A A A
Home Trading Berita Komoditi

Commodity

Emas Kembali Menguat Capai Level Tertinggi Sepekan

PDFCetak

Jumat, 26 April 2019 10:34

GOLD.6Emas kemabali menguat ke level harga 1282 pada perdagangan Kamis kemarin. Spot Gold naik dan mencatatkan penguatan sebesar 0.1% ke 1.282,55 sebelum akhirnya ditutup di harga $1278.12 per troy ons.

Harga emas naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu minggu didukung penurunan dolar Amerika Serikat (AS) dan melemahnya pasar saham global karena turunnya permintaan untuk aset berisiko.

Dilansir Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,2 persen pagi ini menjadi USD 1,276.93 per ounce, setelah mencapai USD 1.282,38, tertinggi sejak 16 April 2019. Harga emas berjangka AS bertahan di level USD 1.279,7 per ounce saat berita ditulis.

Indeks dolar AS terpantau sedikit melemah setelah naik ke level tertinggi 2 tahun di awal sesi.

 
 

Minyak Turun karena Harapan OPEC akan Meningkatkan Produksi

PDFCetak

Jumat, 26 April 2019 10:16

CRUDE.OIL.9Harga minyak merosot pada Jumat di tengah harapan bahwa klub produsen OPEC akan segera meningkatkan produksi untuk menebus penurunan ekspor dari Iran menyusul pengetatan sanksi terhadap Teheran oleh Amerika Serikat.

Meskipun demikian, pasar minyak tetap ketat di tengah gangguan pasokan dan meningkatnya kekhawatiran geopolitik terutama atas ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, kata para analis.

Minyak mentah berjangka Brent berada di $ 74,16 per barel, turun 19 sen, atau 0,3 persen, dari penutupan terakhir mereka.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di $ 64,83 per barel, turun 38 sen, atau 0,6 persen, dari penyelesaian sebelumnya.

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 26 April 2019 10:36
 
 

Harga Emas Naik Seiring Melemahnya Pasar Saham

PDFCetak

Kamis, 25 April 2019 10:20

GOLD-USD

Emas berjangka sedikit naik dari lajur penurunannya, dan ditutup menguat pada perdagangan Rabu kemarin.

Logam safe haven ini bergerak menguat atas dampak dari berakhirnya reli saham AS yang membuat Dolar AS sedikit melemah.

Akibatnya, emas berjangka untuk pengiriman bulan Juni ditutup naik $4.20 atau sekitar 0.5% pada harga $1275.42 per troy ons.

Sementara emas Spot XAU/USD ditutup di 1.275 dan bertahan di area level tersebut hingga saat ini, setelah pada selasa kemarin turun serendah 1.265.

Meski emas menguat dari level terendah pada 2019 seiring reli saham yang terhenti sehingga memberikan dukungan untuk logam mulia.

Akan tetapi, indeks dolar AS berada di level tertinggi dalam 22 bulan sehingga hal ini menjadi penahan kenaikan harga emas saat ini.

 
   

Harga Minyak Jatuh karena Melonjaknya Pasokan Pasokan AS

PDFCetak

Kamis, 25 April 2019 10:07

CRUDE.OIL.9Harga minyak turun pada hari Kamis karena rekor produksi AS dan meningkatnya stok minyak mentah mengurangi dampak pada pasar bahwa sanksi AS yang lebih ketat terhadap Iran dan klub produsen OPEC terus membatasi pasokan.

Minyak mentah berjangka Brent berada di $ 74,35 per barel, turun 22 sen, atau 0,3 persen, dari penutupan terakhir mereka.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di $ 65,60 per barel, turun 29 sen, atau 0,4 persen, dari penyelesaian sebelumnya.

Minyak mentah berjangka naik ke tertinggi 2019 pada awal minggu setelah Amerika Serikat mengatakan pada hari Senin akan mengakhiri semua pembebasan sanksi terhadap Iran, menuntut negara-negara menghentikan impor minyak dari Teheran pada Mei atau menghadapi tindakan hukuman dari Washington.

 
 

Harga Emas Terus Melemah Tertekan Penguatan USD dan Saham

PDFCetak

Rabu, 24 April 2019 10:46

GOLD.6Harga emas berlanjut melemah, melanjutkan tren koreksi pada hari Rabu pagi ini. Sejumlah rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang cemerlang menjadi latar belakang terus melemahnya harga ema sejak Selasa kemarin.

Harga emas kontrak pengiriman Juni di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) melemah 0,08% ke posisi US$ 1.272,2/troy ounce. Sedangkan harga emas di pasar spot terkoreksi 0,09% ke level US$ 1.268 siang ini, setelah turun serendah 1.266 semalam

"Emas tertekan di antara penguatan dolar AS, kenaikan bursa saham dan juga pasar obligasi," jelas George Gero, analis RBC Wealth Management.

“Harga emas mengambil tempat duduk di deretan paling belakang, menunggu sesuatu yang solid seperti angka inflasi atau beberapa perubahan politik di AS. Sampai saat itu, harga diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran yang lebih rendah," tambah dia.

 
   

Halaman 8 dari 573

© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.