A A A
Home Trading Berita Komoditi Emas Kembali Melemah Seiring Penguatan USD

Emas Kembali Melemah Seiring Penguatan USD

PDFCetak

GOLD.6Harga emas kembali melemah pada perdagangan Kamis kemarin, menembus level psikologis 1.300.

Spot Gold XAU/USD turun serendah 1.292 di sesi Ameraika semalam. Namun pagi ini saat berita ditulis terpantau kembali bergerak lebih tinggi di kisaran 1.299.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melorot lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB), juga kembali berada di bawah level 1.300 dolar AS.

Harga logam mulia ini terutama tertekan oleh penguatan dollar AS. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April, anjlok 14,20 dollar AS atau 1,08 persen, ditutup pada 1.295,10 dollar AS per ounce, sehari setelah logam mulia ini melambung di atas 1.300 dollar AS.

Indeks dollar AS, indikator greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, naik 0,31 persen menjadi 96.82 semalam.

Memudarnya kemungkinan No Deal Brexit membuat pasar kembali membeli aset minat risiko. Dolar AS pun menguat, dan emas melemah.

Voting perlemen Inggris inggris semalam menyetujui untuk penundaan deadline Brexit 29 Maret dengan skor suara 412 - 202.

Sebelumnya, Parlemen Inggris telah memenangkan mosi untuk menghapus kemungkinan Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun (No-Deal Brexit). Mereka juga mengurangi risiko "Hard-Brexit" yang ditengarai dapat memperumit hubungan ekonomi Inggris dan Uni Eropa.

Emas selama ini diburu investor sebagai aset safe haven saat kekhawatiran No Deal Brexit merebak. Sejak kabar tersebut terkonfirmasi, para investor pun berani untuk kembali pindah ke aset-aset minat risiko, Harga emas pun kembali melemah.

"Kemungkinan No Deal Brexit kemarin sempat meningkatkan kemungkinan melonjaknya pembelian emas, tetapi sekarang (kemungkinan itu) telah ditolak. Saya kira sejumlah aksi beli emas sebagai safe haven sekarang mulai memudar," kata Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank kepada Reuters.

Selain karena menguatnya Dolar AS, menggeliatnya pasar ekuitas global dan naiknya saham-saham Eropa makin mengurangi permintaan terhadap emas. "Emas dan perak juga mengalami penurunan kolektif setelah harga menyentuh level tinggi dua pekan pada hari Rabu kemarin," tutur Jim Wyckoff, Senior Analyst di Kitco Metals./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.