A A A
Home Trading Berita Komoditi Emas Melemah Setelah Rilis Data AS, Perang Dagang Mulai Surut

Emas Melemah Setelah Rilis Data AS, Perang Dagang Mulai Surut

PDFCetak

GOLD-SILVERLogam mulia emas terperosok hingga ke level 1284 pada perdagangan Kamis kemarin. Emas tergelincir dari level tertingginya setelah Dolar AS kembali mendapatkan angin segar dari serentetan data yang dirilis positif.

Harga emas kembali terkoreksi akibat sentimen perang dagang AS-China yang sudah mulai surut. Meskipun demikian, pergerakan harga emas masih cenderung terbatas karena investor masih tetap berjaga-jaga.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup lebih rendah pada Kamis, melemah sebesar $11.60 atau sekitar 0.9%, pada harga penutupan $1286.20 per ounce.

Sementara spot gold XAU/USD ditutup di 1.286 setelah sebelumnya turun serendah 1.284.

Indeks USD yang mengukur dolar terhadap enam rival naik sebanyak 0,23 persen menjadi 97,88 semalam dan bertahan di area level tersebut hingga berita ini ditulis.



Pemerintahan Presiden AS Donald Trump berencana menunda pengenaan bea impor otomotif hingga 6 bulan ke depan, kata tiga pejabat administrasi, mengutip Reuters.

Wacana peningkatan tarif impor produk-produk otomotif sudah mencuat sejak bulan Februari 2019. Kala itu Departemen Perdagangan mengatakan bahwa impor otomotif mengancam keamanan nasional karena menghambat kemampuan produsen mobil AS untuk mengembangkan teknologi terbaru, melalui laporan yang diserahkan kepada Gedung Putih.

Namun rekomendasi detail yang diberikan oleh Departemen Perdagangan tidak diungkapkan ke publik.

Dengan penundaan ini, artinya potensi perang dagang baru setidaknya dapat surut.

Apalagi saat ini perang dagang AS-China jilid II sudah resmi dimulai setelah kedua negara sama-sama meningkatkan tarif impor sebesar 25%.

Sementara itu, harapan damai dagang AS-China belum hilang sepenuhnya. Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin mengatakan bahwa dirinya kemungkinan akan terbang ke Beijing dalam waktu dekat untuk melangsungkan dialog dengan delegasi China, mengutip Reuters, Rabu (15/5/2019).

Beberapa pejabat AS juga mengatakan ada kemungkinan Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping untuk bertemu di sela-sela konferensi negara G20 di Jepang bulan Juli nanti. Trump juga mengatakan bahwa hubungannya dengan China hanyalah 'pertengkaran kecil'.

Sejumlah sentimen tersebut membuat pelaku pasar mulai berani untuk mulai masuk ke instrumen-instrumen berisiko. Emas pun sedikit kehilangan daya tarik.

Akan tetapi investor juga masih tetap berjaga-jaga karena beberapa rilis data ekonomi global yang kurang menggembirakan./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.