A A A
Home Trading Berita Mata uang

Currency

GBP/USD Kembali Dilanda Tekanan Jual

PDFCetak

Jumat, 14 Desember 2018 16:26

GBP-USD.1GBP/USD berada di bawah tekanan jual berat memasuki sesi Eropa soare ini, penembusan support SMA 100-jam yang ditempatkan di 1,2602 dan sekarang mencetak terendah baru dua hari di 1,2570 karena sentimen bearish kembali menaungi di tengah bangkitnya permintaan dolar AS Vs mata uang utama lainnya. Saat berita ini ditulis pair GBP/USD bukukan penurunan sebesar 0.35% bergerak dikisaran 1.2575.

Permintaan USD meningkat di sesi Eropa, sebagian besar karena penurunan tajam dalam pasangan EUR/USD ke level 1,12 setelah rilis data PMI Perancis, Zona Euro, dan Jerman lemah yang mengkonfirmasi kekhawatiran ECB terhadap prospek ekonomi.

Lebih jauh lagi, ketidakpastian yang membayangi di seputar backstop perbatasan Irlandia dan komentar terbaru oleh Deputi PM Inggris David Lidington, berkolaborasi dengan nada bearish di sekitar Pounsdterling sore ini./R

 
 

Probabilitas Rate Hike ECB Turun, EUR/USD Merosot di Awal Sesi Eropa

PDFCetak

Jumat, 14 Desember 2018 16:12

EUR-USD.04Euro terpantau melemah di awal sesi Eropa Jum'at siang ini. Pair EUR/USD saat ini berada dikisaran 1.1287 turun dari kisaran 1.1360 di sesi sebelumnya setelah pengumuman kebijakan ECB yang dinilai dovish. 

Tekanan Euro siang ini makin bertambah pasca rilis data ekonomi sektor PMI Perancis, Zona Euro, dan Jerman yang hampir semua nya berwarna merah dan semakin mengkonfirmasi kekhawatiran ECB.

Ekspektasi untuk kenaikan suku bunga tahun depan saat ini diturunkan. Futures pasar keuangan zona euro siang ini menetapkan probabilitas ~ 60% kemungkinan bagi ECB untuk menaikkan suku bunga tahun depan dan itu adalah penurunan besar dari probabilitas ~ 75% yang terlihat kemarin setelah rapat ECB. Draghi dinilai dovish pada pernyataannya kemarin.

Sesuai ekspektasi, ECB memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya pada bulan Desember 2018 ini. Bank sentral tersebut juga mengakhiri program pembelian aset, yang sekaligus menandai berakhirnya era QE (Quantitative Easing). Namun, pernyataan dovish yang menyusul pengumuman kebijakan tersebut, telah menyeret turun EUR/USD ke level rendah 1.1330 dan berlanjut siang ini.

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 17 Desember 2018 09:07
 
 

US Dollar Menguat, Fokus Pasar Beralih ke FOMC

PDFCetak

Jumat, 14 Desember 2018 11:28

USD-2Dolar menguat terhadap sebagian besar mitra utama pada hari Jumat karena fokus investor bergeser ke kenaikan suku bunga AS yang diperkirakan minggu depan, meskipun kenaikan cenderung dibatasi pada ketidakpastian yang lebih besar tentang prospek kebijakan tahun depan.

Greenback menemukan dukungan luas karena euro dan pound berada di bawah tekanan, setelah komentar Dovish dari presiden Bank Sentral Eropa tentang prospek zona euro dan kekhawatiran baru tentang Harg Brexit.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian mereka dari isu-isu perdagangan global langsung ke pertemuan Federal Reserve pada 18-19 Desember.

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, kenaikan suku bunga keempatnya tahun ini meskipun fokus yang lebih besar akan berpusat pada prospek kebijakan untuk 2019, di mana ada lebih banyak ketidakpastian.

Yen sedikit menguat di 113,57 terhadap mata uang AS. Dolar telah menguat 1,2 persen terhadap mata uang Jepang dalam enam sesi perdagangan terakhir karena perbedaan suku bunga antara AS dan Jepang membuat greenback lebih menarik daripada yen.

 
   

Euro menguat Setelah Italia Menurunkan Target Defisit, Fokus Pertemuan ECB

PDFCetak

Kamis, 13 Desember 2018 12:02

EUR-USD.05Euro menguat terhadap dolar pada perdagangan sesi Asia Kamis siang ini, dengan Pair EUR/USD naik setinggi 1.1377 saat berita ditulis, melanjutkan kenaikan semalam setelah Italia menurunkan target defisit untuk tahun depan dan mengatakan pihaknya mengharapkan Komisi Eropa untuk menerima proposal anggaran 2019 yang baru.

Pemerintah Italia menawarkan untuk menurunkan target defisit tahun depan menjadi 2,04 persen dari produk domestik bruto, di bawah tingkat 2,4 persen yang ditolak Komisi Eropa karena terlalu tinggi.

Namun, Laju Euro hari ini masih dibatasi oleh kehati-hatian menjelang pertemuan kebijakan yang dipantau cermat oleh Bank Sentral Eropa malam nanti.

ECB diperkirakan akan secara formal mengakhiri skema pembelian obligasi mewahnya pada Kamis tetapi akan mengambil pandangan yang semakin suram pada pertumbuhan, meningkatkan kemungkinan bahwa langkah berikutnya dalam memangkas stimulus akan tertunda.

 
 

Pounds Menguat Atas Kemenangan PM May Pada Voting 'Mosi Tidak Percaya"

PDFCetak

Kamis, 13 Desember 2018 11:44

GBP-USD.10Pound bergerak lebih tinggi pada Kamis pagi ini karena investor menarik napas lega setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May selamat dari Voting mosi tidak percaya.

Sterling rally dari low 20-bulan dan naik setinggi $1.2672 kemarin setelah kemenangan PM May atas Voting Mosi tidak Percaya terhadap kepemimpinan-nya dengan hasil 200 Voter memilih percaya dan 117 Voter memilih tidak percaya.

Hal ini dinilai memberinya lebih banyak waktu untuk mencoba mencari kesepakatan Brexit lebih ke parlemen. Pound Inggris memegang keuntungan di awal perdagangan Asia pagi ini, ditransaksikan di kisaran $ 1,2629 setelah di sesi sebelumnya turun serendah $1.2477.

Namun, Gain sterling diperkirakan akan singkat, karena May belum membuat kemajuan lebih untuk mendapatkan persetujuan baru atas Brexit dari Uni Eropa melalui parlemen, dan ini dinilai meningkatkan risiko keluarnya kekacauan pada bulan Maret.

"Faktanya tetap bahwa Uni Eropa sangat tidak mungkin untuk menawarkan anggota parlemen meyakinkan menuntut di backstop Irlandia," kata analis di ING, menambahkan ada risiko bahwa pemilihan parlemen pada kesepakatan Brexit tidak akan terjadi sampai nanti di Kuartal Pertama 2019.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 13 Desember 2018 16:05
 
   

Halaman 9 dari 1015

© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.