A A A
Home Trading Berita Komoditi Harga minyak turun karena para pedagang mempertimbangkan permintaan yang melambat

Harga minyak turun karena para pedagang mempertimbangkan permintaan yang melambat

PDFCetak

CRUDE.OIL.2Harga minyak tergelincir pada hari Selasa, melanjutkan kenaikan sempit di sesi sebelumnya, karena perkiraan permintaan yang lamban mengimbangi harapan bahwa produsen utama akan menopang harga minyak dengan membatasi produksi minyak mentah.

Patokan internasional berjangka minyak mentah Brent (LCOc1) turun 18 sen atau 0,3%, dari penyelesaian sebelumnya, menjadi $ 58,39 per barel.

West Texas Intermediate (WTI) (CLc1) berjangka AS berada di $ 54,81 per barel, turun sebesar 12 sen, atau 0,2%, dari penutupan terakhir.

"Meskipun prospeknya masih suram, harga minyak tetap bertahan minggu ini setelah tanggapan cepat dari Arab Saudi, yang serius tentang melangkah untuk mempertahankan harga minyak," Stephen Innes, managing partner di VM Markets Pte Ltd mengatakan dalam sebuah catatan.

Arab Saudi, pemimpin de-facto Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), mengatakan akhir pekan lalu bahwa pihaknya berencana untuk mempertahankan ekspor minyak mentahnya di bawah 7 juta barel per hari pada Agustus dan September untuk membantu mengurangi persediaan minyak global.

Analis memperkirakan negara itu akan mendukung harga menjelang rencananya untuk melayang Saudi Aramco, dalam apa yang bisa menjadi penawaran umum perdana (IPO) terbesar di dunia.

Saudi Aramco siap untuk IPO, tetapi waktu untuk kesepakatan akan diputuskan oleh pemegang saham tunggal, pemerintah Saudi, seorang eksekutif senior mengatakan pada hari Senin.

Kuwait pada hari Senin juga menegaskan kembali komitmennya untuk membatasi pasokan OPEC + setelah Menteri Perminyakan Khaled al-Fadhel mengatakan Kuwait telah memangkas produksinya sendiri lebih dari yang dibutuhkan oleh perjanjian.

OPEC dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC +, telah setuju untuk memotong 1,2 juta barel per hari (bph) sejak 1 Januari.

Tetapi boomingnya produksi minyak A.S. terus menggerogoti upaya untuk membatasi pasokan global sehingga membebani harga.

Output minyak A.S. dari tujuh formasi shale utama diperkirakan akan naik sebesar 85.000 barel per hari (bph) pada bulan September, ke rekor 8,77 juta barel per hari, perkiraan Administrasi Informasi Energi AS dalam sebuah laporan. [ang]

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.