A A A
Home

Saham Asia Diperdagangkan Lebih Tinggi, Nikkei225 Naik Lebih dari 1%

PDFCetak

Senin, 19 Februari 2018 10:04

ASIA-STOCK.7Saham Asia menguat pada hari Senin dalam perdagangan yang menipis seiring masih tutupnya pasar keuangan China dan pasar AS yg juga dijadwalkan untuk libur nasional guna memperingati Hari Presiden.

Nikkei 225 naik 1,22%. Jepang melaporkan data perdagangan untuk bulan Januari dengan defisit ¥ 943 miliar, lebih sempit dari nilai ¥ 1,0 triliun.
Ekspor melonjak 12,2%, mengalahkan kenaikan 10,3% yang diperkirakan dan impor naik 7,9%, lebih rendah dari kenaikan 8,3% yang terlihat pada tahun sebelumnya.

S & P / ASX 200 Australia naik 0,50%. Santos naik 1,39%, Oil Search naik 2,96% dan Beach Energy menambahkan 4,74%.

Pasar di Hong Kong, Taiwan, Vietnam, China, AS dan Kanada tutup pada hari Senin. Dalam pekan ini, investor akan fokus pada beberapa pertemuan kebijakan terbaru the Fed dengan harapan bank sentral akan memberikan lebih banyak petunjuk mengenai laju kenaikan suku bunga selanjutnya di tahun ini.

Minggu lalu. rata-rata industri Dow Jones ditutup menguat 19,01 poin di level 25.219,38. S & P 500 ditutup menguat 0,04% di level 2.732,22, mengalami kenaikan beruntun enam hari. Komposit Nasdaq membukukan kemenangan beruntun lima hari, ditutup turun 0,2% di level 7,239.47./R

 
 

Rangkuman Perdagangan Jum'At dan Fokus Data Ekonomi Senin

PDFCetak

Senin, 19 Februari 2018 08:53

FOREX.1Perdagangan Jum'at (16/02) US Dolar mengalami rebound dari level terendah tiga tahun terhadap beberapa mata uang utama setelah beberapa data ekonomi yang dirilis menunjukkan hasil yang optimis disektor perumahan. USD Indeks berhasil naik setinggi 89.23.

Departeman Perdagangan AS pada hari Jumat melaporkan data Housing Starts yang melonjak 9.7 persen di angka 1.326 juta unit dan merupakan level tertinggi sejak Oktober 2016 lalu. Data Building Permits bulan Januari juga melonjak 7.4 persen menjadi 1.396 juta unit, rekor tertinggi sejak Juni 2007.

Namun, secara keseluruhan, selama pekan lalu USD mengalami depresiasi terhadap semua mata uang utama dan emas. Indeks Dollar merosot ke level 88.25, terendah sejak Desember 2014. Data inflasi dan penjualan retail bulan Januari yang ditunggu pasar ternyata tidak seimbang. Inflasi total y/y kembali naik 2.1% dan inflasi inti naik 1.8%, tetapi penjualan retail turun 0.3% (atau -0.3%), terendah sejak Februari tahun lalu, sementara upah rata-rata naik.

Ketika rilis data inflasi (CPI) pekan lalu, greenback sempat menguat oleh semakin besarnya kemungkinan frekuensi kenaikan suku bunga tahun ini, tetapi berbalik melemah setelah pada saat yang hampir bersamaan dirilis data penjualan retail.

Investor mengkhawatirkan kekuatan riil ekonomi AS dan kemungkinan terjadinya stagflasi. Jika ekonomi sedang melambat seharusnya The Fed tidak buru-buru menaikkan suku bunga. Namun demikian kemungkinan kenaikan suku bunga bulan depan menurut CME FedWatch hingga akhir pekan lalu masih diatas 80%.

Mata uang A.S. telah terbebani oleh beberapa faktor tahun ini, termasuk penurunan ketertarikan terhadap US dollar karena negara lain juga sudah mulai mengurangi kebijakan moneter yang longgar.

Keyakinan pedagang terhadap dolar juga telah berkurang karena kekhawatiran tentang defisit anggaran Amerika Serikat, yang terakhir diproyeksikan akan mencapai $ 1 triliun pada 2019 di tengah tingginya pengeluaran pemerintah dan pemotongan pajak perusahaan. Penurunan dolar juga terjadi karena Yields Treasury AS mencapai level empat tahun.

Fokus Data Ekonomi Hari Ini :

  1. All Day - CNY Bank Holiday in observance of the Spring Festival.
  2. All Day - USD Bank Holiday  in observance of Presidents' Day.
  3. 01.45 WIB + 1Day - GBP BOE Gov Carney Speaks, tentang kepemimpinan dan nilai-nilai di Regent's University, di London.
Terakhir Diperbaharui pada Senin, 19 Februari 2018 10:00
 
 

Dolar sedikit rebound setelah rilis data ekonomi yang optimis

PDFCetak

Senin, 19 Februari 2018 05:59

USD.2Dolar mengalami rebound dari level terendah tiga tahun terhadap beberapa mata uang utama pada perdagangan hari Jumat setelah beberapa data ekonomi yang dirilis menunjukkan hasil yang optimis.

Departeman Perdagangan AS pada hari Jumat melaporkan data Housing Starts yang melonjak 9.7 persen di angka 1.326 juta unit. Itu menjadi level tertinggi sejak Oktober 2016 lalu. Sebelumnya para analis memperkirakan di angka 1.30 juta unit.

Selain merilis Housing Starts, Departemen terkait juga merilis data Building Permits bulan Januari yang melonjak 7.4 persen menjadi 1.396 juta unit, rekor tertinggi sejak Juni 2007. Secara keseluruhan, data perumahan AS berada di jalur positif, karena didorong oleh perbaikan di sektor tenaga kerja dan tingkat upah yang semakin naik dalam beberapa bulan terakhir.

Mata uang A.S. telah terbebani oleh beberapa faktor tahun ini, termasuk penurunan ketertarikan terhadap US dollar karena negara lain juga sudah mulai mengurangi kebijakan moneter yang longgar.

Keyakinan pedagang terhadap dolar juga telah berkurang karena kekhawatiran tentang defisit anggaran Amerika Serikat, yang terakhir diproyeksikan akan mencapai $ 1 triliun pada 2019 di tengah pengeluaran pemerintah yang royal dan pemotongan pajak perusahaan yang besar.

"Pasar melihat kebijakan yang diberlakukan tahun lalu, khususnya pemotongan pajak, dan apa dampak dari kebijakan tersebut terhadap defisit fiskal A.S.," kata Sireen Harajli, ahli strategi mata uang di Mizuho di New York.

 
   

Dolar tergelincir ke level terendah dalam tiga tahun

PDFCetak

Jumat, 16 Februari 2018 11:32

USD.6Dolar tergelincir ke level terendah tiga tahun terhadap enam mata uang utama pada perdagangan hari Jumat, menuju kerugian mingguan terbesar dalam dua tahun, karena faktor bearish yang mendominsi ditengah dukungan mata uang A.S. dari kenaikan yield Treasury.

US dollar menambah kerugian yang sudah terjadi semalam. Indeks dolar telah turun sekitar 0,2 persen terhadap enam mata uang utama menjadi 88,38, terendah sejak Desember 2014. Indeks berada di jalur untuk penurunan lebih dari 2 persen pada minggu ini dan merupakan penurunan terbesar sejak Februari 2016.

Mata uang A.S. telah terbebani oleh berbagai faktor tahun ini, termasuk kekhawatiran bahwa Washington mungkin menjalankan strategi dolar yang lemah dan dikarenakan negara-negara lain mulai mengurangi kebijakan moneter yang longgar.

Pedagang juga menduga bahwa kepercayaan pada dolar telah terkikis oleh meningkatnya kekhawatiran atas defisit anggaran A.S. yang diproyeksikan akan membengkak mendekati $ 1 triliun pada 2019 di tengah pengeluaran pemerintah yang berbelanja secara royal dan pemotongan pajak perusahaan yang besar.

"Sebenarnya tidak ada tanda-tanda pemulihan dolar dalam waktu dekat. Yen menguat terhadap US dollar menuju ke 105 dan euro melonjak melewati $ 1,25, "kata Shin Kadota, ahli strategi senior di Barclays di Tokyo.

"Sulit bagi pasar untuk melihat penguatan dolar, terutama karena fundamental AS yang layak tampaknya tidak memberikan dukungan untuk mata uang," kata Kadota.

 
 

Rilis data USD - Capacity Utilization Rate dan Industrial Production

PDFCetak

Kamis, 15 Februari 2018 22:26

ECONOMIC.INDIKATOR.31. USD Capacity Utilization Rate (actual : 77.5%, f'cast : 78.0%, previous : 77.7%)
Capacity Utilization Rate adalah data ekonomi yang menunjukkan Persentase sumber daya tersedia yang dimanfaatkan oleh produsen, tambang, dan pengguna lainnya.
Rilis kali ini adalah laporan untuk bulan Januari dan hasilnya dirilis lebih jelek dibandingkan perkiraan dan dibanding bulan sebelumnya
Data ini merupakan salah satu indikator utama inflasi di tingkat konsumen karena ketika produksi mendekati kapasitas maksimal dari produsen maka mereka akan merespons dengan menaikkan harga, dan biaya yang lebih tinggi biasanya akan diteruskan kepada konsumen.

2. USD Industrial Production m/m (actual : -0.1%, f'cast : 0.2%, previous : 0.4%)
Industrial Production adalah data ekonomi yang menunjukkan Perubahan nilai total output disesuaikan dengan inflasi yang dihasilkan oleh produsen, tambang, dan produsen lainnya
Rilis kali ini adalah laporan untuk bulan Januari dan hasilnya dirilis lebih jelek dibandingkan perkiraan dan dibanding bulan sebelumnya
Data ini merupakan salah satu indikator utama kesehatan ekonomi karena jumlah produksi berhubungan erat dengan siklus bisnis yang tentunya berkorelasi dengan kondisi konsumen seperti tingkat pekerjaan dan pendapatan yang didapat.

 
   

Halaman 4 dari 9

© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.