A A A
Home Trading Berita Komoditi

Commodity

Harga Emas Masih Berkonsolidasi di Area Level 1.290

PDFCetak

Selasa, 15 Januari 2019 11:01

GOLD.6Emas terpantau bergerak dalam range konsolidasi. Perdagangan Senin kemarin logam ini sempat menguat dan kembali menguji level resisten di area 1295 hingga level psikologis 1300. Namun untuk kesekian kalinya, logam mulia harus kembali mundur. Emas kemungkinan besar masih memperpanjang pergerakan konsolidatif menjelang Voting Brexit malam nanti.

Spot Gold XAU/USD turun serendah 1.287 semalam setelah sebelumnya naik setinggi 1.295. Saat berita ini ditulis XAU/USD kembali bergerak dikisaran 1.290.

Harga emas di pasar berjangka kontrak Februari 2019 pada Selasa pagi ini menguat tipis sebesar 0,09% di posisi US$ 1.292,3/troy ounce, setelah sebelumnya juga ditutup naik 0,14% pada penutupan perdagangan pagi tadi.

Secara mingguan harga emas sudah naik 0,58% secara point-to-point, sedangkan performa tahunan komoditas ini tercatat minus 3,19%.

Meskipun damai dagang Amerika Serikat (AS)-China membawa aura positif, namun hingga saat ini belum ada kesepakatan yang konkret antara kedua belah pihak.

 
 

Minyak Naik 1 Persen karena Pengurangan Pasokan

PDFCetak

Selasa, 15 Januari 2019 10:38

CRUDE.OIL.7Harga minyak naik 1 persen pada Selasa di tengah pengurangan pasokan yang dipimpin oleh klub produsen OPEC dan Rusia, meskipun prospek ekonomi yang semakin gelap membatasi keuntungan.

Minyak mentah berjangka internasional Brent (LCOc1) berada di $ 59,64 per barel, naik 65 sen, atau 1,1 persen, dari penutupan terakhir mereka.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS (CLc1) berada di $ 51,09 per barel, naik 58 sen, atau 1,2 persen.

"Dampak pemangkasan OPEC + (OPEC dan lainnya termasuk Rusia), sanksi Iran, dan pertumbuhan bulan-ke-bulan yang lebih rendah dalam produksi A.S. akan membantu mendukung harga minyak dari level saat ini," kata bank A.S. J.P. Morgan dalam sebuah catatan.

Klub produsen yang didominasi Timur Tengah dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan beberapa sekutu non-OPEC, termasuk Rusia, sepakat pada akhir 2018 untuk memotong pasokan untuk mengendalikan kekenyangan global.

 
 

Emas Terus Pertahankan Kenaikan

PDFCetak

Senin, 14 Januari 2019 10:59

GOLD.2Harga emas di pasar berjangka untuk kontrak Februari 2019 pada perdagangan Senin pagi sesi Asia ini terpantau menguat tipis sebesar 0,08% di posisi US$ 1.290,6/troy ounce.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu harga emas dunia juga ditutup menguat 0,16% di posisi US$ 1.289,5/troy ounce, sedangkan selama sepekan, harga emas sudah terpangkas 0,01%.

Spot Gold XAU/USD saat ini berada di 1.290, juga naijk tipis dibanding harga pembuakaan pagi tadi di 1.287.

Sepertinya pelaku pasar masih kuat dihantui oleh perlambatan ekonomi dunia yang kian nyata. Ditambah dengan sikap bank sentral AS, The Fed, yang terkesan akan dovish (menahan laju suku bunga) pada tahun ini, membuat pasar memprediksi dolar Amerika Serikat (AS) tidak akan sekuat tahun 2018.

Sikap The Fed kemudian diperkuat dengan rilis data inflasi CPI AS malam ini. Sesuai ekspektasi, inflasi AS bulanan turun di bulan Desember 2018 lalu di -0.1%. Walaupun begitu, indeks Dolar AS sempat melejit beberapa saat setelah data tersebut dirilis.

 
   

Emas Kembali Menguat, Hasil Pembicaraan China-AS Kurang Direspon

PDFCetak

Jumat, 11 Januari 2019 10:56

GOLD-USDPagi ini emas ditransaksikan lebih tinggi, dari sesi penutupan Kamis pagi tadi. Harga emas di pasar berjangka untuk kontrak Februari 2019 menguat sebesar 0,21% di posisi 1.290. Pada penutupan perdagangan kemarin, harga emas dunia ditutup melemah 0,36% di posisi US$ 1.287,4 /troy ounce.

Sementara Spot Gold XAU/USD saat ini juga terpantau naik dan bergerak di kisaran 1.290, setelah semalam turun serendah 1.286.

Hasil positif perang dagang AS-China memang kuat diduga menekan harga emas kemarin. Namun, dengan tidak adanya kontrak perjanjian apapun yang dihasilkan dari perundingan kedua negara kemarin, membuat sentimen negatif terhadap komoditas ini tidak bertahan lama.

Perlambatan ekonomi dunia yang kian nyata masih kuat mendominasi pasar keuangan. Akibatnya, investor masih terkesan ragu-ragu untuk lebih berani berinvestasi pada instrument beresiko lainya.

Ditambah lagi, bank sentral AS (The Fed) diprediksi tidak akan menaikkan suku bunga acuannya tahun ini. Hal itu membuat dolar kurang dipandang.

 
 

Harga Minyak Turun Karena Kekhawatiran Atas Perlambatan Ekonomi

PDFCetak

Jumat, 11 Januari 2019 10:44

CRUDE.OIL.7Harga minyak melemah pada hari Jumat karena kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi menghidup kembali setelah pembicaraan gagal menawarkan langkah-langkah konkret untuk mengakhiri konflik perdagangan China-AS, meskipun pemotongan produksi yang dipimpin OPEC memperkuat sentimen di pasar minyak mentah.

Harga minyak juga didukung oleh komentar dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell pada hari Kamis bahwa bank sentral memiliki kemampuan untuk bersabar pada kebijakan moneter.

Minyak mentah berjangka Brent internasional (LCOc1) berada di $ 61,22 per barel, turun 46 sen, atau 0,75 persen, dari penutupan terakhir mereka. Namun, Brent tetap berada di jalur untuk kenaikan minggu kedua berturut-turut karena naik sekitar 7 persen minggu ini.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS (CLc1) turun 34 sen, atau 0,65 persen, menjadi $ 52,25 per barel. WTI telah naik 9 persen minggu ini, kenaikan mingguan terbesar sejak Desember 2016.

China mengatakan tiga hari perundingan dengan Amerika Serikat yang berakhir pada hari Rabu telah membentuk "dasar" untuk menyelesaikan perbedaan perdagangan. Tetapi itu memberikan beberapa rincian tentang masalah-masalah utama yang dipertaruhkan, termasuk kenaikan tarif AS yang dijadwalkan atas impor Cina senilai $ 200 miliar.

 
   

Halaman 2 dari 539

© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.