A A A
Home Trading Berita Mata uang Euro jatuh terhadap franc Swiss karena lonjakan korban virus corona di China

Euro jatuh terhadap franc Swiss karena lonjakan korban virus corona di China

PDFCetak

EUR-USD.02Euro jatuh ke level terendah empat setengah tahun terhadap franc Swiss pada perdagangan hari Kamis dan yen menguat karena investor mencari tempat berlindung yang aman setelah provinsi Hubei di Cina, pusat penyebaran wabah coronavirus, melaporkan peningkatan tajam dalam jumlah kasus baru.

Dengan menggunakan metode diagnosis baru, provinsi tersebut melaporkan adanya 14.840 kasus baru virus pada 12 Februari, naik dari 1.638 kasus baru pada hari Selasa. Jumlah kematian di provinsi ini juga meningkat 242 orang, sehingga total jumlah kematian di China menjadi 1.367.

"Secara keseluruhan, berita baru ini memudarkan reaksi semalam," kata Elsa Lignos, kepala global strategi FX di RBC Capital Markets.

Seperti biasa langkah awal pasar adalah membuang aset berisiko. Setelah melemah ke level tiga setengah minggu sehari sebelumnya, yen menguat 0,3% terhadap dolar pada hari Kamis menjadi 109,77 yen.

Euro turun ke 1,0622 franc, di bawah level terendah 2016 di 1,0623 dan level terendah sejak Agustus 2015.

"Ketika Anda melihat angka-angka korban yang melonjak, Anda tidak bisa tidak bergerak ke perdagangan penghindaran resiko, yang berarti membeli yen dan menjual saham," kata Ayako Sera, ahli strategi pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank di Tokyo.

Di pasar darat, yuan tergelincir 0,13% menjadi 6,9809 per dolar. Yuan lepas pantai turun 0,14% menjadi 6,9830.

Sementara Dolar Australia, yang banyak digunakan sebagai proksi untuk risiko pada aset Cina, turun 0,22% menjadi $ 0,6724. Dolar Selandia Baru tergelincir 0,2% menjadi $ 0,6453. [ang]

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.