A A A
Home Trading Berita Mata uang

Currency

Dolar berada di dekat level tertinggi 11 bulan, poundsterling menunggu keputusan BoE

PDFCetak

Kamis, 21 Juni 2018 14:34

USD.113Dolar berada di dekat level tertinggi 11 bulan terhadap mata uang utama pada hari Kamis, didukung oleh kenaikan imbal hasil AS, sementara pound berada pada level terendah sejak November 2017 menjelang keputusan kebijakan moneter Bank of England.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama berada di level 95.30 pada saat berita ditulis setelah sempat naik ke 95.41, tertinggi sejak pertengahan Juli 2017.

Imbal hasil Treasury jangka panjang memantul kembali dari posisi terendah tiga minggu, disebabkan meredanya gelombang penghindaran risiko yang terjadi awal pekan ini di tengah ketegangan perdagangan Amerika Serikat-China.

Hasil Treasury juga didukung oleh pernyataan dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang mengatakan pada hari Rabu bahwa bank sentral AS harus melanjutkan kenaikan suku bunga dengan bertahap.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 21 Juni 2018 15:32
 
 

USD Pertahankan Penguatan, Powell Tegaskan Kelanjutan 'Rate Hike"

PDFCetak

Kamis, 21 Juni 2018 11:41

USD.2Jeda dalam ketegangan perdagangan China-AS dan pembicaraan tentang stimulus Cina membantu menenangkan pasar keuangan saat ini

Dolar bertahan di dekat level tertinggi 11 bulan terhadap mata uang utama pada perdagangan hari Kamis pagi ini didukung oleh kenaikan yields AS, sementara pound kembali berada pada level terendah sejak November 2017 menjelang keputusan kebijakan moneter Bank of England sore ini.

Indeks Dollar juga menguat 0,1 persen terhadap mata uang utama menjadi 95,26 saat berita ini ditulis, kembali mendekati 11 bulan tertinggi di 95.30.

YieldsTreasury 10-tahun naik dari level terendah tiga pekan karena risk aversion yang terjadi awal pekan di tengah ketegangan perdagangan AS-Cina dan juga komentar hawkish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang mengatakan pada hari Rabu bahwa bank sentral AS harus melanjutkan kenaikan suku bunga secara gradual.

Pasar juga mendapat dorongan oleh langkah Bank Rakyat China untuk menetapkan fixings ketat untuk yuan, bersama dengan penambahan likuiditas ekstra.

 
 

US Dollar Stabil Setelah Capai Level Tertinggi 11-bulan; Penguatan Terbebani 'Perang Dagang"

PDFCetak

Rabu, 20 Juni 2018 10:49

USD.116Dolar stabil terhadap yen pada perdagangan hari Rabu, karena Yields AS naik kembali dari posisi terendah yang dipicu oleh kekhawatiran tentang perseteruan perdagangan yang memburuk antara Washington dan Beijing, meskipun kekhawatiran terus-menerus tentang keretakan perdagangan kemungkinan akan membatasi pemulihan Dollar AS.

Dolar sedikit berubah di ¥ 110,08 setelah mundur ke delapan hari terendah di 109,54 pada hari Selasa setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan lebih banyak tarif impot untuk barang dari China, mendorong respon serupa dari Beijing. Meningkatnya ketegangan memicu penghindaran risiko dan menyebabkan penjualan dalam ekuitas global.

Yen sering dicari pada saat ketegangan politik dan gejolak pasar. Dolar berhasil bangkit kembali terhadap yen karena ketenangan kembali ke pasar dan saham Wall Street mengurangi sebagian besar kerugian mereka, sementara safe haven Yields Treasury AS naik dari posisi terendah tiga minggu.

Data perumahan AS yang lebih baik dari perkiraan juga turut mengangkat imbal hasil Treasury dari posisi terendah pada Selasa.

"Dolar telah berhasil stabil terhadap yen tetapi kenaikannya di atas 110,00 terlihat genting karena ketegangan perdagangan masih menjadi fokus pasar," kata Shin Kadota, ahli strategi senior di Barclays (LON: BARC) di Tokyo.

"Ancaman dari konflik perdagangan adalah tema yang pada akhirnya dapat mengesampingkan manfaat yang dipotong akibat pajak yang dialami perekonomian AS saat ini."

 
   

Bank sentral Australia lebih optimis terhadap pertumbuhan, tetapi masih tidak terburu-buru pada tingkat suku bunga

PDFCetak

Selasa, 19 Juni 2018 16:09

AUD-RBA.1Dalam risalah rapat kebijakan bulan Juni yang dirilis pada hari Selasa pagi, Bank sentral Australia terdengar lebih optimis mengenai peningkatan aktivitas ekonomi, tetapi utang rumah tangga yang tinggi dan pertumbuhan upah yang lambat membuat suku bunga diputuskan tetap di posisi terendah sepanjang masa untuk beberapa saat.

Reserve Bank of Australia (RBA) memperkirakan pertumbuhan ekonomi A $ 1,8 triliun di negara itu akan tercapai di atas 3 persen tahun ini, didorong oleh ekspor dan pengeluaran publik yang kuat.

Namun, para pembuat kebijakan melihat adanya risiko penurunan pada prospek ekonomi global akibat ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China, serta perselisihan bea impor yang lebih luas.

Pada hari Jumat, Gedung Putih memberlakukan tarif sebesar $ 50 miliar dalam barang-barang Cina. Beijing cepat menanggapi dengan retribusi 25 persen pada 659 produk AS, senilai $ 34 miliar, mulai dari kacang kedelai dan mobil hingga makanan laut.

RBA telah berulang kali memperingatkan bahwa setiap kenaikan mata uang dapat melukai pertumbuhan ekonomi dan inflasi di dalam negeri.

Produk domestik bruto (PDB) Australia melonjak menjadi 3,1 persen pada kuartal terakhir dari kuartal Desember, 2,4 persen, ekspansi tahunan tercepat dalam hampir dua tahun.

 
 

Yen Menguat Seiring Meningkatnya Perang dagang antara AS-China

PDFCetak

Selasa, 19 Juni 2018 12:56

JPY.6Yen menguat terhadap dolar dalam perdagangan Selasa pagi di Asia setelah presiden AS Donald Trump menaikkan kemungkinan akan memberlakukan bea impor baru pada barang-barang Cina senilai $ 200 miliar.

Hal ini menyebabkan investor memasuki mode risk-off karena kekhawatiran yang meningkat atas perang perdagangan AS-Cina dan mode risk-off ini menguntungkan yen sebagai slah satu mata uang safe-haven.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan US dolar terhadap enam mata uang utama, turun 0,15% menjadi 94,65 saat berita ini ditulis.

Pasangan USD / JPY menguat sebesar 0,74% menjadi 109,73 setelah Trump mengatakan AS dapat mengenakan tarif 10 persen pada barang-barang Cina senilai $ 200 miliar.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, Trump mengatakan dia telah meminta perwakilan AS untuk mengidentifikasi barang-barang Cina yang akan dikenakan tarif baru. Langkah ini akan menjadi pembalasan atas keputusan China untuk menaikkan tarif sebesar $ 50 miliar pada barang AS yang diimpor ke China sebagai respons terhadap pemberlakukan tarif baru AS atas impor barang China.

Kementerian Perdagangan China juga mengeluarkan pernyataan pada hari Selasa yang menunjukkan bahwa Beijing akan melawan dengan langkah-langkah "kualitatif" dan "kuantitatif" jika daftar tambahan bea masuk pada barang-barang China menjadi kenyataan.

 
   

Halaman 1 dari 960

© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.