A A A
Home

Dolar AS Siap Bukukan Kerugian Mingguan

PDFCetak

Jumat, 24 May 2019 14:05

USD-12Dolar berada di jalur untuk membukukan kerugian mingguan setelah turun dari tertinggi dua tahun pada merosotnya Yields AS karena investor khawatir sengketa perdagangan Sino-AS akan merugikan ekonomi AS lebih dari yang diperkirakan sebelumnya.

Faktor lain yang membuat greenback turun adalah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga AS akhir tahun ini untuk mendorong ekonomi terbesar dunia.

Terhadap mata uang utama, dolar sedikit lebih rendah di awal sesi Eropa siang ini dan bergerak dikisaran 97,70 melanjutkan kejatuhan dari tertinggi dua tahun di 98,38 semalam. Itu menempatkan dolar di jalur untuk kerugian 0,12% minggu ini.

Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, mengatakan bahwa karena ketegangan perdagangan AS-China, "pasar memperkirakan dampak potensial negatif" terhadap ekonomi AS dan ekuitas AS.

 
 

Yeilds Treasury AS 10-tahun Capai Level Terendah Sejak Oktober 2017

PDFCetak

Jumat, 24 May 2019 10:51

BOND AS.01Bunga/ Yields pada surat utang 10-tahun AS jatuh ke level terendah sejak 2017 pada hari Kamis karena meningkatnya ketegangan perdagangan dan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global.

Yields turun menjadi 2,27%, level terendah sejak Oktober 2017 dan terakhir terlihat diperdagangkan di 2,33%.

Yields Obligasi 2-tahun, yang lebih sensitif terhadap ekspektasi suku bunga jangka pendek, juga turun menjadi 2,11%, terendah sejak Februari 2018.

Penurunan imbal hasil dapat dikaitkan dengan peningkatan permintaan untuk safe havens di tengah penghindaran risiko dalam ekuitas.

S&P 500 turun 1,2% pada hari Kamis, terseret oleh penurunan stok energi dan teknologi.

 
 

US Dolar Stabil Setelah Turun dari High 2-tahun, Tertekan oleh Yields AS

PDFCetak

Jumat, 24 May 2019 10:29

USD-8Dolar bertahan stabil pada hari Jumat, setelah turun dari tertinggi dua tahun seirng merosotnya yields AS yang lebih rendah di sesi sebelumnya di tengah kekhawatiran bahwa perang perdagangan dengan China diperkirakan berpotensi akan merugikan ekonomi AS lebih dari yang diperkirakan sebelumnya.

Terhadap mata uang utama, dolar sebagian besar tidak berubah di 97,80, setelah jatuh dari tertinggi dua tahun di 98,38 semalam. Indeks masih naik 1,8% untuk tahun ini.

"Penghindaran risiko global yang berasal dari meningkatnya ketegangan perdagangan AS - China menyebabkan yen menguat," kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities.

"Pasar menghargai dampak negatif potensial pada ekonomi AS dan pasar ekuitas AS," katanya, merujuk pada ketegangan perdagangan AS-China.

 
   

Emas Catat Penguatan Terbesar Dalam 2-minggu

PDFCetak

Jumat, 24 May 2019 10:18

GOLD.6Emas batangan dan emas berjangka melonjak hampir 1% pada perdagangan kamis kemarin, catat kenaikan terbesar mereka dalam hampir dua minggu.

Kebijakan The Fed, tergelincirnya ekuitas global, dan eskalasi konflik dagang AS-China yang mulai merembet ke sektor teknologi, melatarbelakangi kenaikan harga emas semalam.

Spot Gold XAU/USD naik setinggi 1.287 semalam dari level terendah 1.272 kemarin. Saat berita ini ditulis emas bergerak stabil dikisaran 1.283.
Pergerakan harga emas masih terbatas dengan kecenderungan melemah pagi ini.

Emas berjangka untuk pengiriman Juni, diperdagangkan di divisi Comex New York Mercantile Exchange, ditutup naik $ 11,20, atau 0,9%, pada $ 1.285,40 per ounce.

Itu adalah persentase kenaikan terbesar dalam satu hari untuk emas sejak 15 Mei dan meskipun juga ada kenaikan hampir 1% di dolar AS.

 
 

Minyak Menguat, Tetapi Pasar Tetap Rapuh di Tengah Sengketa Perdagangan

PDFCetak

Jumat, 24 May 2019 10:02

CRUDE.OIL.7Harga minyak melonjak lebih dari 1% pada hari Jumat di tengah pengurangan pasokan OPEC dan ketegangan Timur Tengah, tetapi masih belum sepenuhnya menutup kerugian awal minggu ini karena kegelisahan ekonomi yang melambat dan pembengkakan persediaan - penurunan tertajam sejak awal tahun.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional untuk harga minyak, berada di $ 68,50 per barel, naik 74 sen, atau 1,1%, dari penutupan terakhir.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 63 sen, atau 1,1%, menjadi $ 58,54 per barel.

"Risiko pasokan berganda tetap ada, karena ketegangan terus berlanjut antara Iran dan AS, yang bisa berubah mengganggu," kata bank ANZ, Jumat.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah memimpin pengurangan pasokan sejak awal tahun yang bertujuan memperketat pasar dan menopang harga.

 
   

Halaman 2 dari 10

Latest News

Info Umum

Info Dealing

© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.