A A A
Home Trading Berita Komoditi Emas Kembali Mantap Diatas 1.500

Emas Kembali Mantap Diatas 1.500

PDFCetak

GOLD.3Ketidakpastian geopolitik global kembali picu penguatan emas hingga diperdagangkan di atas level 1500 setelah sebelumnya turun serendah 1.487 diawal sesi Asia kemarin. XAU/USD berhasil naik setinggi 1.509 kemarin.

Investor kini sedang memfokuskan perhatian pada polemik perang dagang serta gejolak Hard Brexit terbaru. Selain itu, rilis notulen FOMC pekan ini juga tak luput dari perhatian para investor.

Selain aksi penghindaran risiko atas membesarnya kemungkinan Hard Brexit, faktor lain yang mendukung kenaikan emas adalah melemahnya indikator ekonomi AS yang memicu ekspektasi Rate Cut The Fed dan ketidakpastian kesepakatan dagang AS-China.

Seputar kabar terbaru Brexit, PM Inggris Boris Johnson gagal untuk meyakinkan Kanselir Jerman Angela Merkel untuk menyetujui proposalnya soal penghindaran border checks di perbatasan Irlandia. Dalam hal ini, Uni Eropa jelas menunjukkan bahwa mereka ingin mengendalikan penuh perbatasan Custom Unions dan Single Markets.

Selain itu, deadline terhadap proposal PM Boris Johnson kian dekat sementara Hard Brexit yang diusungnya dinilai akan sangat merugikan bagi keuangan Inggris. Kondisi ini membuat para investor merasa perlu untuk membeli emas sebagai aset safe haven.

Tetapi tantangan nyata untuk jangka panjang di logam kuning, adalah mencari tahu kapan, kesepakatan perdagangan antara China dan Amerika Serikat akan terwujud, karena negosiasi yang akan dimulai pada hari Kamis dan sepertinya siap untuk dihancurkan lagi dari agresif Aksi Gedung Putih.

Sebuah laporan South China Morning Post mengatakan Cina telah menurunkan harapan menjelang pembicaraan perdagangan tingkat tinggi antara kedua negara yang akan dilanjutkan pada hari Kamis setelah mandek sejak Mei. Laporan itu mengatakan delegasi China dapat meninggalkan Washington sehari lebih awal dari yang dijadwalkan.

China juga mengisyaratkan akan membalas setelah pemerintahan Trump menempatkan delapan raksasa teknologi negara itu dalam daftar hitam atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Muslim, Bloomberg melaporkan.

Ditanya pada hari Selasa apakah Cina akan membalas atas daftar hitam itu, jurubicara kementerian luar negeri Geng Shuang mengatakan kepada wartawan: "Tetap pantau."

Ketegangan semakin diperburuk oleh laporan bahwa AS akan memberlakukan larangan visa pada pejabat komunis Tiongkok terkait dengan pelanggaran di Xinjiang, kata Briefing.com./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.