A A A
Home Trading Berita Komoditi

Commodity

Emas Bergerak Sideways, Fokus Hasil Negosiasi AS

PDFCetak

Selasa, 26 Februari 2019 11:14

GOLD.6Emas bergerak sidewyas dan sedikit melemah pada perdagangan kemarin. XAU/USD Namun sempat naik hingga diperdagangkan di area 1.332 sebelum sebelum akhirnya ditutup melemah di 1.327 setelah turun serendah 1.325.

Progress negosiasi perang dagang antara AS dan China yang terlihat bergerak menuju jalan positif, telah membuat Dolar AS melorot dan emas menguat. Meskipun demikian, emas belum mampu untuk bergerak lebih karena para investor masih tetap menanti hasil akhir dari negosiasi tersebut.

Harga logam mulia ini tertekan penguatan pasar saham yang juga ditopang kemajuan terbaru dari perundingan perdagangan Amerika Serikat-China.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April, turun 3,30 dollar AS atau 0,25 persen, ditutup pada 1.329,50 dollar AS per ounce.

Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street bergerak di zona hijau seiring laporan perundingan AS-China yang mengalami kemajuan substansial selama putaran terakhir pembicaraan perdagangan tingkat tinggi di Washington yang berakhir pada Minggu (24/2/2019). Hal ini terutama setelah Presiden AS Donald Trump berkicau bahwa pihaknya akan menunda kenaikan tarif bea masuk barang-barang China.

 
 

Minyak Stabil Setelah Aksi Jual; Pasar Melihat Intervensi Trump

PDFCetak

Selasa, 26 Februari 2019 10:14

CRUDE.OIL.3Harga minyak naik tipis pada hari Selasa, menemukan posisi stabil setelah jatuh lebih dari 3 persen pada sesi sebelumnya ketika Presiden AS Donald Trump meminta OPEC untuk mempermudah upayanya untuk mendorong pasar.

Futures Internasional Brent berada di $ 64,95 per barel pada saat ini, naik 20 sen, atau 0,3 persen, dari penutupan terakhir. Brent turun 3,5 persen pada hari Senin ketika harga mencapai $ 64,54 per barel - terendah sejak 15 Februari.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di $ 55,54 per barel, naik 5 sen, atau 0,1 persen. WTI futures turun 3,1 persen pada hari Senin untuk menyentuh $ 55,08 per barel, juga yang terendah sejak 15 Februari.

Terlepas dari nada yang lebih kuat, para analis mengatakan Amerika Serikat tertarik untuk melawan kenaikan harga baru-baru ini yang didorong oleh eksportir utama yang memangkas produksi.

Trump pada hari Senin menyatakan keprihatinan tentang harga minyak dan mengulangi seruannya sebelumnya pada Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk menjaga harga stabil.

 
 

Emas Kembali Menguat, Antisipasi Negosiasi AS-China

PDFCetak

Senin, 25 Februari 2019 10:28

GOLD.10Harga emas kembali menguat pada perdagangan Jum'at Kemrin dan berlanjut hingga pagi ini. Spot Gold XAU/USD saat ini berada di 1.331, area level tertinggi pada pergangan kemarin setelah sebelumnya turun serendah 1.321.

Dalam sepekan kemarin, harga emas sudah terpangkas 0,97% secara point-to-point, sedangkan sejak awal tahun, harga logam mulia ini naik 3,25%.

Nilai dolar juga masih tertekan, di mana Dollar Indeks turun 0,07% hingga saat ini, membuat harga emas relatif lebih murah bagi pemegang mata uang selain dolar.

Para trader yang mengantisipasi perkembangan negosiasi dagang AS-China, memilih untuk membeli emas sebagai aset safe haven.
AS dan China masih akan melakukan perundingan pekan ini, keduanya sudah terdesak oleh tenggat waktu gencatan perang dagang yang akan berakhir pada tanggal 1 Maret mendatang. Apabila negosiasi gagal, maka AS mengancam akan menaikkan bea impor menjadi 25 persen.

Namun, Trump pada hari Minggu mengatakan di tweeted-nya ia akan lebih fleksibel pada batas waktu 1 Maret untuk kenaikan tarif impor produk China.

 
   

Harga Minyak Menguat karena Harapan Kesepakatan Perdagangan AS-China

PDFCetak

Senin, 25 Februari 2019 10:04

CRUDE.OIL.7Harga minyak naik pada hari Senin karena Washington dan Cina tampaknya sedikit lebih dekat dengan kesepakatan perdagangan, mengurangi kekhawatiran atas prospek pertumbuhan ekonomi global.

Futures internasional minyak mentah Brent berada di $ 67,26 per barel, naik 14 sen, atau 0,2 persen, dari penutupan terakhir, menutup perdagangan Jumat sedikit berubah setelah menyentuh high sejak 16 November di $ 67,73 per barel.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di $ 57,38 per barel, naik 11 sen, atau 0,2 persen, dari penyelesaian terakhir mereka. WTI futures naik 0,5 persen pada hari Jumat, setelah menandai tertinggi sejak 16 November di $ 57,81 per barel.

"Harga minyak mentah terus didukung oleh optimisme kesepakatan perdagangan akan dicapai dalam beberapa hari mendatang oleh dua ekonomi terbesar dunia," kata Edward Moya, analis pasar senior, OANDA.

 
 

Harga Emas Berlanjut Melemah Seiring Menguatnya US Dollar

PDFCetak

Jumat, 22 Februari 2019 11:23

GOLD.6Emas mencatatkan penurunan terbesar dalam satu hari perdagangan pada hari Kamis kemarin. Emas terkoreksi setelah tertolak dari level resisten tertinggi sejak 10 bulan terakhir. Kemudian pergerakan koreksi emas semakin didukung oleh Dolar yang menguat pasca rilis Notulen FOMC kemarin.

Spot Gold XAU/USD saat ini berada di 1.325 dan pagi ni telah turun serendah 1.322.

Emas berjangka untuk pengiriman April semalam menurun sebesar $20.10 atau setara 1.5% untuk ditutup di harga 1323.80 per ons. Presentasi kerugian tersebut merupakan yang terbesar sejak 13 Agustus lalu.

Pagi ini harga emas masih berlanjut melemah, untuk kontrak April di Bursa COMEX turun 0,05% ke posisi US$ 1.327 /troy ounce.

Harga emas masih terus tertekan pascarilis notulensi rapat bank sentral AS, The Fed, kemarin. Pasalnya, The Fed mengisyaratkan dapat kembali menaikkan suku bunga saat sentimen ketidakpastian menurun.

 
   

Halaman 8 dari 557

© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.