A A A
Home Trading Berita Komoditi Emas Terkoreksi Setelah Capai High 4-bulan

Emas Terkoreksi Setelah Capai High 4-bulan

PDFCetak

GOLD.4Harga emas akhirnya terkoreksi untuk pertama kalinya setelah menguat selama 8 hari beruntun melonjak hingga USD1348 per troy ounce yang merupakan level tertinggi 4 bulan.

Pada perdagangan Senin ini siang ini, harga emas kontrak pengiriman Agustus di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) melemah 0,68% ke posisi US$ 1.336,9/troy ounce. Adapun harga emas di pasar spot juga terkoreksi 0,62% menjadi US$ 1.328 troy ounce saat berita ini ditulis.

Pekan lalu, harga emas COMEX dan Spot masing-masing mampu menguat hingga 2,67% dan 2,73% secara point-to point.

Emas berjangka kembali menguat pada perdagangan Jumat kemarin. Adanya rilis data NFP yang mengecewakan, mampu membuat bias bullish pada emas semakin kuat. Namun, pembukaan yang lebih rendah (gap-down) pada sesi perdagangan hari ini berpotensi menekan emas lebih dalam.

Proyeksi ekonomi global yang semakin suram juga turut mendorong harga emas. Pekan lalu, Bank Dunia (World Bank) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2019 menjadi tinggal 2,6%. Angka proyeksi tersebut lebih rendah 0,3 poin persentase dibandingkan proyeksi pada bulan Januari.

Hal tersebut tentu saja akan membuat risiko investasi kian meningkat. Alhasil pelaku pasar semakin gencar memburu emas karena sifatnya yang sebagai pelindung nilai (hedging). Maklum, fluktuasi harga emas relatif lebih kecil dibanding instrumen-instrumen berisiko.

Tidak hanya itu, Bank Dunia juga memproyeksikan perekonomian Amerika Serikat (AS) hanya akan tumbuh 2,5% tahun ini, dan makin melambat hingga 1,7% tahun 2020.

Penguatan harga logam mulia tersebut tak lepas dari anjloknya indeks USD hingga level 96.46, terendah dalam 3 bulan terakhir.

Sejak awal pekan, US Dollar terus mengalami tekanan. Pasca ancaman tarif impor untuk produk-produk dari Meksiko, pidato anggota FOMC James Bullard, dan pernyataan ketua The Fed Jerome Powell yang dovish, USD memang sangat terbebani sentimen bearish. Kedua petinggi bank sentral AS tersebut mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan suku bunga sebagai dampak dari ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang yang semakin meluas./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.