A A A
Home Trading Berita Komoditi Harga Emas Masih Melanjutkan Pergerakan Sideways

Harga Emas Masih Melanjutkan Pergerakan Sideways

PDFCetak

GOLD.6Emas masih melanjutkan pergerakan sideways selama lebih dari satu bulan. Harga emas bergerak mendatar seiring penguatan Dolar yang membebani momentum kenaikan logam mulia ini. Meskipun demikian, harga emas sempat mengambil peluang dari kestabilan mata uang China, yuan.

Pagi ini, harga emas di pasar spot mendatar ke posisi USD 1.212 per ounce. Adapun emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Desember turun USD 1,10, atau 0,1 persen menjadi USD 1.219,90 per ounce.

"Kami masih berpikir (emas) akan bergerak lebih tinggi di babak kedua karena dolar yang sedikit melemah. Pemerintah China mencoba untuk menghentikan yuan (dari) pelemahannya, dan kita akan memiliki lebih banyak kekhawatiran atas perdagangan," kata analis Bank of America-Merrill LynchMichael Widmer.

Emas juga berkorelasi dengan yuan dalam beberapa tahun terakhir. Selama berminggu-minggu, mata uang Cina ini bertindak sebagai proxy di tengah kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan AS-Cina.

Kini Dolar tercatat menguat terhadap mata uang utama dipicu memudarnya ketegangan geopolitik.

Dolar yang kuat membuat harga emas lebih mahal untuk investor non-AS. "Saat ini, emas dalam pola bertahan sampai Anda mendapatkan lebih banyak data," kata Josh Graves, Ahli Komoditas Senior RJO Futures.

Saat ini, emas gagal mengambil manfaat dari meningkatnya ketegangan geopolitik di tahun ini. Investor lebih memilih pengamanan investasi seperti keamanan dolar ketimbang emas.

Ketegangan yang dimaksud terkait rencana China akan mengenakan tarif impor balasan sebesar 25 persen atas impor senilai USD 16 miliar terhadap AS.

Di sisi lain, Washington mengatakan akan memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia terkait masalah agen.

Apalagi, Federal Reserve juga telah menaikkan suku bunga AS dua kali pada tahun ini dan menargetkan dua kenaikan lagi. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan dolar dan imbal hasil treasury, yang menambah tekanan pada emas.

Adapun harga perak naik 0,4 persen menjadi USD 15,45 per ounce, sementara platinum tidak berubah dari posisi USD 826,50. Harga Palladium meningkat 0,7 persen menjadi USD 906 per ounce.

Harga emas berjangka menguat seiring dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi pemerintah melemah. Hal tersebut memberikan dukungan untuk harga emas.

"Harga emas lebih tinggi untuk hari kedua karena ketegangan perdagangan antara AS dan China meningkat dan reli dolar AS mulai mereda," ujar Kepala Riset Saxo Bank, Ole Hansen, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (9/8/2018).

Harga emas untuk pengiriman Desember naik USD 2,7 atau 0,2 persen ke posisi USD 1.221 per ounce. Kenaikan harga emas itu terjadi dalam dua hari berturut-turut. Namun, komoditas ini sebagian besar diperdagangkan dalam rentang yang sempit./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.