A A A
Home

Harga Emas Kembali Melonjak Pada Ancaman Perang Teluk Jilid III

PDFCetak

Senin, 16 September 2019 10:40

GOLD.2Pekan lalu, harga emas melemah oleh risk appetite investor, membaiknya data ekonomi AS, dan meredanya perang dagang AS-China.

Minggu ini, sentimen pasar keuangan akan dipengaruhi Statement FOMC dan pernyataan Powell serta pengumuman kebijakan bank sentral besar dari beberapa negara.

Penutupan perdagangan minggu lalu harga emas kembali mengalami depresiasi dan ditutup turun di USD1486 per troy ounce, atau melemah 1.23% dibandingkan harga penutupan minggu sebelumnya. Pelemahan ini telah memasuki minggu ketiga secara berturut-turut, akibat risk appetite investor yang berlanjut dan membaiknya data ekonomi AS.

Harga logam mulia sempat menguat dan menyentuh level 1524 pasca ECB meeting, tetapi berbalik bearish setelah hasil rilis data ekonomi AS di atas perkiraan. Dalam rapat Kamis minggu lalu, ECB mengumumkan program stimulus baru dengan menyuntikkan dana senilai €20 miliar ke sistem perbankan, dan menurunkan suku bunga deposit dari -0.4% menjadi -0.5%.

 
 

Minyak Melambung 10% Setelah Serangan Ladang Minyak Saudi

PDFCetak

Senin, 16 September 2019 10:21

CRUDE.OIL.10Harga minyak turun pada hari Senin setelah mencapai level tertinggi sejak Mei di pembukaan, di tengah kekhawatiran gangguan pasokan menyusul serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada hari Sabtu yang memotong lebih dari 5% pasokan minyak global.

Benchmark internasional berjangka minyak mentah Brent naik $ 7,06 per barel atau 11,7% dari penutupan New York pada Jumat menjadi $ 67,28 per barel, setelah melonjak lebih dari 19% ke sesi tertinggi $ 71,95 per barel pada pembukaan.

West Texas Intermediate (WTI) berjangka AS naik $ 5,76 per barel atau 10,5% menjadi $ 60,60 per barel, setelah melonjak lebih dari 15% ke sesi tertinggi $ 63,34 per barel.

Harga mereda dari puncaknya setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia menyetujui pelepasan minyak dari Cadangan Minyak Strategis AS (SPR) jika diperlukan dalam jumlah yang akan ditentukan karena serangan terhadap fasilitas Arab Saudi.

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 16 September 2019 11:55
 
 

Pasar Asia Bervariasi; Rapat Bank Sentral dalam Fokus Minggu Ini

PDFCetak

Senin, 16 September 2019 09:51

GOLD.10Pasar Asia bervariasi dalam perdagangan pagi hari Senin. Pertemuan beberapa bank sentral akan menjadi fokus minggu ini.

Federal Reserve AS diperkirakan akan menurunkan suku bunga lagi pada akhir pertemuan kebijakan dua hari pada hari Rabu (Kamis dini hari). Kamis akan dijadwalkan pertemuan kebijakan di Jepang, AS, Norwegia dan Swiss.

Indeks Hang Seng turun 1,1% karena Hong Kong memasuki fase demonstrasi kelima belas kalinya. Puluhan ribu pengunjuk rasa berbaris di jalan-jalan pada hari Minggu bahkan setelah polisi menolak acara tersebut.

Tawaran pengambilalihan Hong Kong Exchange and Clearing Ltd (HK: 0388) (HKEX) untuk London Stock Exchange Group (LSE) ditolak selama akhir pekan. People's Daily, media milik pemerintah China, memuji LSE karena mengutip ikatan yang ada dengan Shanghai Stock Exchange.

 
   

Rilis Data China - Fixed Asset Investment & Industrial Production

PDFCetak

Senin, 16 September 2019 09:01

1. CNY Fixed Asset Investment ytd/y (Act: 5.5% / F'Cast: 5.7% / Prev: 5.7%)
CHINA-ECONOMY.2Fixed Asset Investment China bulan Agutus 2019 dirilis Lebih Jelek dari perkiraan dan previousnya

Data Ekonomi yang mengukur perubahan total pengeluaran untuk investasi modal non-pedesaan seperti pabrik, jalan, jaringan listrik, dan properti. Merupakan salah satu Indikator ekonomi utama yang memperlihatkan perubahan tingkat investasi swasta dan publik dan dapat menjadi sinyal awal aktivitas ekonomi masa depan seperti perekrutan, pengeluaran, dan pendapatan. 

2. CNY Industrial Production y/y (Act: 4.4% / F'Cast: 5.2% / Prev: 4.8%)
Industrial Production China Agustus 2019 dirilis lebih Jelek dari perkiraan dan previousnya. 

Adalah indikator ekonomi yang mengukur output sektor industri termasuk sektor manufaktur, pertambangan, dan utilitas. Selain ikut menyumbang besarnya GDP (Gross Domestic Product), indikator ini juga mempengaruhi tingkat konsumsi dan pada akhirnya tingkat inflasi.

 
 

Rangkuman Perdagangan Jum'At dan Fokus Data Ekonomi Senin

PDFCetak

Senin, 16 September 2019 08:52

USD-12Data-data ekonomi AS yang dirilis pada Jumat (13/09) terbilang positif. Akan tetapi, Dolar AS tetap melemah karena isu perang dagang lebih mendominasi.

Data Penjualan Ritel (Retail Sales) AS untuk bulan Agustus 2019 dilaporkan naik di atas ekspektasi. Dalam basis bulanan, headline Retail Sales AS tumbuh 0.4 persen. Walaupun lebih rendah dari periode sebelumnya yang 0.8 persen, tetapi hasil tersebut berhasil mengungguli ekspektasi penurunan ke 0.2 persen.

Namun, Core Retail Sales AS tidak menunjukkan hasil serupa. Data yang mengukur level penjualan ritel di luar sektor otomotif tersebut hanya tumbuh 0.0 persen alias stagnan. Angka tersebut lebih rendah daripada ekspektasi penurunan ke 0.1 persen, dan dari level periode sebelumnya yang 1.0 persen.

Rangkaian rilis data ekonomi AS ternyata tidak cukup kuat untuk mendongkrak sentimen bullish Dolar AS. Pasalnya, Presiden AS Donald Trump telah memberikan klarifikasi yang menegaskan rumor kesepakatan sementara dengan China. Trump mengatakan bahwa ia lebih memilih untuk membuat kesepakatan secara utuh daripada setengah-setengah/ Temporary seperti yang diberitakan beberapa hari terkahir ini.

Pernyataan Trump itu rupanya lebih diperhatikan oleh pasar daripada data AS. Akibatnya, Dolar AS melemah terhadap mata uang dengan Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan turun di 98.00, level terendah dalam dua hari terakhir. .

Di sektor komoditi, Harga emas turun lagi ke bawah 1500 di akhir pekan ini. Kabar-kabar positif AS-China jelang renegosiasi, menjadi faktor yang mengurangi permintaan terhadap logam mulia. Spot XAU/USD turun serendah 1.485 akhir pekan kemarin.

Mengendurnya tensi perang dagang AS-China menjadi katalis yang berkontribusi paling banyak atas sentimen bearish emas. Walaupun Presiden AS Donald Trump sudah membantah rumor mengenai rencana pembuatan kesepakatan perdagangan sementara dengan China, tetapi realita progres negosiasi kedua negara tersebut berjalan dengan baik.

Keputusan China yang terlebih dahulu membebaskan pengenaan tarif impor untuk sebagian produk asal AS, disambut baik oleh Presiden Trump yang menganggap hal ini sebagai pertanda positif jelang dimulainya renegosiasi awal Oktober mendatang. Trump juga bersedia mengundurkan kenaikan tarif impor 30 persen terhadap barang-barang China senilai 250 miliar dolar AS, dari yang semula ditetapkan pada awal Oktober, menjadi berlangsung dua pekan setelahnya.

Pekan ini, Dolar AS akan menjadi fokus menjelang penurunan suku bunga yang diharapkan dari Federal Reserve pada hari Rabu. Sementara itu Kamis ada pengumuman kebijakan di Jepang, Inggris, Norwegia dan Swiss setelah keputusan Fed Rabu dan paket stimulus minggu lalu dari Bank Sentral Eropa.

Fokus Data Ekonomi Hari Ini :

  1. All Day - JPY Bank Holiday, Bank-bank Jepang akan ditutup untuk menghormati Hari Penghormatan.
  2. 09.00 WIB - CNY Fixed Asset Investment ytd/y (F'Cast: 5.7% / Prev: 5.7%)
  3. 09.00 WIB - CNY Industrial Production y/y (F'Cast: 5.2% / Prev: 4.8%)
 
   

Halaman 10 dari 10

Latest News

Info Umum

Info Dealing

© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.