A A A
Home

GBP/USD Naik Tipis Jelang Rilis Data CPI Sore Ini

PDFCetak

Rabu, 15 Januari 2020 11:36

GBP-USD.05Pound Inggris kembali diatas level psikologis 1.30 terhadap USD. Pair GBP/USD saat berita ini ditulis bergerak dikisaran 1.3026 yang merupakan level tertinggi perdagangan hari ini. Sebelumnya, pada perdagangan kemarin GBP/USD telah turun serendah 1.2953 yang merupakan low sejak 26 Desember.

Hari ini dijadwalkan akan dirilis data Inflasi Inggris, Ekspektasi pasar adalah inflasi tahunan tetap stabil di 1.5%. Namun beberapa petunjuk baru-baru ini tentang penurunan suku bunga dari para pembuat kebijakan Bank of England membuat para investor gelisah bahwa sebuah kerugian pada sisi negatifnya dapat memperkuat kasus pelonggaran moneter.

Pasar keuangan sekarang menetapkan Probabilitas 43% untuk pemotongan suku bunga 25 basis poin pada akhir bulan ini.

"Jika kita melihat inflasi dirilis katakanlah, 1,4%, maka saya pikir itu akan mengobarkan situasi," kata Chris Weston, kepala penelitian di pialang Melbourne Pepperstone.

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 15 Januari 2020 12:06
 
 

Aset Safe Haven Menguat, 'Wait and See" Penandatanganan Kesepakatan Dagang AS-China

PDFCetak

Rabu, 15 Januari 2020 11:06

JPY.5Aset Safe-haven yen dan emas menguat dan mata uang Asia yang berisiko melemah sedikit pada hari Rabu, seiring investor menunggu penandatanganan kesepakatan perdagangan AS-China hari ini di Washington, AS-China mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk fase I setelah terlibat dalam perang dagang kurang lebih dalam 18 bulan terakhir.

Tetapi harapan bahwa hal itu dapat menandai hubungan yang lebih hangat antara dua ekonomi utama dunia dinilai masih belum memenuhi ekspektasi, karena Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa tarif saat ini untuk barang-barang China akan tetap, sambil menunggu pembicaraan lebih lanjut.

Komentar itu menggulingkan yuan yang sensitif terhadap rumor perdagangan China dari level tertinggi enam bulan dan mengangkat yen dari low tujuh bulan. Tetapi pergerakan dalam perdagangan pagi cukup minim karena pasar wait and see kesepakatan tersebut ditandatangani.

Yuan adalah mata uang yang paling sensitif terhadap hubungan perdagangan China-AS, dan mundur 0,2% menjadi 6,8990 dalam perdagangan offshore.

 
 

Emas Menguat, Kesepakatan AS-China Dinilai Kurang Konkret

PDFCetak

Rabu, 15 Januari 2020 10:36

GOLD.5Harga emas menguat tipis pada perdagangan Rabu pagi ini. Spot Gold XAU/USD bergerak dikisaran 1.551 saat berita ini ditulis.

Perjanjian dagang fase satu Amerika Serikat (AS) dan China yang dinilai kurang konkret untuk menyasar permasalahan inti bisa dikatakan menjadi triger kenaikan harga emas pagi ini.

AS-China mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk fase I dan penandatanganan deal dagang dijadwalkan akan dilakukan di Washington hari ini setelah terlibat dalam perang dagang kurang lebih dalam 18 bulan terakhir.

Namun menurut berbagai sumber AS hanya mendiskon tarif untuk berbagai produk China. Tarif yang semula 15% kini dipangkas menjadi setengahnya yaitu 7,5%. Masih adanya penerapan tarif ini dinilai oleh berbagai pihak tak menyasar inti permasalahan secara konkret.

"Ini tidak mengagetkan. Tak ada cetak biru untuk membatalkan tarif. Kami mencium gelagat itu ketika pengumuman pemangkasan tipis beberapa tarif produk dari 15% menjadi 7,5% sementara tarif semua produk lainnya tak berubah," tutur Peter Boockvar, Kepala Divisi Investasi Bleakley Advisory Group sebagaimana dikutip CNBC International.

 
   

Harga Minyak Melemah, Kesepakatan AS-China Dinilai Tidak Mendorong Permintaan

PDFCetak

Rabu, 15 Januari 2020 10:13

CRUDE.OIL.3Harga minyak turun pada hari Rabu di tengah kekhawatiran bahwa kesepakatan perdagangan Fase 1 yang tertunda antara Amerika Serikat dan China, pengguna minyak mentah terbesar di dunia, mungkin tidak mengarah pada permintaan bahan bakar yang lebih besar karena AS berniat untuk menjaga tarif barang-barang China tetap berlaku.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan pada Selasa malam bahwa tarif akan tetap bahkan ketika kesepakatan perdagangan akan ditandatangani pada hari Rabu. Itu bisa meredam pertumbuhan permintaan minyak China dengan membatasi aksesnya ke mitra dagang terbesar kedua. Permintaan Cina telah menjadi pendorong utama pertumbuhan konsumsi bahan bakar global.

Kekhawatiran tentang peningkatan pasokan juga menekan harga setelah sebuah laporan pemerintah pada hari Selasa mengatakan bahwa output dari AS, yang saat ini merupakan produsen terbesar di dunia, akan meningkat pada tahun 2020 lebih banyak dari perkiraan sebelumnya. Selain itu sebuah laporan industri pada Selasa malam mengatakan persediaan minyak mentah AS meningkat pekan lalu.

 
 

Saham Asia Stabil, Investor Tunggu Detail Kesepakatan AS-China

PDFCetak

Rabu, 15 Januari 2020 10:00

ASIA-STOCK.1Saham stabil di awal perdagangan Asia pada hari Rabu karena investor menunggu penandatanganan kesepakatan perdagangan AS-China awal, dengan sentimen agak terganggu oleh komentar dari Menteri Keuangan AS bahwa tarif akan tetap berlaku untuk saat ini.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,13%, patokan Jepang Nikkei dan Kospi Korea Selatan masing-masing turun 0,29% dan 0,48%, sementara saham Australia menambahkan 0,33%.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan Selasa malam bahwa Amerika Serikat akan tetap menerapkan tarif atas barang-barang Tiongkok sampai selesainya tahap kedua dari perjanjian perdagangan AS-China.

Berita itu muncul beberapa jam sebelum penandatanganan perjanjian perdagangan awal untuk meredakan perang dagang yang sudah terjadi selama 18 bulan antara dua ekonomi terbesar dunia.

 
   

Halaman 7 dari 9

© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.