A A A
Home Trading Berita Komoditi Harga Emas Terkoreksi karena 'Profit Taking"

Harga Emas Terkoreksi karena 'Profit Taking"

PDFCetak

GOLD.6Emas terpantau kembali melanjutkan pergerakan bullish hingga sempat diperdagangkan di harga $1311 per troy ons pada perdagangan Kamis kemarin.

Emas kembali naik berkat Dolar yang melemah setelah rangkaian data AS yang dirilis dibawah ekspektasi. Selain itu, menguatnya logam safe haven ini juga disebabkan karena kekhawatiran para investor atas perkembangan Brexit Inggris dari Uni Eropa sebelum batas waktu 29 Maret mendatang.

Namun disesi Asia pagi ini, emas berjangka terkoreksi dan berada di zona merah. Untuk kontrak April di bursa COMEX turun sebesar 0,19% ke posisi US$ 1.306,8/troy ounce.

Koreksi harga terjadi setelah sebelumnya ditutup menguat 0,86% pada perdagangan Rabu kemarin. Selama sepekan, harga emas telah naik 1,61% secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun juga masih tercatat lebih tinggi 1,99%.

Sementara Spot Gold XAU/USD saat ini juga terpantau turun dan terkoreksi bergerak dikisaran 1.303 setelah semalam naik setinggi 1.311.

Tampaknya aksi ambil untung oleh investor menyebabkan harga emas sedikit lebih rendah pagi hari ini, karena sudah dua hari berturut-turut harganya melaju.

Sentimen yang dapat mendorong masih masih cukup banyak. Dini hari tadi, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali mengatakan hal yang membuat investor cemas akan nasib damai dagang AS-China.

"Saya rasa Presiden Xi (Xi Jinping, Presiden China) tahu bahwa saya adalah tipe orang yang bisa pergi saat kesepakatan belum terjadi. Anda selalu tahu ada kemungkinan ke arah sana, dan beliau tentu tidak menginginkan itu," ujar Trump, mengutip Reuters.

Bila kesepakatan damai dagang antara kedua raksasa ekonomi dunia ini batal, saling lempar tarif bisa kembali terjadi. Rantai pasokan global akan semakin melambat. Alhasil perekonomian dunia akan tenggelam semakin dalam.

Ditambah dengan kondisi global di Eropa, Pacsa ditolaknya proposal revisi Brexit yang diajukan Perdana Menteri Inggris, Theresa May oleh parlemen pada hari Rabu kemarin, nasib perceraian Inggris dengan Uni Eropa menjadi makin tak jelas.

Meskipun pada dini hari tadi parlemen Inggris juga menolak No Deal Brexit dalam kondisi apapun, ujung prahara Brexit masih sangat gelap.

Ditengah kondisi yang tak pasti, pelaku pasar cenderung melarikan asetnya pada safe haven. Salah satunya emas./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.