A A A
Home Trading Berita Komoditi Emas Berlanjut Menguat; Kenaikan US Dollar Masih Terbebani Obligasi dan Suku Bunga

Emas Berlanjut Menguat; Kenaikan US Dollar Masih Terbebani Obligasi dan Suku Bunga

PDFCetak

GOLD.4Harga emas turun dari level tinggi lima pekan di sesi perdagangan kemarin, namun kembali menguat saat memasuki sesi AS semalam dan bertahan hingga pagi ini. Spot Gold XAU/USD kembali berada di kisaran 1.240.

Dolar AS yang mulai naik menjadi koreksi emas kemarin. Harga emas spot turun 0.3 persen ke $1,233 per dolar AS semalam. Di sesi perdagangan sebelumnya, harga emas spot menyentuh level tertinggi sejak tanggal 26 Oktober, tepatnya di 1,241.86 per ons setelah Jeblok nya Obligasi AS.

Harga emas untuk pengiriman Februari melemah USD 4 atau 0,3 persen ke posisi USD 1.242,60 per ounce pagi ini. Sedangkan harga perak susut 0,4 persen menjadi USD 14.582 per ounce, harga logam itu berakhir satu persen lebih tinggi pada perdagangan Selasa.

Indeks Dolar AS naik 0.2 persen ke 97.0 menyusul pernyataan Larry Kudlow yang menggoyahkan ekspektasi perdamaian AS-China.

"Hal itu belum ditandatangani, disahkan, ataupun dikonfirmasikan," tegas Kudlow dalam wawancaranya dengan Fox News.

Penasihat Ekonomi Gedung Putih tersebut memadamkan harapan pasar, yang menanggapi positif pengumuman Donald Trump. Padahal sebelumnya, Presiden AS tersebut optimis karena Beijing setuju untuk mengurangi bea impor terhadap mobil-mobil buatan AS. Angin positif ini sempat mendukung harga emas menguat.

Namun akibat klarifikasi Lary Kudlow, Dolar AS yang berfungsi sebagai safe haven dalam kondisi perang dagang AS-China kini kembali menguat, sehingga harga emas pun turun.

Meski demikian, penguatan Dolar AS masih terancam oleh penurunan yield obligasi US Terasury yang masih terjadi sejak kemarin. Kemungkinan melambatnya laju kenaikan suku bunga The Fed di tahun 2019 juga diperkirakan bisa membebani USD. Bulan Desember ini, konsensus pasar masih mengekspektasikan kenaikan suku bunga. Namun untuk tahun depan, kenaikan suku bunga The Fed diperkirakan hanya akan terjadi sekali saja.

"Pelaku pasar melihat dua peristiwa penting dalam beberapa hari mendatang. Perkembangan yang sedang berlangsung di Brexit dan bagaimana faktor ini dapat memicu pergerakan lebih besar di pasar dan data payroll nonpertanian pada Jumat,” ujar Naeem Aslam, Kepala Riset ThinkMarkets UK, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (6/12/2018).

"Jika voting Brexit tidak disetujui, akan menjadi risiko untuk pasar dan bisa melihat harga emas bergerak lebih tinggi. Demikian juga rilis NFP AS yang mendatar akan tambah bahan bakar untuk reli,” tambah dia.

Sementara itu, harga logam lainnya yaitu palladium naik 0,4 persen menjadi USD 1.184,40 per ounce. Harga platinum untuk pengiriman Januari susut 0,3 persen menjadi USD 802 per ounce dan tembaga di posisi USD 2.774 per pound./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.