A A A
Home

Harga Minyak Sedikit Lebih Tinggi, Keuntungan Masih Dibatasi Dampak Virus Corona

PDFCetak

Rabu, 19 Februari 2020 10:11

CRUDE.OIL.9Harga minyak sedikit lebih tinggi pada hari Rabu dengan keuntungan dibatasi oleh dampak ekonomi yang meluas dari epidemi coronavirus yang dimulai di Cina, meskipun kasus baru yang dikonfirmasi turun untuk hari kedua di provinsi di pusat wabah.

Minyak mentah Brent (LCOc1) naik 6 sen menjadi $ 57,81 per barel, sementara minyak AS (CLc1) naik 7 sen pada $ 51,97 per barel. Kedua kontrak memulai perdagangan sesi Asia lebih rendah.

China sedang berjuang untuk mendapatkan kembali jalur produksi di ekonomi terbesar kedua di dunia itu setelah memberlakukan isolasi di seluruh kota dan pembatasan perjalanan dalam upaya mengendalikan virus.

Data resmi menunjukkan kasus-kasus baru di provinsi Hubei turun untuk hari kedua berturut-turut, meskipun jumlah kematian meningkat, dan Organisasi Kesehatan Dunia sebelumnya memperingatkan tidak ada cukup data untuk mengetahui apakah epidemi itu dapat diatasi.

 
 

AUD/USD Stabil Mengabaikan Rilis Data Pertumbuhan Upah Q4 Australia

PDFCetak

Rabu, 19 Februari 2020 10:00

AUD-USD.6AUD/USD hampir tidak bergerak dalam menanggapi data pertumbuhan upah Australia untuk kuartal keempat yang dirilis oleh Biro Statistik Australia.

Data menunjukkan pertumbuhan upah menempel di 0,5% kuartal-ke-kuartal dan 2,2% tahun-ke-tahun seperti yang diharapkan, namun AUD/USD tidak terpengaruh dan masih bergerak di sekitar 0.6692, level di mana ia diperdagangkan sebelum data dirilis.

Reaksi pasar yang loyo tidak mengejutkan, mengingat pertumbuhan upah kuartal keempat sebagian besar mencerminkan periode pra-coronavirus.

Fokusnya sekarang adalah pada data pasar tenaga kerja yang dijadwalkan dirilis pada hari Kamis, ekonomi memperkirakan telah menambahkan 10 ribu pekerjaan pada bulan Januari dan tingkat pengangguran diperkirakan telah meningkat sedikit menjadi 5,2% dari 5,1% sebelumnya.

 
 

Markets Wrap 19 Februari 2020

PDFCetak

Rabu, 19 Februari 2020 09:05

USD-9Euro menyelami posisi terendah tiga tahun terhadap dolar pada hari Selasa (18/02), tetap di bawah tekanan di tengah tanda-tanda kelemahan yang sedang berlangsung di Jerman, ekonomi terbesar zona euro.

EUR/USD turun serendah 1.0785 pada Selasa kemarin untuk pertama kalinya sejak April 2017, karena sentimen investor di Jerman memburuk lebih dari yang diharapkan pada bulan Februari, menambah kekhawatiran tentang pelemahan yang sedang berlangsung di zona euro. Disamping itu, Jerman juga sudah waspada terhadap dampak virus Corona, pertumbuhan ekonomi Jerman stagnan alias tidak tumbuh dari kuartal sebelumnya. Pada tahun lalu, Jerman sudah nyaris mengalami resesi akibat perang dagang AS dengan China.

Sentimen pelaku pasar kembali memburuk setelah wabah virus corona atau yang disebut COVID-19 sudah menunjukkan dampak ke sektor riil. Wabah corona kini memiliki "produk turunan" dari sisi makro yakni risiko terjadinya resesi, sementara dari sisi mikro adalah penurunan pendapatan perusahaan. Menurut CNBC, setidaknya ada tiga negara yang berisiko mengalami resesi, yakni Singapura, Jerman, dan Jepang. Ketiganya memiliki hubungan erat dengan China.

Sementara itu raksasa teknologi asal AS, Apple Inc. menyatakan pendapatan di kuartal II tahun fiskal 2020 akan lebih rendah dari prediksi sebelumnya akibat wabah Covid-19, yang menyebabkan gangguan suplai serta penurunan penjualan di China. Apple sebelumnya memberikan prediksi penjualan bersih akan mencapai US$ 63 miliar sampai US$ 67 miliar.

 
   

Rilis Data EUR - German ZEW Economic Sentiment

PDFCetak

Selasa, 18 Februari 2020 16:36

EUR German ZEW Economic Sentiment (Act: 8.7 / F'Cast: 20.0 / Prev: 26.7)

EUR-GERMAN.2Economic Sentiment oleh Zentrum fur Europaische Wirtschaftsforschung (ZEW) untuk bulan Februari 2020 dirilis lebih Jelek dibanding perkiraan dan dibanding bulan sebelumnya.

German ZEW Economic Sentiment adalah sebuah indeks yang mengukur tentang kesehatan ekonomi negara Jerman berdasarkan survei terhadap sekitar 300 investor institusi dan analis Jerman mengenai masa depan ekonomi dalam 6 bulan ke depan. Jika dirilis diatas 0,0 menunjukkan optimisme sebaliknya, jika dirilis di bawah 0,0 menunjukkan pesimisme.

 
 

Rilis Data GBP - Average Earnings Index

PDFCetak

Selasa, 18 Februari 2020 16:11

GBP Average Earnings Index 3m/y (Act: 2.9% / F'Cast: 3.1% / Prev: 3.2%)

GBP-USD.4Data ini mengukur perubahan tingkat upah rata-rata (termasuk bonus) mingguan dalam 3 bulan terakhir dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya di Inggris, dari sektor swasta dan pemerintahan. Hasilnya dirilis lebih Jelek dibandingkan perkiraan dan previousnya

Rilis Average Earnings Index 3m/y kali ini adalah hasil pengukuran dari bulan Oktober - Desember 2019
Data ini merupakan salah satu indikator utama yang mempengaruhi inflasi konsumen karena ketika bisnis membayar lebih untuk tenaga kerja, biaya yang lebih tinggi biasanya diteruskan ke konsumen.

 

 
   

Halaman 2 dari 10

© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.