A A A
Home Trading Berita Komoditi Emas Kembali Menguat Seiring USD Yang Terus Turun ke Low 2-Tahun

Emas Kembali Menguat Seiring USD Yang Terus Turun ke Low 2-Tahun

PDFCetak

GOLD-SILVEREmas naik pada Kamis pagi di Asia, terus melayang di dekat tertinggi sepanjang masa didorong oleh dolar yang berada di posisi terendah dua tahun, seiring suku bunga AS masih rendah dan kasus pandemi yang terus melonjak.

Spot Gold XAU/USD naik setinggi 1.970 pagi ini mempertahakan kenaikan semalam.

Indeks Dolar AS yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama berada di 93,365, terendah dua tahun.

Pada saat yang sama, suku bunga dan Yields obligasi tetap sangat rendah, dengan Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol minggu ini dan mengharapkan untuk mempertahankannya pada tingkat itu setidaknya sampai pandemi mereda.

"Saya tidak bisa memikirkan sesuatu yang lebih mendukung emas daripada trifecta yang lebih lama, suku bunga yang lebih rendah dan berita utama pandemi," George Gero, dari RBC Wealth Management, mengatakan kepada Bloomberg. "Suku bunga rendah akan memberi Anda dolar jinak dan dolar jinak sangat membantu harga emas karena membuatnya jauh lebih terjangkau secara global."

Goldman Sachs (NYSE: GS) memperkirakan bahwa reli emas dapat berlanjut dan mengharapkan logam kuning mencapai $ 2.300.

Emas juga mendapatkan dukungan dari kurangnya kemajuan di A.S. pada negosiasi untuk paket stimulus COVID-19 lainnya. Presiden Donald Trump menolak permintaan Demokratik untuk bantuan ke kota-kota yang kekurangan uang. Sebagian dari dukungan yang ada berakhir besok.

"Jika Kongres gagal untuk mendedikasikan bantuan keuangan kepada pemerintah negara bagian dan lokal, itu akan memaksa pemotongan mendalam untuk program yang sangat dibutuhkan pekerja dan keluarga," kata Tara Lee, juru bicara Gubernur Washington Jay Inslee.

Dan kekhawatiran atas prospek pemulihan ekonomi diperburuk oleh pandemi yang memburuk, yang juga mendorong investor ke arah emas.

Jumlah kasus secara global hampir 17 juta, dengan 4,4 juta kasus dan lebih dari 150.000 kematian di AS saja, menurut data Universitas Johns Hopkins. China, Korea Selatan, dan Jepang juga melihat peningkatan kasus yang dikonfirmasi.

Hubungan AS dan Cina yang memburuk juga telah mendorong investor menuju emas. Penasihat kunci kebijakan Sekretaris Negara AS Mike Pompeo, Miles Yu, meminta namanya dipahat dari sebuah monumen di sekolah yang dihadiri di barat daya China, menurut video yang dibagikan di media sosial./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.