A A A
Home Trading Berita Mata uang

Currency

Poundsterling naik ditengah gejolak politik atas Brexit

PDFCetak

Senin, 19 November 2018 14:51

GBP-BREXIT.2Sterling diperdagangkan menguat di $ 1,2853 setelah gejolak politik atas Brexit menyebabkan kerugian besar pekan lalu.

Pada hari Minggu Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan bahwa menggulingkan dirinya akan berisiko menunda Brexit. Hal tersebut dikatakannya ditengah kemungkinan adanya tantangan kepemimpinan dari dalam partainya sendiri.

"Ini tidak akan membuat negosiasi [Brexit] lebih mudah dan tidak akan mengubah aritmatika parlemen," katanya.

Mata uang pounsterling diperkirakan akan tetap di bawah tekanan sampai pasar mendapat kejelasan lebih lanjut tentang kemajuan kesepakatan Brexit, CMC Markets McCarthy mengatakan.

Pada hari-hari sejak PM May meluncurkan rancangan kesepakatan perpisahan dengan Uni Eropa, jabatan perdana menterinya telah masuk ke dalam krisis. Beberapa menteri, termasuk menteri Brexit, telah mengundurkan diri dan beberapa anggota parlemen berusaha untuk menggulingkannya.

Dengan kedua anggota parlemen pro-Uni Eropa dan pro-Brexit tidak senang dengan rancangan perjanjian perpisahannya dengan Uni Eropa, membuat ketidakjelasan bahwa PM May akan dapat memenangkan dukungan parlemen, sehingga meningkatkan risiko Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa adanya kesepakatan. [ang]

 
 

Yuan tergelincir setelah memburuknya Hubungan AS-China pada pertemuan APEC

PDFCetak

Senin, 19 November 2018 14:28

CHINA-YUAN.4Yuan tergelincir sementara dolar naik pada perdagangan Senin karena hubungan AS-China memburuk selama akhir pekan.  Pasangan USD / CNY diperdagangkan 0,1% lebih tinggi menjadi 6,9445.

Para pemimpin Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) gagal menyetujui sebuah komunike untuk pertama kalinya dalam sejarah, menurut laporan selama akhir pekan.

Perdana Menteri Papua Nugini Peter O’Neill, yang merupakan ketua pertemuan, mengatakan "dua raksasa besar di dalam ruangan" adalah dua anggota APEC yang tidak dapat setuju.

O’Neill menambahkan bahwa Beijing dan Washington tidak dapat menyetujui apakah "Organisasi Perdagangan Dunia dan reformasi Organisasi Perdagangan Dunia" harus dalam Deklarasi Pemimpin.

Presiden AS Donald Trump tidak bergabung dalam pertemuan itu dan Wakil Presiden Mike Pence hadir menggantikannya.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik tipis 0,1% menjadi 96,5.

 
 

Dolar Turun Karena Richard Clarida Wakil Ketua The Fed Mengatakan Suku Bunga Hampir Netral

PDFCetak

Sabtu, 17 November 2018 01:44

USD-7Dolar jatuh pada hari Jumat setelah Richard Clarida, wakil ketua Federal Reserve, mengatakan bahwa suku bunga sudah mendekati netral, tetapi mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga bulan Desember masih mungkin.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,46% menjadi 96,40.

Clarida mengatakan kepada CNBC pada hari Jumat bahwa the Fed belum menaikkan suku bunga terlalu jauh atau cepat tetapi terlalu dini untuk mengetahui apakah mereka harus menaikkan suku bunga terlalu jauh untuk menahan pertumbuhan.

Kisaran 2,5% hingga 3,5% dianggap sebagai level netral yang tidak merangsang atau menghambat ekonomi, katanya.

"Saya berpikir dengan keadaan ekonomi saat ini, dan kemana arah proyeksi the Fed , bahwa netral menjadi hal yang  masuk akal," kata Clarida.

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember dan komentar dari Ketua Fed Jerome Powell telah meningkatkan harapan bahwa bank sentral secara bertahap akan meningkatkan suku bunga pada 2019.

Sementara itu, dalam wawancara terpisah, Presiden Fed Bank of Dallas Robert Kaplan mengatakan perlambatan pertumbuhan di Eropa dan China dapat mempengaruhi ekonomi AS.

Dolar melemah terhadap safe-heaven yen Jepang, dengan USD/JPY jatuh 0,76% ke 112,78. Seperti biasa pada saat terjadi ketidakpastian, investor cenderung untuk berinvestasi dalam yen Jepang, yang dianggap sebagai aset aman selama periode penghindaran risiko.

Di tempat lain, GBP/USD rally 0,63% menjadi 1,2852 meskipun ketidakpastian tumbuh pada apakah Perdana Menteri Theresa May akan dapat meluluskan kesepakatan Brexit di parlemen saat ia menghadapi tantangan kepemimpinan yang potensial.

EUR / USD naik 0,64% menjadi 1,1417 , sementara AUD / USD meningkat 0,44% menjadi 0,7324. [ang]

 
   

Poundsterling Naik Meskipun ada potensi kebuntuan Brexit, US Dollar menguat

PDFCetak

Jumat, 16 November 2018 18:30

GBP-BREXIT.4Sterling menguat pada perdagangan hari Jumat, meskipun ada kekhawatiran terhadap Brexit dan pengunduran diri para pejabat kunci dalam pemerintahan Perdana Menteri Theresa May.

GBP/USD naik 0,34% ke 1,2818 setelah merosot ke 1,2739 pada hari Kamis setelah menteri Brexit Dominic Raab mengundurkan diri. Raab mengatakan dia tidak bisa mendukung draft dari perdana menteri tersebut.

Sementara itu setidaknya 16 anggota Partai Konservatif telah menyerukan mosi tidak percaya pada Mei, meningkatkan peluang negara itu meninggalkan Uni Eropa pada bulan Maret tanpa kesepakatan. Tanpa kesepakatan, Inggris akan pindah ke pengaturan pabean yang ditetapkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia untuk negara-negara eksternal.

Sementara indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,09% menjadi 97,05, karena ketidakpastian perang perdagangan masih ada.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Reuters pada hari Kamis bahwa tanggapan tertulis China terhadap tuntutan AS untuk reformasi perdagangan tidak mungkin mengarah pada kesepakatan dalam pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada KTT G20 akhir bulan ini.

Tarif atas $ 200 miliar barang Cina akan meningkat menjadi 25% dari 10% pada 1 Januari nanti.

Dolar melemah terhadap yen Jepang safe-heaven, dengan USD/JPY jatuh 0,30% ke 113,30. Dalam masa ketidakpastian, investor cenderung berinvestasi dalam yen Jepang, yang dianggap sebagai aset yang aman selama periode penghindaran risiko.

Di tempat lain, EUR / USD turun tipis 0,01% menjadi 1,1326 dan AUD/USD menurun 0,30% menjadi 0,7254. [ang]

 
 

Poundsterling Stabil Pasca Penurunan Tajam

PDFCetak

Jumat, 16 November 2018 10:49

GBP-USD.10

Poundsterling diperdagangkan stabil di sesi Asia pada hari Jumat pagi ini setelah mata uang mengalami penurunan tajam semalam pasca Menteri Urusan Brexit, Dominic Raab, tiba-tiba menyatakan mundur dari jabatannya. Ia mengaku tak bisa menerima draft rencana Brexit PM Theresa May yang telah disepakati oleh Kabinet pada rapat kemarin.

Pounds juga tertekan oleh rilis data Penjualan Ritel Inggris yang turun ke minus 0.5 persen di bulan Oktober 2018. Data tersebut masih di area negatif, dan jauh lebih rendah daripada ekspektasi kenaikan ke 0.2 persen.

Permusuhan dari pemerintah dan anggota parlemen oposisi Inggris meningkatkan risiko bahwa Teks Draft Brexit yang telah disetujui di Kabinet akan ditolak di parlemen, dan berpotensi bahwa Inggris dapat meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret tanpa kesepakatan (Hard Brexit).

Itu membuat sterling rentan terhadap kerugian lebih lanjut. Pair GBP/USD berpindah posisi ke 1,2788 saat ini, setelah turun 1,7 persen pada hari Kamis, persentase penurunan tertajam sejak 11 Oktober 2016. Ini juga kehilangan sekitar nilai yang sama terhadap yen hari sebelumnya.

 
   

Halaman 1 dari 997

© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.