A A A
Home Trading Berita Komoditi Harga Emas Berlanjut Melemah

Harga Emas Berlanjut Melemah

PDFCetak

GOLD.6Emas semakin melemah dan gagal bertahan mencapai 1.300 kembali. Spot Gold XAU/USD pada Jum'at kemarin turun serendah 1.290 dan berlanjut hingga pagi ini yang telah turun serendah 1.286. Harga emas tergerus 0,22% dalam sehari pada Kamis dan turun 0,74% dalam sepekan.

Harga emas turun meski indeks dollar juga turun. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama dunia ini berada di 96,91, turun dalam dua hari perdagangan berturut-turut.

Instrumen yang kerap disebut sebagai safe haven ini turun di tengah kenaikan pasar saham AS akhir pekan lalu. Pasar saham menguat setelah rilis kinerja JPMorgan Chase & Co yang positif menenangkan pasar. Pada prediksi sebelumnya, laba emiten penghuni bursa diperkirakan turun pada kuartal pertama 2019.

Pekan ini, rilis kinerja emiten akan makin banyak muncul. Jika kinerja emiten membaik, maka harga emas berpotensi koreksi lagi menurut analis.

Tapi, "Melihat penurunan pasar saham AS yang kami prediksi terjadi, aset safe haven akan kembali menguat," kata analis Capital Economics dalam catatan yang dikutip Reuters.

Capital Economics memperkirakan, harga emas bisa menuju US$ 1.400 per ons troi pada akhir 2019. Kenaikan investasi emas terutama akan tampak dalam bentuk exchange traded fund.

Apalagi jika Federal Reserve menunjukkan posisi dovish kembali. Pada pernyataan terakhir lalu, The Fed mengungkapkan tidak akan menaikkan suku bunga pada tahun ini.

Sementara itu, Head of FX Strategy North American TD Securities, Mark McCormick menuturkan, ekonomi China yang stabil akan membuat dolar AS melemah. “China menunjukkan kestabilan. Data ekonomi China mengejutkan sehingga menekan dolar AS,” ia menambahkan.

Pada Jumat pekan lalu, dolar AS bereksi terhadap data ekspor China yang menguat. Ditambah data pinjaman. Head of BBH Global Currency Strategy Win Thin menuturkan, ekspor diharapkan tumbuh 6,5 persen secara year on year (YoY) dan akhirnya naik 14,2 persen. Pinjaman yuan meningkat jadi 1,69 triliun yuan.

Analis menyatakan, pada pekan ini, data ekonomi menjadi hal penting yang dicermati pelaku pasar. Sejumlah sentimen pengaruhi pasar komoditas logam. Sejumlah data itu mulai dari data penjualan ritel AS, perumahan dan manufaktur, the Beige Book serta produksi industri.

“Emas akan bereaksi terhadap data the Federal Reserve dan sejumlah data lainnya yang diperkirakan meningkat,” tutur RJO Futures Senior Market Stregist, Phil Streible.

Sementara itu, Melek menuturkan, data ritel juga pengaruhi harga emas. Konsensus menyatakan data ritel menguat akan mencegah harga emas tertekan. Akan tetapi, jika data ritel mengecewakan, emas akan mendapatkan manfaat. Pelaku pasar melihat harga emas akan berada di kisaran USD 1.306-USD 1.320./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.