A A A
Home Trading Berita Mata uang Dolar AS masih melemah dikarenakan Data Inflasi yang mengecewakan

Dolar AS masih melemah dikarenakan Data Inflasi yang mengecewakan

PDFCetak

USD-5Pada perdagangan hari Jumat US Dolar melanjutkan penurunan terhadap mata uang lainnya setelah data inflasi lebih lemah dari yang diperkirakan membuat investor khawatir bahwa Federal Reserve dapat memperlambat kenaikan suku bunga.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,06% menjadi 94,37.

Rilis data pada hari Kamis menunjukkan bahwa harga konsumen di AS pada bulan Agustus naik kurang dari yang diharapkan, meningkat hanya 0,2% dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan 0,3%.

Angka inflasi yang mengecewakan ini dirilis hanya sehari setelah data menunjukkan indeks harga produsen turun 0,1% bulan lalu, meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve dapat mengurangi kebijakan moneternya.

Investor juga melihat potensi pelemahan kembali karena rilisan data penjualan ritel, impor dan harga ekspor dan produksi industri yang akan dirilis pada pukul 19.30 WIB nanti.

Sementara itu upaya pembicaraan perdagangan antara AS dan China mendingin setelah Presiden AS Donald Trump men-tweet bahwa negara "tidak berada di bawah tekanan untuk membuat kesepakatan dengan China."

China telah menerima undangan untuk pembicaraan perdagangan baru akhir bulan ini dalam upaya untuk mencegah tarif baru tetapi sebuah editorial di surat kabar milik negara China Daily mengatakan bahwa Beijing tidak akan "menyerah pada tuntutan AS."

Euro dan sterling diperdagangkan lebih tinggi karena dolar yang lebih lemah, setelah Bank of England dan Bank Sentral Eropa memilih untuk mempertahankan suku tetap pada hari Kamis.

EUR / USD naik tipis 0,12% ke tertinggi dua minggu di 1.1720, sementara GBP / USD naik 0,14% menjadi 1,3137.

Lira Turki turun sedikit setelah melonjak pada Kamis setelah bank sentral negara menaikkan suku bunga lebih dari yang diperkirakan. USD/TRY naik 0,08% menjadi 6,0863.

Peningkatan suku bunga bank terjadi setelah Presiden Turki Tayyip Erdogan mengeluarkan perintah membatasi penggunaan mata uang asing dalam transaksi domestik, mendorong penurunan mata uang. [ang]

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.