A A A
Home Trading

Berita

Rilis Data GBP - Manufacturing Production

PDFCetak

Rabu, 13 May 2020 13:13
GBP Manufacturing Production m/m  (Act: -4.6 % / F'Cast : -6.0% / Prev: 0.5% )
GBP-ECONOMY.GROWTHManufacturing Production Inggris bulan Maret 2020 dirilis lebih Bagus dari perkiraan, tapi lebih jelek dari previousnya.

Data ekonomi ini menunjukkan perubahan total output yang dihasilkan oleh produsen di Inggris.
Pabrik menghasilkan sekitar 80% dari total Produksi Industri dan cenderung mendominasi dampak pasar.
Data ini perlu diperhatikan karena total produksi bereaksi dengan cepat terhadap pasang surut dalam siklus bisnis dan berkorelasi dengan kondisi konsumen seperti tingkat pekerjaan dan pendapatan.
 
 

Rilis Data GBP - GDP

PDFCetak

Rabu, 13 May 2020 12:57
1. GBP Prelim GDP q/q  (Act: -2.0% / F'Cast: -2.6% / Prev: 0.0%)
GDP.01Prelim GDP untuk kuartal ke I tahun 2020 dirilis lebih Bagus dari perkiraan dan previousnya.

Data ekonomi ini menunjukkan pengukuran pertama pertumbuhan ekonomi dalam kurun waktu selama 3 bulan. Prelim GDP ini penting karena merupakan ukuran utama untuk menilai kesehatan ekonomi sebuah negara.


2. GBP GDP m/m (Act: -5.8% / F'Cast: -7.9% / Prev: -0.1%)
GDP Inggris untuk pengukuran bulan Maret 2020 dirilis lebih Bagus dari perkiraan, tapi lebi jelek dari Previousnya.

GDP/ Gross Domestic Product adalah data perubahan dalam nilai yang disesuaikan dengan inflasi dari semua barang dan jasa yang dihasilkan dan merupakan ukuran kegiatan perekonomian yang paling luas dan ukuran utama dari kesehatan ekonomi suatu negara.

Secara umum bisa dikatakan jika GDP suatu negara meningkat maka perekonomian negara tersebut sedang menguat, dan permintaan mata uang negara tersebut juga akan meningkat yang berarti nilai tukarnya akan menguat. Sebaliknya jika GDP menyusut atau negatif, nilai tukar mata uang negara tersebut akan cenderung melemah.
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 13 May 2020 13:38
 
 

Emas Naik Di Tengah Ketakutan Covid-19 Gelombang Kedua

PDFCetak

Rabu, 13 May 2020 11:21

GOLD-SILVEREmas turun pada Selasa pagi di Asia, dan melepaskan kenaikannya dari awal sesi.

Emas berjangka naik 0,07% di $ 1,705.65 dengan kehawatiran gelombang kedua kasus COVID-19.

Sementara Spot XAU/USD semalam naik setinggi 1.710 sebelum ditransaksikan lebih rendah pagi ini dikisaran 1.703 saat berita ditulis.

Saham-saham, yang biasanya bergerak berlawanan dengan emas, terpantau variatif tetapi sebagian besar melanjutkan penurunan mereka dari Selasa pagi.

China dan Korea Selatan berebut untuk menampung wabah gelombang kedua yang menyebar selama akhir pekan, dengan otoritas kesehatan China menyerukan kewaspadaan pada hari Selasa untuk mencegah peningkatan jumlah.

Sementara itu, Korea melaporkan 26 kasus baru pada 12 Mei.

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 13 May 2020 12:23
 
   

PM Selandia Baru : Anggaran Akan Fokus Pada Lapangan kerja dan Merangsang Ekonomi

PDFCetak

Rabu, 13 May 2020 10:56

NZD.01Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pada hari Rabu bahwa anggaran tahunan akan berinvestasi untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan membuat ekonomi berjalan, tetapi memperingatkan negara itu akan memasuki "musim dingin yang sangat sulit".

Pemerintah terlihat mengeluarkan miliaran dolar stimulus pada anggaran tahunannya pada hari Kamis untuk meredam pukulan ekonomi dari pandemi coronavirus.

"Selandia Baru akan memasuki musim dingin yang sangat sulit," kata Ardern dalam pidato pra-anggarannya.

Ardern mengatakan anggaran 2020 akan terlihat untuk mempercepat lapangan kerja, memberdayakan bisnis, dan merangsang ekonomi.

"Proyeksi menunjukkan guncangan ekonomi kita bisa tajam, tetapi mudah-mudahan pendek," kata Ardern.

 
 

Dolar AS Bergerak Defensif Jelang Pidato Powell, Ditengah Isu "Suku Bunga Negatif"

PDFCetak

Rabu, 13 May 2020 10:44

USD-1Dolar berada pada posisi defensif terhadap para pesaingnya pada hari Rabu karena para investor fokus pada pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell di tengah meningkatnya spekulasi bahwa Amerika Serikat suatu hari nanti dapat mengadopsi suku bunga negatif.

Mata uang yang peka terhadap risiko tidak memiliki momentum sebagai peringatan dari pejabat tinggi kesehatan A.S. tentang bahaya pembukaan kembali ekonomi yang terlalu dini berfungsi sebagai pengingat akan ketidakpastian yang dihadapi ekonomi yang telah dirusak oleh coronavirus.

Dolar diperdagangkan di 107,15 yen, setelah tergelincir dari puncak Selasa di 107,76, tertinggi sejak 24 April.

Euro berpindah posisi ke $ 1,0848 setelah naik sekitar 0,4% di sesi sebelumnya.

Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa kembali mendorong Federal Reserve untuk mengadopsi suku bunga negatif, topik hangat di pasar keuangan sejak minggu lalu.

 
   

Halaman 10 dari 2046

© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.