A A A
Home Trading Berita Mata uang US Dollar Stabil Setelah Melemah Semalam karena Nada Dovish Fed

US Dollar Stabil Setelah Melemah Semalam karena Nada Dovish Fed

PDFCetak

USD-8Setelah jatuh pada hari Rabu, US Dolar stabil terhadap enam mata uang utama dan bergerak di kisaran 95,90 pada sesi Asia kamis siang ini. Itu naik tipis terhadap mata uang Jepang yang saat ini berada dikisaran ¥ 110,43. Euro naik 0,14 persen pada hari ini di $ 1,1430.

Sementara sterling rebound dari penurunan tajam pada hari Rabu setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May meminta Uni Eropa untuk menunda Brexit sampai 30 Juni, perpanjangan yang lebih pendek dari yang diperkirakan beberapa pasar. Mei kemudian mengatakan dia "tidak siap untuk menunda Brexit lebih jauh." Pound naik 0,11 persen pada $ 1,3211.

Dolar menopang kerugian besar di Asia pada hari Kamis setelah didorong oleh prediksi kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, yang kian menahan diri atau dovish.

Setelah menggelar rapat bulanan yang berakhir kemarin, The Fed menahan suku bunganya tetap pada <2.50% sesuai dengan ekspektasi.

Namun ternyata The Fed juga memangkas proyeksi kenaikan suku bunga untuk tahun 2019. Hal tersebut terlihat dari dot plot (proyeksi arah suku bunga jangka menegah) The Fed yang berubah. Jika pada dot plot Desember 2019 proyeksi suku bunga The Fed berada di median 2,875% pada akhir 2019, pada dot plot terbaru proyeksinya turun menjadi 2,375%.

Artinya sampai akhir tahun 2019, kemungkinan besar tidak ada peningkatan suku bunga acuan. Tak hanya itu, The Fed juga menyebutkan akan menghentikan program quantitative easing (kebijakan moneter longgar) pada September.

Salah satu penahan melemahnya USD bahwa bank sentral lain di seluruh dunia juga telah berubah jelas dovish dalam beberapa bulan terakhir karena pertumbuhan melambat di mana-mana.

"Nada yang lebih berhati-hati dan menurunkan prospek ekonomi AS akan membatasi kenaikan dolar," kata ahli strategi mata uang senior CBA Joseph Capurso.

"Namun, dengan pertumbuhan ekonomi yang sama lemahnya di tempat lain termasuk Eropa, Cina, Australia dan Jepang dipertanyakan apakah dolar akan terdepresiasi sampai tingkat yang signifikan."/R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.