A A A
Home Trading

Berita

Harga Emas Masih Terdukung Ekspektasi Perlambatan Kenaikan Suku Bunga AS

PDFCetak

Rabu, 12 Desember 2018 11:04

GOLD.10Harga emas masih bertahan di atas area level 1.240 pada perdagangan kemarin dan pagi ini. Emas masih didukung oleh adanya ekspektasi bahwa Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (the Fed) akan memperlambat rencana kenaikana suku bunga di tahun depan.

Harga emas di pasar spot naik setinggi USD 1.249 per ounce pada Selasa kemarin, namun terpantau sedikit lebih rendah pada perdagangan pagi ini dan bergerak dikisaran 1.244 saat berita ditulis. Sedangkan untuk harga emas berjangka naik 0,3 persen ke level USD 1.253,10 per ounce.

"Rencana kenaikan suku bunga the Fed mengurangi ekspektaasi pelaku pasar untuk kenaikkan selama 18 bulan ke depan dan telah membuat dolar AS mengalami tekanan sehingga mendorong harga emas," jelas Marcus Garvey, analis di ICBC Standard Bank.

Semenetara Dolar rebound seiring Poundsterling yang turun ke level terlemahnya dalam hampir 1-1/2 tahun, Rebound Dollar terjadi setelah membukukan penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari tiga bulan pekan lalu karena data ekonomi AS yang lemah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 12 Desember 2018 11:12
 
 

Minyak Naik Lebih dari 1 persen Pada Pemotongan Pasokan OPEC

PDFCetak

Rabu, 12 Desember 2018 10:44

CRUDE.OIL.10Harga minyak naik lebih dari 1 persen pada hari Rabu, terangkat oleh ekspektasi bahwa pemotongan pasokan yang dipimpin OPEC yang diumumkan pekan lalu untuk 2019 akan menstabilkan pasar serta harapan bahwa ketegangan perdagangan China-Amerika yang berjalan lama bisa berkurang.

Gangguan terhadap ekspor minyak Libya setelah milisi lokal merebut ladang minyak terbesar negara itu, El Sharara, juga meningkatkan harga, kata para pedagang.

Minyak mentah Brent internasional berjangka (LCOc1) berada di $ 60,89 per barel naik 69 sen, atau 1,15 persen dari penutupan terakhir mereka.

US crude futures West Texas Intermediate (WTI) (CLC1) berada di $ 52,25 per barel, naik 60 sen, atau 1,2 persen.

Harga yang lebih tinggi datang di tengah peningkatan yang lebih luas di pasar saham Asia setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara bahwa pembicaraan perdagangan dengan China terjadi untuk meredakan perselisihan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Inti ke pasar minyak adalah keputusan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan beberapa produsen non-OPEC termasuk Rusia pekan lalu untuk mengurangi pasokan sebesar 1,2 juta barel per hari (bpd).

 
 

Saham Asia Menguat Pada Harapan Negosiasi Perdagangan China-AS

PDFCetak

Rabu, 12 Desember 2018 10:32

ASIA-STOCK.2Pasar saham Asia rally pada Rabu karena Presiden AS Donald trump terdengar optimis tentang kesepakatan perdagangan dengan China, sementara sterling berjuang dengan risiko kudeta terhadap Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Dalam wawancara dengan Reuters, Trump mengatakan pembicaraan sedang berlangsung dengan Beijing melalui telepon dan dia tidak akan menaikkan tarif pada impor Cina sampai dia yakin tentang sebuah kesepakatan.

Trump juga mengatakan dia akan campur tangan dalam kasus Departemen Kehakiman melawan seorang eksekutif puncak di Huawei Technologies China jika itu akan melayani kepentingan keamanan nasional atau membantu menutup kesepakatan perdagangan.

Pengadilan Kanada pada hari Selasa memberikan jaminan kepada eksekutif dalam sebuah langkah yang dapat membantu menenangkan para pejabat Cina yang marah karena penangkapannya.

Berita itu cukup untuk mendorong kenaikan setelah hari-hari kerugian dan indeks MSCI yang paling luas dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 1 persen.

 
   

Rangkuman Perdagangan Selasa dan Fokus Data Ekonomi Rabu

PDFCetak

Rabu, 12 Desember 2018 08:59

FOREX.7Perdagangan Selasa (11/12) US Dollar menguat dan berada di dekat tertinggi satu bulan terhadap rivalnya, didukung oleh rebound dalam Yields AS dan rilis data ekonomi yang cukup positif, serta kelemahan pound karena ketidakpastian tentang Brexit terus berlanjut

Keputusan Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk menunda voting parlemen terkait dengan rencana Brexit-nya, karena potensi kekalahan jika melakukan voting pada hari Selasa (11 Desember) semakin memicu kekhawatiran di kalangan para pelaku pasar.

Selain itu, adanya sebuah pernyataan dari Kepala Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker yang menolak untuk melakukan renegosiasi kesepakatan Brexit juga semakin membuat May yang tengah mencari dukungan untuk melakukan renegosiasi terpojok, di mana hal ini semakin menambah ketidakpastian seputar Brexit yang menjadi katalis utama pergerakan  Sterling selama beberapa sesi terakhir ini.

Menambah tekanan pada PM May dan Pounds, Media setempat pada Selasa melaporkan bahwa rekan-rekan parlemen May percaya mereka memiliki jumlah yang cukup untuk mengakomodir "mosi tidak percaya" dalam kepemimpinan May.

Di sektor Data Ekonomi, rilis data Inflasi Produsen AS dilaporkan lebih tinggi dari perkiraan (Act: 0.1% / F'Cast: 0.0% / Prev: 0.6), sementara  indeks harga produsen inti untuk permintaan akhir meningkat 0,3% bulan lalu, di atas perkiraan ekonom 0.1%. Dalam 12 bulan hingga November, PPI inti naik 2,7%.

Indeks dolar AS, yang mengukur kinerja USD terhadap enam mata uang utama, naik 0,22% menjadi 97,55 semalam  tertinggi sejak 13 November dan bertahan di area level tersebut hingga pagi ini..

GBP/USD turun 0,29% menjadi $ 1,2480 menjelang penutupan sesi AS pagi tadi, sementara EUR/USD juga turun 0,29% menjadi $ 1,1305.

Yields Treasury 10-tahun AS naik tipis menjadi 2,889 persen saat ini setelah naik lebih dari 2 basis poin pada hari Selasa. Yields telah turun ke level terendah tiga bulan di 2,825 persen pada awal pekan ini, dengan komentar dovish dari pejabat Fed dan data AS yang semakin memperkuat pandangan tentang perlambatan siklus pengetatan.

Fokus Data Ekonomi Hari Ini :

  1. 06.30 WIB - AUD Westpac Consumer Sentiment(Act: 0.1% / F'Cast: -  / Prev:2.8%)
  2. 20.30 WIB - USD CPI m/m (F'Cast: 0.0% / Prev: 0.3%)
  3. 20.30 WIB - USD Core CPI m/m (F'Cast: 0.2% / Prev: 0.2%) 
 
 

Rilis Data AUD - Westpac Consumer Sentiment

PDFCetak

Rabu, 12 Desember 2018 08:58

AUD Westpac Consumer Sentiment (Act: 0.1% / F'Cast: -  / Prev:2.8%)

AUD-ECONOMY.1Westpac Consumer Sentiment bulan November 2018 dirilis Jelek, lebih rendah dari bulan sebelumnya

Ini merupakan data perubahan tingkat indeks difusi berdasarkan konsumen yang disurvei; Kepercayaan finansial adalah indikator utama belanja konsumen, yang menyumbang mayoritas aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Survei terhadap sekitar 1.200 konsumen yang meminta responden untuk menilai tingkat relatif kondisi ekonomi masa lalu dan masa depan, pekerjaan, dan iklim untuk pembelian besar.

 
   

Halaman 7 dari 1606

© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.