A A A
Home Trading Berita Komoditi Harga Emas Masih Lemah, Terpantau Stabil Jelang Testimoni Powell

Harga Emas Masih Lemah, Terpantau Stabil Jelang Testimoni Powell

PDFCetak

GOLD.10Harga emas konsulidasi, namun mencatat penurunan dua hari beruntun dan masih tertahan di zona merah hingga perdagangan Rabu siang ini.

Pasar sedang mengantisipasi testimoni Powell yang dijadwalkan malam ini dan besok, harga emas tampak masih lemah dan cenderung flat.

Lemahnya data JOLTS AS dan Pidato Ketua The Fed Jerome Powell semalam tak memberikan banyak pengaruh pada pergerakan harga di pasar logam mulia. Hal ini karena testimoni Powell malam ini dan Kamis lebih dinantikan oleh pelaku pasar keuangan.

Spot Gold XAU/USD semalam turun serendah 1.385 sebelum akhrinya ditutup lebih tinggi di 1.397 dan saat berita ini ditulis bergerak dikisaran 1.393.

Dalam pidato singkat yang disampaikannya di konferensi perbankan di Boston malam tadi, Ketua The Fed Jerome Powell tidak membuat pernyataan apapun mengenai kebijakan moneter. Namun, pimpinan bank sentral AS tersebut hampir dipastikan akan mengklarifikasi Outlook kebijakan The Fed dalam testimoni di hadapan Kongres yang akan dimulai nanti malam.

Meski peningkatan angka NFP AS bulan Juni 2019 jauh melebihi ekspektasi, tetapi proyeksi Cut Rate tak terhapus sama sekali. Fed Fund Futures mengimplikasikan bahwa pemangkasan suku bunga The Fed sebanyak 25 basis poin, masih mungkin dilakukan dalam pertemuan FOMC akhir bulan ini.

"Powell bisa saja memperkuat ekspektasi pasar mengenai penurunan suku bunga ataupun mengendalikannya," kata analis Investing, Jesse Cohen.

"Level kepastian bahwa The Fed akan memotong suku bunganya bulan Juli ini memang belum dapat dibenarkan, jadi saya akan melihat (testimoni) Powell terlebih dahulu untuk memastikan sentimen dovish yang telah diantisipasi pasar," tutup Cohen.

Pelaku pasar sebelumnya memprediksi The Fed akan memangkas suku bunga sebanyak tiga kali, tetapi pasca rilis data tenaga kerja AS yang cukup bagus Jumat pekan lalu, prediksi tersebut langsung berubah menjadi dua kali, bahkan mungkin hanya satu kali saja.

Hal tersebut terlihat dari tools FedWatch dari CME Group, yang menunjukkan probabilitas tertinggi suku bunga The Fed di akhir tahun adalah 1,75%-2%, yang berarti ada dua kali pemangkasan masing-masing 25 basis poin dari level saat ini 2,25%-2,50%. Akibatnya emas terkena sentimen negatif ganda. Hal ini membuat dolar AS terus menguat, dan juga berefek negatif bagi emas.

Pimpinan The Fed, Jerome Powell, hari ini akan berbicara di Boston pada pukul 19:45 WIB. Jika Powell mengindikasikan tidak akan agresif dalam memangkas suku bunga, maka harga emas berpeluang besar kembali melemah pada hari ini. Sebaliknya jika masih menyiratkan suku bunga bisa dipangkas tiga kali, logam mulia diprediksi bisa kembali melesat.

Sementara Dolar AS bisa terus naik lebih tinggi jika komentar Powell tentang ekonomi AS dianggap netral atau bahkan sedikit hawkish, yang akan mendukung argumen bahwa penurunan suku bunga tambahan akan terbatas./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.