dari sebelumnya yang menunjukkan kenaikan di 17,500.

Menurut Elias Haddad, Ahli Forex dari Commonwealth Bank, reversal tajam pada AUD/USD terjadi menyusul kenaikan yang lebih tinggi lagi pada imbal hasil obligasi AS sehinga mengangkat performa Dolar AS.

Kenaikan Yield obligasi AS memberikan beban cukup besar bagi Dolar Australia dan aset-aset yang lebih berisiko secara umum. Saham-saham AS tergelincir dan harga komoditas terpukul saat Dolar AS menguat.

 
 

US Dollar Menguat Didukung Lonjakan Yields Obligasi

PDFCetak

Jumat, 20 April 2018 11:21

USD.12US Dollar berlanjut menguat pada pagi ini setelah bukukan keuntungan semalam dengan USD Indeks kini berada di kisaran 89.98.
Dolar AS menguat pesat didukung oleh kenaikan Yields Obligasi AS. Yield US Treasury 10-tahunan naik ke dekat level tinggi satu bulan sekitar 2.93 persen, karena indikator-indikator leading tentang tekanan inflasi meningkat ke siklus level tinggi yang baru.

Sub komponen inflasi seperti outlook survei bisnis manufaktur Philadelphia, naik ke level tinggi multi tahunan pada bulan April, konsisten dengan kenaikan inflasi AS.

Euro diperdagangkan pada $ 1,2344 saat ini, setelah merosot 0,24 persen hari sebelumnya.

Bahkan, sejauh ini minggu ini bergerak dalam kisaran hanya 89 pips, antara $ 1,2414 dan $ 1,2325, yang akan cocok dengan rentang perdagangan dalam liburan di minggu pertama Januari, yang merupakan yang paling ketat sejak Agustus 2014.

Euro berpindah tangan pada 132,64 yen, setelah mencapai tertinggi dua bulan di 113,095 yen pada hari sebelumnya, didukung oleh pemulihan bertahap dalam risk appetite.

 
   

Halaman 6 dari 9

© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.