A A A
Home Trading Berita Komoditi Harga Emas Terus Melemah Tertekan Penguatan USD dan Saham

Harga Emas Terus Melemah Tertekan Penguatan USD dan Saham

PDFCetak

GOLD.6Harga emas berlanjut melemah, melanjutkan tren koreksi pada hari Rabu pagi ini. Sejumlah rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang cemerlang menjadi latar belakang terus melemahnya harga ema sejak Selasa kemarin.

Harga emas kontrak pengiriman Juni di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) melemah 0,08% ke posisi US$ 1.272,2/troy ounce. Sedangkan harga emas di pasar spot terkoreksi 0,09% ke level US$ 1.268 siang ini, setelah turun serendah 1.266 semalam

"Emas tertekan di antara penguatan dolar AS, kenaikan bursa saham dan juga pasar obligasi," jelas George Gero, analis RBC Wealth Management.

“Harga emas mengambil tempat duduk di deretan paling belakang, menunggu sesuatu yang solid seperti angka inflasi atau beberapa perubahan politik di AS. Sampai saat itu, harga diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran yang lebih rendah," tambah dia.

Dolar AS bertahan mendekati level tertinggi dalam tiga minggu karena penurunan volatilitas pasar mendorong permintaan untuk aset berisiko. Dengan hasil obligasi AS yang lebih tinggi juga menawarkan dukungan untuk mata uang AS ini.

Selain itu, pasar saham yang menghijau dan mencetak posisi tertinggi dalam beberapa bulan terakhir juga menekan harga emas.

Di sektor data ekonomi, AS mengumumkan penjualan barang-barang eceran periode Maret 2019 yang naik sebesar 1,6% secara bulanan. Peningkatan tersebut merupakan yang tertinggi sejak September 2017, dan juga jauh membaik dibanding bulan Februari yang mana terjadi kontraksi 0,2%. Selain itu pertumbuhan penjualan ritel yang dibacakan juga melampaui konsensus yang hanya 0,9%, seperti yang dilansir dari Forex Factory.

Selain itu, klaim tunjangan pengangguran untuk minggu yang berakhir pada 13 April 2019 juga dibacakan sebesar 192.000 atau turun 5.000 dibanding pekan sebelumnya. Bahkan jauh lebih kecil dibanding prediksi konsensus yang sebesar 207.000.

Data-data tersebut memperlihatkan bahwa ekonomi Negeri Paman Sam masih tetap sehat. Alhasil investor makin bergairah berinvetasi pada instrumen berisiko, seperti saham.

Terbukti dengan lonjakan yang terjadi di bursa saham utama AS, Wall Street Selasa (23/4/2019) kemarin, yang mana indeks Dow Jones naik 0,55%, indeks S&P 500 melesat 0,88%, dan indeks Nasdaq Composite melejit 1,32%.

Bahkan Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup di level penutupan tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, indeks Dow Jones hanya butuh apresiasi sebesar 1,1% lagi untuk mencapai level penutupan tertinggi sepanjang masa./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.