A A A
Home Trading Berita Komoditi Emas Kembali Rebound di Kisaran 1.300 Pasca Rilis Data NFP

Emas Kembali Rebound di Kisaran 1.300 Pasca Rilis Data NFP

PDFCetak

GOLD.6Emas berhasil rebound dan kembali diperdagangkan mendekati level psikologis 1300. Logam ini bergerak menguat pasca data NFP untuk bulan Februari yang dirilis di bawah ekspektasi.

Indeks Dolar AS melemah ke level 97.25 pada perdagangan Jum'at pasca rilis data Ketenagakerjaan AS tersebut. Sebaliknya, harga emas justru mendapat angin segar untuk kembali menyentuh level 1,300 walaupun hanya sesaat.

Saat ini emas spot turun 0,1 persen menjadi $ 1.296,73 per ons, setelah sempat menyentuh $1.300 pada sesi sebelumnya.

Emas berjangka AS juga turun 0,1 persen menjadi $ 1.298,10 per ounce.

Selama sepekan, harga emas telah naik 0,85% secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun juga tercatat menguat 1,33%.

Kondisi perekonomian dunia yang tidak menentu membuat investor masih enggan untuk melepas emas lebih banyak.

Setelah pemerintah China menurunkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2019 menjadi 6-6,5% (dari yang semula 6,5%), Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) melakukan hal serupa.

Pada Kamis (7/3/2019), Presiden ECB, Mario Draghi mengumumkan target pertumbuhan Zona Euro menjadi 1,1%, dari yang semula 1,7%. Lebih lanjut dirinya juga mengatakan akan menahan suku bunga acuan setidaknya hingga awal 2020.

Bahkan Draghi melontarkan pernyataan yang mengonfirmasi ketidakpastian ekonomi global.

Alhasil, harga emas yang biasa dijadikan sebagai pelindung nilai kala ekonomi tak menentu mendapat energi positif.

Namun optimisme damai dagang AS-China yang kian memuncak juga masih memberi tarikan ke bawah pada pergerakan harga emas. Pasalnya bila hubungan dagang dua negara ekonomi terbesar di dunia kembali lancar, maka rantai pasokan global juga akan terdampak./R

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 11 Maret 2019 13:14
Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.