A A A
Home

Emas Menguat, Kesepakatan AS-China Dinilai Kurang Konkret

PDFCetak

Rabu, 15 Januari 2020 10:36

GOLD.5Harga emas menguat tipis pada perdagangan Rabu pagi ini. Spot Gold XAU/USD bergerak dikisaran 1.551 saat berita ini ditulis.

Perjanjian dagang fase satu Amerika Serikat (AS) dan China yang dinilai kurang konkret untuk menyasar permasalahan inti bisa dikatakan menjadi triger kenaikan harga emas pagi ini.

AS-China mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk fase I dan penandatanganan deal dagang dijadwalkan akan dilakukan di Washington hari ini setelah terlibat dalam perang dagang kurang lebih dalam 18 bulan terakhir.

Namun menurut berbagai sumber AS hanya mendiskon tarif untuk berbagai produk China. Tarif yang semula 15% kini dipangkas menjadi setengahnya yaitu 7,5%. Masih adanya penerapan tarif ini dinilai oleh berbagai pihak tak menyasar inti permasalahan secara konkret.

"Ini tidak mengagetkan. Tak ada cetak biru untuk membatalkan tarif. Kami mencium gelagat itu ketika pengumuman pemangkasan tipis beberapa tarif produk dari 15% menjadi 7,5% sementara tarif semua produk lainnya tak berubah," tutur Peter Boockvar, Kepala Divisi Investasi Bleakley Advisory Group sebagaimana dikutip CNBC International.

 
 

Harga Minyak Melemah, Kesepakatan AS-China Dinilai Tidak Mendorong Permintaan

PDFCetak

Rabu, 15 Januari 2020 10:13

CRUDE.OIL.3Harga minyak turun pada hari Rabu di tengah kekhawatiran bahwa kesepakatan perdagangan Fase 1 yang tertunda antara Amerika Serikat dan China, pengguna minyak mentah terbesar di dunia, mungkin tidak mengarah pada permintaan bahan bakar yang lebih besar karena AS berniat untuk menjaga tarif barang-barang China tetap berlaku.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan pada Selasa malam bahwa tarif akan tetap bahkan ketika kesepakatan perdagangan akan ditandatangani pada hari Rabu. Itu bisa meredam pertumbuhan permintaan minyak China dengan membatasi aksesnya ke mitra dagang terbesar kedua. Permintaan Cina telah menjadi pendorong utama pertumbuhan konsumsi bahan bakar global.

Kekhawatiran tentang peningkatan pasokan juga menekan harga setelah sebuah laporan pemerintah pada hari Selasa mengatakan bahwa output dari AS, yang saat ini merupakan produsen terbesar di dunia, akan meningkat pada tahun 2020 lebih banyak dari perkiraan sebelumnya. Selain itu sebuah laporan industri pada Selasa malam mengatakan persediaan minyak mentah AS meningkat pekan lalu.

 
 

Saham Asia Stabil, Investor Tunggu Detail Kesepakatan AS-China

PDFCetak

Rabu, 15 Januari 2020 10:00

ASIA-STOCK.1Saham stabil di awal perdagangan Asia pada hari Rabu karena investor menunggu penandatanganan kesepakatan perdagangan AS-China awal, dengan sentimen agak terganggu oleh komentar dari Menteri Keuangan AS bahwa tarif akan tetap berlaku untuk saat ini.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,13%, patokan Jepang Nikkei dan Kospi Korea Selatan masing-masing turun 0,29% dan 0,48%, sementara saham Australia menambahkan 0,33%.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan Selasa malam bahwa Amerika Serikat akan tetap menerapkan tarif atas barang-barang Tiongkok sampai selesainya tahap kedua dari perjanjian perdagangan AS-China.

Berita itu muncul beberapa jam sebelum penandatanganan perjanjian perdagangan awal untuk meredakan perang dagang yang sudah terjadi selama 18 bulan antara dua ekonomi terbesar dunia.

 
   

Rangkuman Perdagangan Selasa dan Fokus Data Ekonomi Rabu

PDFCetak

Rabu, 15 Januari 2020 08:40

USD-9Dolar AS stabil dan cenderung menguat terhadap Yen pada perdagangan selasa (14/01) merespon perkembangan negosiasi Amerika Serikat-China, menjelang penandatanganan pakta dagang Fase Satu hari ini. Sementara itu, laporan Inflasi AS yang sesuai dengan ekspektasi turut menjaga bullish Dolar AS meskipun tidak memberikan tambahan kenaikan.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,01% ke 97.33 dan masih bertahan di area level tersebut hingga pagi ini.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pihaknya telah mencabut pelabelan China sebagai manipulator mata uang. Hal itu dilakukan menyambut iktikad baik kedua negara yang akan menandatangani kesepakatan perdagangan Fase Satu pada hari Rabu ini.

Pencabutan label negatif ini membuat minat pasar terhadap aset berisiko meningkat. Permintaan terhadap aset-aset safe haven pun berkurang, sehingga USD/JPY naik ke level tertinggi delapan bulan ke level 110.21, melanjutkan reli sejak tanggal 06 Januari.

Di sisi lain, data ekonomi AS terbilang kurang memuaskan. Dalam basis tahunan, inflasi konsumen AS (CPI) memang naik 2.3 persen di bulan Desember 2019, dari 2.1 persen sebelumnya. Akan tetapi, dalam basis bulanan justru turun sesuai dengan ekspektasi. CPI bulanan AS yang dinilai lebih berdampak pada nilai tukar mata uang, melorot 0.2 persen dari 0.3 persen.

Sementara itu, Pound rebound dari posisi terendah, bahkan ketika spekulasi meningkat bahwa Bank of England akan memangkas suku bunga jika pertumbuhan ekonomi Inggris tetap lambat. GBP/USD naik 0,32% menjadi $ 1,3033.

Fokus Data Ekonomi Hari ini :

  1. 07.30 WIB - JPY BOJ Gov Kuroda Speaks, menyampaikan sambutan singkat pada pertemuan manajer cabang BOJ, di Tokyo
  2. 15.40 WIB - GBP MPC Member Saunders Speaks, menyampaikan sambutan singkat pada sarapan South Eastern Regional College, di Irlandia Utara.
  3. 16.30 WIB - GBP CPI y/y (F'Cast: 1.5% / Prev: 1.5%)
  4. 16.30 WIB - GBP PPI Input m/m (F'Cast: 0.2% / Prev: -0.3%)
  5. 20.30 WIB - USD Core PPI m/m (F'Cast: 0.2% / Prev: -0.2%)
  6. 20.30 WIB - USD PPI m/m (F'Cast: 0.2% / Prev: 0.0%)
  7. 22.30 WIB - USD Crude Oil Inventories (F'Cast: 0.4M / Prev: 1.2M)
  8. 23.00 WIB - USD FOMC Member Harker Speaks, berbicara tentang normalisasi kebijakan moneter di Forum Moneter dan Lembaga Keuangan Resmi, di New York.
  9. 00.00 WIB - USD FOMC Member Kaplan Speaks, Karena akan berbicara di Economic Club of New York.
 
 

Rilis data ekonomi USD - CPI dan Core CPI

PDFCetak

Selasa, 14 Januari 2020 20:37

CPI.61. USD CPI m/m (actual : 0.2%, f'cast : 0.2%, previous : 0.3%)
Data CPI untuk bulan Desember 2019 hasilnya dirilis sesuai dengan perkiraan namun lebih jelek dibanding bulan sebelumnya.
CPI adalah data ekonomi yang menunjukkan prosentase perubahan harga barang dan jasa ditingkat konsumen.
Tingkat harga konsumen menggambarkan inflasi secara keseluruhan dan Inflasi penting untuk menilai keadaan sebuah mata uang karena kenaikan harga dapat menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengatasi overheating di Ekonomi.

2. USD Core CPI m/m (actual : 0.1%, f'cast : 0.2%, previous : 0.2%)
Data Core CPI untuk bulan Desember 2019 hasilnya dirilis lebih jelek dibanding perkiraan dan dibanding bulan sebelumnya.
Core CPI adalah CPI yang mengeluarkan item makanan dan energi dalam perhitungannya.
Harga makanan dan energi cenderung sangat tidak stabil dan dapat mendistorsi keseluruhan tren yang mendasarinya.
Federal Reserve biasanya lebih memperhatikan data Core - begitu pula pelaku pasar.

 
   

Halaman 6 dari 10

© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.