A A A
Home

Emas Melemah Karena Rebound Dollar AS

PDFCetak

Jumat, 22 Maret 2019 10:12

GOLD-USDHarga emas tergelincir di sesi perdagangan Kamis dan bertahan hingga pagi ini, setelah dilambungkan oleh dovish-nya kebijakan moneter The Fed kemarin.

Melemahnya harga emas disebabkan oleh rebound Dolar AS yang ditunjang oleh optimisnya rilis dua data ekonomi AS, Indeks Manufaktur Philly The Fed dan Klaim Pengangguran AS. Namun demikian, penurunan harga emas diperkirakan terbatas karena ketidakpastian geopolitik, yang salah satunya adalah Brexit.

"Data hari ini cukup apik, dengan Philly Fed yang jauh lebih mantap dan data ketenagakerjaan yang positif untuk mendukung pekan survei Payroll.... Kegagalan emas untuk memperpanjang perolehan ke atas 1,320 memicu likuidasi posisi Long Options dan memacu algoritma pelemahan jangka pendek," kata Tai Wong, analis dari BMO.

 
 

Harga Minyak Mendekati Tertinggi 2019 di Tengah Pengurangan Pasokan OPEC

PDFCetak

Jumat, 22 Maret 2019 09:37

CRUDE.OIL.7Harga minyak pada hari Jumat melayang mendekati puncak 2019 yang dicapai pada hari sebelumnya, didukung oleh pemotongan pasokan yang dipimpin oleh klub produsen OPEC dan oleh sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela.

Futures minyak mentah Brent berada di $ 67,82 per barel pagi ini, turun 4 sen dari penutupan terakhir mereka tetapi dalam satu dolar dari $ 68,69 per barel pada high 2019 yang ditandai sehari sebelumnya.

Futures West Texas Intermediate (WTI) AS berada di $ 60 per barel, hampir tidak berubah dari penyelesaian terakhir mereka dan tidak jauh dari puncak 2019 mereka di $ 60,39 yang disentuh pada Kamis.

Harga telah ditopang oleh pemotongan pasokan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu tidak terafiliasi seperti Rusia, sering disebut sebagai 'OPEC +'.

Meskipun kenaikan harga minyak mentah lebih dari seperempat tahun ini, bank investasi Kanada RBC Capital Markets mengatakan minyak "masih di bawah tingkat impas fiskal di sejumlah negara OPEC", yang berarti bahwa banyak produsen memiliki minat untuk lebih lanjut menopang pasar .

 
 

Saham Asia Menguat Setelah Data AS yang Solid dan Optimisme Sektor Teknologi

PDFCetak

Jumat, 22 Maret 2019 09:29

ASIA-STOCK.7Saham Asia menguat pada hari Jumat setelah data optimis dan optimisme di sektor teknologi mengangkat saham Wall Street, membantu menenangkan beberapa kegelisahan yang dipicu oleh pandangan hati-hati Federal Reserve pada ekonomi terbesar dunia.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,25 persen sementara Nikkei Jepang naik 0,3 persen.

Di Wall Street, S&P 500 naik 1,09 persen sementara Nasdaq Composite menguat 1,42 persen, dengan Indeks Semikonduktor Philadelphia SE melonjak 3,5 persen.

Apple Inc (NASDAQ: AAPL) memimpin kenaikan sektor teknologi, naik 3,7 persen, jelang debut layanan streaming perusahaan yang diperkirakan minggu depan.

 
   

Rangkuman Perdagangan Kamis dan Fokus Data Ekonomi Jum'At

PDFCetak

Jumat, 22 Maret 2019 08:56

FOREX.6Perdagangan Kamis (21/03) Dolar AS naik tajam terhadap rivalnya di tengah data manufaktur yang optimis dan penurunan di sterling.
Indeks dolar AS naik setinggi 96.63 semalam membalikan kerugian setelah sikap dovish The Fed pada FOMC kemarin.

Philadelphia Fed Business Outlook Survey merilis indeks manufaktur yang naik menjadi 13.7 pada bulan Maret, dari sebelumnya yang tercatat di -4.1. Itu mengalahkan perkiraan ekonom untuk kenaikan 4.6.

Sementara itu Pasca pengumuman kebijakan BoE, Poundsterling tertekan. GBP/USD jeblok lebih dari 1%  persen turun serendah 1.3003 dari level tertinggi harian di 1.3226 di sesi Asia.

Bank of England (BoE) masih dalam mode wait-and-see dalam memutuskan kebijakan moneter mereka di bulan Maret 2019 ini. Pasalnya, ketidakpastian Brexit diindikasi sangat menyulitkan bank sentral tersebut untuk merancang kebijakan yang jelas guna membentuk ekonomi Inggris.

Monetary Policy Committe (MPC) BoE sepakat bulat untuk mempertahankan tingkat suku bunga di level 0.75 persen Kamis kemarin dan mengangkat perkiraan PDB kuartal pertama menjadi 0,3%, di atas perkiraan sebelumnya 0,2%.

Sebelumnya, BoE mengekspektasikan rapat kali ini akan menjadi rapat terakhir sebelum keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) secara resmi. Namun ternyata, PM Theresa May justru sedang dalam proses mengajukan proposal kepada UE untuk mengundurkan tenggat waktu Brexit hingga bulan Juni.

USD/JPY naik menjadi 110.95, karena imbal hasil obligasi pemerintah AS bangkit kembali dari aksi jual sehari sebelumnya, sehingga meningkatkan USD.

Fokus Data Ekonomi Hari Ini :

  1. 15.15 WIB - EUR French Flash Services PMI (F'Cast: 50.6 / Prev: 50.2)
  2. 15.15 WIB - EUR French Flash Manufacturing PMI (F'Cast: 51.4 / Prev: 51.5)
  3. 15.30 WIB - EUR German Flash Manufacturing PMI (F'Cast: 48.0 / Prev: 47.6)
  4. 15.30 WIB - EUR German Flash Services PMI (F'Cast: 54.8 / Prev: 55.3)
  5. 16.00 WIB - EUR Flash Manufacturing PMI (F'Cast: 49.6 / Prev: 49.3)
  6. 16.00 WIB - EUR Flash Services PMI (F'Cast: 52.7 / Prev: 52.8)
 
 

Rilis data USD - Philly Fed Manufacturing Index

PDFCetak

Kamis, 21 Maret 2019 19:33

ECONOMIC.INDIKATOR.41. USD Philly Fed Manufacturing Index (actual : 13.7 , f'cast : 6.1, previous : -4.1)
Hasil Philly Fed Manufacturing Index untuk bulan Maret 2019 dirilis lebih bagus dibanding perkiraan dan dibanding hasil bulan sebelumnya.
Philly Fed Manufacturing Index adalah indeks mengenai kesehatan ekonomi berdasarkan survey terhadap produsen yang ada di negara bagian Philadelphia.
Data ini merupakan salah satu indikator utama untuk melihat kesehatan ekonomi di suatu kawasan dikarenakan kondisi bisnis biasanya bereaksi cepat terhadap kondisi pasar, dan perubahan dalam sentimen pasar dapat menjadi sinyal awal aktivitas ekonomi selanjutnya seperti pengeluaran, perekrutan tenaga kerja, dan juga investasi.
Indeks ini berpedoman bahwa jika dirilis diatas 0,0 menunjukkan optimisme terhadap kondisi ekonomi sebaliknya jika dirilis di bawah 0,0 menunjukkan pesimisme terhadap kondisi ekonomi

 
   

Halaman 2 dari 11

© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.