A A A
Home Trading Berita Komoditi Harga Emas Stabil, Terdorong Permintaan China dan India

Harga Emas Stabil, Terdorong Permintaan China dan India

PDFCetak

GOLD.4Emas berjangka tampak stabil diperdagangkan di sekitar level terendahnya pada perdagangan Kamis pekan lalu. Hal ini disebabkan karena Dolar AS masih bertahan di dekat level tertingginya menjelang hari libur Paskah. Akibatnya, harga spot emas ditutup dengan sedikit penguatan di sekitar 0.08% pada kisaran $1275 per troy ons.

Pada perdagangan Senin siang ini, harga emas dunia kembali menanjak, seiring permintaan yang kuat dari China dan India.

Harga emas acuan kontrak Juni di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) menguat 0,51% ke level US$ 1.280,8/troy ouce siang ini. Sedangkan harga emas di pasar spot naik 0,26% ke posisi US$ 1.278,28 troy ounce saat berita ini ditulis.

Namun sejak awal tahun, harga emas COMEX dan spot sudah tercatat melemah masing-masing sebesar 0,04% dan 0,35%.

Harga emas global yang masih diperdagangkan pada posisi terendah di 2019 membuat daya tarik bagi konsumen di China.

"Harga yang rendah membuat permintaan meningkat," ujar Alfonso Esparza, analis pasar senior OANDA, mengutip Reuters.

Apalagi pada pekan lalu, China mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 sebesar 6,4%, lebih tinggi dibanding prediksi analis yang hanya 6,3%. Artinya perlambatan ekonomi yang terjadi di Negeri Tirai Bambu tidak seburuk yang dibayangkan.

Kondisi ekonomi yang sehat tentu saja membuat konsumen tak ragu-ragu untuk mengoleksi emas.

Yuan juga sedang kuat melawan dolar AS. Pada hari Rabu (17/4/2019), yuan mencapai posisi terkuatnya dalam satu bulan terakhir. Membuat harga emas relatif lebih murah bagi pemegang mata uang China.

Selain itu, permintaan emas di india juga naik menjelang perayaan Akshaya Tritiya yang jatuh pada 7 Mei mendatang. Mendekati perayaan tersebut, membeli emas dianggap suatu hal yang menguntungkan bagi rakyat India.

"Toko perhiasan menumpuk inventori untuk perayaan Akshaya Tritiya. Harganya [yang murah] membuat emas sangat menarik bagi mereka," kata pialang emas di Mumbai, mengutip Reuters.

Akan tetapi harga emas juga mendapat tekanan dari rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang cemerlang.

Penjualan ritel di AS pada Maret naik 1,6% month-on-month (MoM), kenaikan tertinggi sejak September 2017. Jauh membaik dibandingkan Februari yang turun 0,2% MoM.

Data lainnya adalah klaim tunjangan pengangguran pada pekan yang berakhir 13 April turun 5.000 dibandingkan pekan sebelumnya menjadi 192.000. ini merupakan klaim terendah sejak September 1969.

Fakta-fakta tersebut mengonfirmasi kondisi ekonomi Negeri Adidaya yang masih sehat. Artinya risiko investasi pada aset-aset berisiko juga tak setinggi yang dibayangkan.

Alhasil investor makin agresif berinvestasi pada aset-aset lain seperti saham. Emas pun cenderung ditinggalkan karena menghasilkan keuntungan yang relatif lebih kecil./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.