A A A
Home Trading Berita Mata uang Sterling Kembali Dibawah Tekanan karena Rilis PDB yang Melemah

Sterling Kembali Dibawah Tekanan karena Rilis PDB yang Melemah

PDFCetak

GBP-USD.2Sterling berada di bawah tekanan di awal perdagangan Eropa pada hari Selasa, dengan rilis angka produksi domestik bruto akhir yang menunjukkan bahwa kontraksi pada kuartal pertama lebih dalam dari perkiraan.

PDB negara Inggris turun 2,2% pada kuartal pertama 2020 karena wabah Covid-19, menurut estimasi revisi yang dirilis oleh Kantor Statistik Nasional Selasa.

Angka ini direvisi turun dari perkiraan sebelumnya penurunan 2% dan menandai kontraksi triwulanan terbesar ekonomi INggris sejak 1979.

GBP/USD turun 0,2% pada 1,2276, tepat di atas terendah satu bulan 1,2252 pada hari Senin, dan turun hampir 2% selama minggu terakhir. Semetara EUR/GBP turun 0,1% menjadi 0,9133, setelah naik ke tertinggi tiga bulan di 0,9175 pada hari Senin, dan naik 1,6% pada minggu ini.

Pound telah terbebani oleh sejumlah faktor akhir-akhir ini, paling tidak adalah kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh penutupan terkait dengan coronavirus dan cara pemerintah menangani wabah tersebut.

Ada kekhawatiran tentang bagaimana pemerintah Inggris akan membayar untuk program infrastruktur yang direncanakan mengikuti janji Perdana Menteri Boris Johnson untuk meningkatkan pengeluaran. Johnson akan memberikan pidato utama pada topik tersebut Selasa malam.

"Ini adalah momen untuk pendekatan Rooseveltian ke Ekonomi Inggris," kata Johnson, Senin, merujuk pada program 'New Deal' mantan Presiden AS Franklin D. Roosevelt, dengan proyek pekerjaan umumnya yang menciptakan pekerjaan membantu Amerika Serikat pulih dari Great Depresion.

Di atas semua ini, ada ketidakpastian besar seputar hubungan perdagangan Inggris dengan Uni Eropa karena sedikit kemajuan telah dicapai dalam menyepakati pakta perdagangan.

"Memang, pejabat pemerintah paling senior (dianggap sebagai Brexiteer lunak) sekarang digantikan oleh David Frost yang lebih hawkish, kepala negosiator AS di Brexit," kata analis di Danske Bank, dalam sebuah catatan penelitian.

Di tempat lain, indeks dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, naik 0,1% pada 97,65. EUR/USD turun 0,3% menjadi 1,1212, sementara USD/JPY naik 0,1% pada 107,64.

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan pada Senin malam bahwa prospek ekonomi terbesar dunia adalah "sangat tidak pasti" dan akan bergantung baik pada penanggulangan virus corona dan pada upaya pemerintah untuk mendukung pemulihan. [ang]

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.