A A A
Home Trading Berita Komoditi

Commodity

Rilis data USD - Crude Oil Inventories

PDFCetak

Rabu, 25 April 2018 21:33

CRUDE.OIL.2USD Crude Oil Inventories (actual : 2.2M, f'cast : -1.6M, previous : -1.1M)
Jumlah Crude Oil Inventories minggu lalu dirilis lebih BANYAK dibanding perkiraan dan dibanding persediaan seminggu sebelumnya.
USD Crude Oil Inventories adalah data ekonomi yang menunjukkan perubahan jumlah persediaan minyak mentah dalam barel pada perusahaan komersial di Amerika dalam seminggu yang lalu.
Rilis data ini dapat mempengaruhi harga minyak bumi yang bisa juga mempengaruhi inflasi, selain itu juga berdampak pada angka  pertumbuhan ekonomi karena banyak industri mengandalkan minyak sebagai bahan bakar untuk berproduksi.

 
 

Emas Kembali Naik, di Tengah Terkoreksinya USD

PDFCetak

Rabu, 25 April 2018 10:55

GOLD.6Harga emas berjangka ditransaksikan lebih tinggi pada hari Selasa kemarin dan berlanjut hingga pagi ini, merupakan penutupan perdagangan tertinggi dalam pekan ini. Dolar AS diperdagangkan sedikit lebih rendah, meningkatkan minat untuk aset safe haven.

Dolar AS sedikit terkoreksi dari level tertinggi tiga bulan terhadap rival utamanya pada hari Selasa, setelah Yield Treasury 10 tahun yang menyentuh level psikologis di kisaran 3.003% untuk pertama kalinya sejak 2014 harus kembali turun ke 2.992%.

Harga emas kembali menguat setelah tiga hari mengalami tekanan yang cukup dalam. Selain karena pelemahan dolar AS, emas juga tertekan penurunan bursa saham Amerika Serikat (AS).

Spot Gold XAU/USD saat ini berada di 1.328, bergerak lebih tinggi setelah semalam turun serendah 1.321.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ditutup naik USD 9 atau 0,7 persen ke level USD 1.333 per ounce.

Dalam perdagangan sebelumnya, harga emas tertekan karena kenaikan imbal hasil surat utang Amerika Serikat (AS) berjangka waktu 10 tahun.

Kenaikan imbal hasil ini karena investor pengurangi kepemilikan mereka di tengah kekawatiran peningkatan inflasi dan peningkatan pasokan utang pemerintah.

Imbal hasil obligasi yang tinggi membuat emas tidak menarik karena tidak memberika bunga./R

 
 

Minyak Jatuh dari Tertinggi 2014, Seiring Meningkatnya Persediaan AS

PDFCetak

Rabu, 25 April 2018 10:39

CRUDE.OIL.9Harga minyak pada hari Rabu kembali turun dari tertinggi lebih dari tiga tahun yang dicapai sesi sebelumnya karena meningkatnya persediaan dan produksi bahan bakar AS membebani pasar yang seharusnya bullish.

Minyak mentah Brent berjangka (LCOc1) berada di $ 73,74 per barel, turun 12 sen dari penutupan terakhir mereka dan lebih dari $ 1,7 di bawah high November-2014 dari $ 75,47 per barel yang dicapai hari sebelumnya.

Futures West Texas Intermediate (WTI) AS turun 7 sen menjadi $ 67,63 per barel. Itu juga dari tertinggi akhir 2014 sebesar $ 69,56 per barel yang ditandai sebelumnya pada bulan April.

Namun sebagian analis mengatakan hal ini juga merupakan hasil dari aksi ambil untung setelah tertinggi hari Selasa, periode kelebihan pasokan yang dimulai pada tahun 2014 kini telah berakhir karena gangguan pasokan dan juga permintaan yang kuat.

Itu didorong oleh pemotongan produksi yang dipimpin oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang diperkenalkan pada tahun 2017 dengan tujuan menopang pasar, tetapi juga karena risiko politik terhadap pasokan di Timur Tengah, Venezuela dan Afrika.

Karena pasar yang lebih ketat, kurva ke depan untuk Brent sekarang di atas $ 70 per barel hingga akhir 2018, dan harga di atas $ 60 per barel hingga 2020.

"Sentimen pasar berubah semakin bullish terhadap komoditas," kata Lukman Otunuga, analis riset di FXTM broker berjangka.

 
   

Emas Masih Melemah di Tengah Kokohnya USD

PDFCetak

Selasa, 24 April 2018 11:02

GOLD-USDHarga emas berjangka kembali tergenlincir pada perdagangan Senin kemarin. semakin memudar seiiring dengan berkurangnya permintaan untuk aset safe haven, dan pergerakan Dolar yang cenderung bangkit dari level terendahnya.

Di bursa Comex, New York, harga emas berjangka untuk pengiriman Juni merugi sebesar 1.1% dan ditutup di level $1324 per ons.

Penyelesaian tersebut merupakan kerugian yang dialami emas selama tiga sesi berturut-turut. Bahkan, emas sempat menyentuh level $1321.80 yang merupakan posisi terendah sejak 6 April.

Penguatan dollar Amerika Serikat (AS) jadi biang keladi pelemahan emas. Jika dibandingkan dengan sepekan sebelumnya, harga emas itu melemah 1,98%. Apalagi imbal hasil obligasi AS tenor 10 di awal pekan ini berhasil mencapai 2,98%. Angka ini lebih tinggi dari yield US Treasury di Jumat (20/4) yang berada di posisi 2,96%.

Sementara Spot Gold XAU/USD saat ini berada di 1.326 naik dari level terendah semalam, yang turun di 1.321.

Pernyataan sejumlah pejabat The Federal Reserve yang bernada hawkish pun turut mendukung posisi dollar AS. Bahkan kemarin indeks the greenback berhasil menguat 0,41% ke level 90,99 dan masih berlanjut hingga pagi ini.

Emas juga mendapatkan tekanan dari meredanya konflik di Timur Tengah. Memang, pasca serangan rudal AS ke Suriah, ketegangan geopolitik justru melunak.

 
 

Harga Minyak Lebih Tinggi; Kekhawatiran Sanksi Iran Berakhir dengan Penurunan Awal

PDFCetak

Selasa, 24 April 2018 10:39

CRUDE.OIL.3Harga minyak rebound dari penurunan awal untuk penyelesaian lebih tinggi dan menguat lebih lanjut karena investor khawatir sanksi AS bisa mengurangi output Iran.

"Ini adalah tweet dengan tweet," kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group, mengatakan pasar berayun dalam menanggapi sikap dari Amerika Serikat dan anggota OPEC.

Harga minyak jatuh di awal kekhawatiran bahwa kelebihan pasokan bisa kembali. Menteri perminyakan Iran Bijan Zanganeh mengatakan tidak akan perlu memperpanjang perjanjian antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen non-OPEC jika harga minyak menguat, situs resmi kementerian SHANA melaporkan.

Flynn mengatakan, pasar pulih dengan keyakinan sanksi AS dapat mengurangi output Iran, bahkan jika negara memproduksi di atas kuota OPEC.

Juga mendukung harga, penyedia informasi energi Genscape menunjukkan penurunan inventaris di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma untuk minyak mentah AS.

Minyak mentah Brent berjangka ditutup naik 65 sen, atau 0,9 persen, menjadi $ 74,71 per barel, setelah jatuh serendah $ 73,13. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS naik 24 sen menjadi $ 68,64 per barel, rebound dari terendah sesi $ 67,14. Perbedaan antara dua tolok ukur itu paling banyak sejak 8 Januari ..

Dalam perdagangan pasca-pemukiman, Brent terus merayap lebih tinggi ke $ 75,08 per barel.

 
   

Halaman 1 dari 461

© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.