A A A
Home Trading Berita Mata uang

Currency

Dolar semakin kokoh terhadap mata uang utama lainnya

PDFCetak

Jumat, 18 May 2018 20:31

USD.112US Dolar semakin kokoh dengan penguatannya pada hari Jumat, diperdagangkan menembus level tertinggi lima bulan, yang tercapai semalam di 93,46.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadapenam mata uang utama, naik ke level 93.80 pada saat berita ini ditulis.

Dolar melonjak lebih dari 1% minggu ini, karena imbal hasil obligasi mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun. Hasil pada catatan Treasury 10-tahun patokan Amerika Serikat mencapai tertinggi semalam 3,126.

Kenaikan imbal hasil obligasi, bersama dengan data ekonomi positif dan meningkatnya inflasi, telah mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dan memperketat kebijakan moneter.

The Fed menaikkan suku bunga pada bulan Maret dan diperkirakan akan menaikkan suku dua kali lebih banyak, dengan beberapa investor memperkirakan kenaikan ketiga.

Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi cenderung mendorong dolar dengan membuat mata uang lebih menarik bagi investor yang mencari imbal hasil.

Dolar naik terhadap yen safe haven, dengan USD / JPY meningkat 0,18% menjadi 110,96 setelah Jepang melaporkan data inflasi yang gagal memenuhi target inflasi 2%.

Euro semakin melemajh dengan EUR / USD turun ke 1,1757, sementara sterling diperdagangkan lebih rendah, dengan GBP / USD turun 0,15% menjadi 1,3460. [ang]

 
 

Penguatan US Dollar Masih Mendominasi Pasar Keuangan

PDFCetak

Jumat, 18 May 2018 11:16

USD.12US Dolar masih belum terkalahkan, tetap menguat terhadap rival currency-nya hingga perdagangan Jumat pagi ini, dukungan masih tetap berasal dari kenaikan yield US Treasury yang konsisten.

"Gerak yield obligasi AS masih jadi fokus. Jika ada kenaikan lagi, maka Dolar akan menguat dan lebih tinggi lagi terhadap terutama terhadap Yen," kata Shinichiro Kadota, Ahli Strategi Forex di Barclays Tokyo.

USD lebih tinggi terhadap yen saat brita ini ditulis, dengan USD/JPY bergerak dikisaran 110.95 dengan mencatat kenikan 0.15%, melanjutkan kenaikannya semalam.

Kenaikan yield merefleksikan bahwa optimisme terhadap ekonomi AS masih berlanjut, dan kenaikan suku bunga The Fed masih mungkin dilakukan dua kali lagi tahun ini. Yield obligasi US Treasury menyentuh level tinggi 3.128 persen di sesi Asia hari ini.

Yields obligasi 10-tahun AS telah naik sekitar 15 basis poin minggu ini, menempatkannya di jalur untuk kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari tiga bulan.

Euro naik tipis 0,1 persen menjadi $ 1,1805. Pada hari Rabu Euro telah menetapkan level terendah lima bulan di $ 1,1763 karena mendapat tekanan pada kekhawatiran tentang tuntutan partai-partai populis yang kemungkinan akan membentuk pemerintahan Italia berikutnya.

 
 

US Dollar Sedikit Lebih Rendah, Euro Berusaha Bangkit Namun Masih Terbebani Politik Italia

PDFCetak

Kamis, 17 May 2018 12:15

EUR-USD.01US Dollar sedikit lebih rendah pada perdagangan pagi kamis pagi ini ditengah usaha Pemulihan Euro terhadap Dolar, setelah terjun ke level rendah sejak tanggal 18 Desember tadi malam.

Euro terus melemah sehubungan dengan kekhawatiran perkembangan politik di Italia dan USD yang terus menguat terdukung oleh kenaikan yield obligasi pemerintah yang menembus batas atas 3 persen dan melesat ke level tinggi tujuh tahun.

Saat berita ini ditulis Indeks Dollar AS berada di 93.26, turun dari puncak tertinggi lima bulan yang diraih semalam di 93.63.

Sementara Euro, saat ini naik 0.12% bergerak dikisaran 1.1822, berusaha bernajak bangkit dari level terendah sejak Desember di 1.1762 yang diselami semalam.

Meski demikian, analis mengatakan "Euro masih punya potensi untuk turun lebih rendah lagi karena para pelaku pasar masih tampak memiliki banyak posisi Long pada Euro untuk dilikuidasikan," kata Yukio Ishizuki, Ahli Forex dari Daiwa Securities di Tokyo.

"Namun walau situasi di Italia menekan Euro, Partai 5-Star Movements masih mengamati perjuangan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa dan tampaknya belum ingin mengejar agenda yang sama. Jika terbukti demikian, maka perkembangan politik Italia boleh jadi akan relatif baik." lanjut Ishizuki.

 
   

Dolar Melonjak Lebih Tinggi Setelah Data Ritel AS

PDFCetak

Selasa, 15 May 2018 20:54

USD.113Dolar AS naik ke tingkat terbaik pada hari Selasa, mendekati tertinggi empat setengah bulan minggu lalu setelah laporan penjualan ritel AS yang sedikit lebih kuat dari perkiraan.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, naik 0,58% menjadi 93,30, mendekati tertinggi Rabu lalu di 93,42, tertinggi sejak 19 Desember 2017.

Departemen Perdagangan melaporkan bahwa penjualan ritel naik 0,3% pada bulan April, angka bulan sebelumnya direvisi naik menjadi 0,8% dari 0,6% yang dilaporkan sebelumnya.

Penjualan ritel inti naik 0,4% bulan lalu, tetapi angka April direvisi naik menjadi 0,4%, dari 0,2% sebelumnya.

Laporan menunjukkan bahwa belanja konsumen berada di jalur untuk pulih setelah hasil yang lunak pada kuartal pertama.

Data ini mendorong hasil Treasury AS lebih tinggi, dengan imbal hasil pada obligasi Treasury AS 10-tahun mencapai 3,047%, terbesar sejak awal 2014 pada meningkatnya ekspektasi inflasi.

Dolar naik ke tertinggi tiga bulan terhadap yen, dengan USD / JPY naik 0,51% menjadi 110,21.

Euro jatuh ke posisi terendah satu minggu, dengan EUR / USD turun 0,68% menjadi 1,1846.

 
 

Dolar turun lebih dalam menjauhi level tertinggi 4-1/2 bulan.

PDFCetak

Senin, 14 May 2018 21:31

USD.111Dolar menuju hari keempat berturut-turut terhadap mata uang utama pada hari Senin karena risk appetite yang bangkit kembali dan investor mempertanyakan apakah reli baru-baru ini oleh greenback telah kehabisan tenaga.

Sebelumnya indeks dolar menguat terhadap enam mata uang utama mencapai tertinggi 4-1/2 bulan pada Rabu minggu lalu, karena kenaikan hasil Treasury AS menyoroti kesenjangan suku bunga yang lebar antara Amerika Serikat dan negara-negara lain.

Namun penguatan tersebut terhalang oleh data harga konsumen AS bulan April yang diterbitkan pekan lalu yang membuat adaya keraguan tentang ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku sebanyak empat kali pada 2018.

Indeks turun 0,3 persen pada hari Senin menjadi 92,27, mundur lebih jauh dari puncak 2018 pekan lalu.

Tumbuhnya kekhawatiran tentang defisit anggaran AS, yang diproyeksikan menjadi hingga lebih dari $ 1 triliun pada tahun 2019 karena pengeluaran royal pemerintah dan pemotongan pajak perusahaan besar, juga meruntuhkan dolar bersama dengan kekhawatiran tentang defisit negara saat ini.

Para ekonom mengatakan pemotongan pajak dan rencana pengeluaran Presiden Donald Trump dapat menjadi bumerang karena terlalu panasnya ekonomi yang sudah kuat dan menyebabkan kenaikan inflasi yang tidak diinginkan. [ang]

 
   

Halaman 1 dari 952

© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.