A A A
Home Trading Berita Komoditi Harga Emas Kembali Melemah

Harga Emas Kembali Melemah

PDFCetak

GOLD.6Harga emas berjangka pada perdagangan Selasa kemarin diakhiri dengan kerugian. Perang dagang dan kebijakan moneter AS yang menjadikan Dolar semakin menguat masih menjadi fokus utama para investor saat ini.

Perang perdagangan AS-China kembali menjadi perhatian, setelah pagi tadi dirilis berita bahwa Washington mengumumkan rencana untuk menambahkan tarif impor senilai $ 200 miliar atas produk China, meningkatkan ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer mengatakan Amerika Serikat akan memberlakukan tarif impor tambahan 10% pada Cina senilai $ 200 miliar, hanya beberapa hari setelah bea impor $ 34 miliar barang-barang Cina mulai berlaku.

Emas diprediksi akan menguji level terendah dalam tujuh bulan terakhir setelah gagal naik pada sesi sebelumnya.

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot sudah turun 0,14% menjadi US$ 1.255,61 per troy ounce sejak 26 Juni lalu. Pada sesi sebelumnya, harga emas berada di level US$ 1.265,87 per troy ounce. Sementara, harga kontrak emas untuk pengiriman Agustus turun US$ 4,20 menjadi US$ 1.255,40 per troy ounce.

"Jika penguatan dollar terus berlangsung, kita akan melihat pengujian level US$ 1.240, level terendah dari pekan lalu dan pertengahan Desember, level teknikal yang cukup krusial," jelas Carsten Fritsch, commodity analyst Commerzbank di Frankfurt.

Sementara Spot Gold XAU/USD juga memelah yang saat ini berada di 1.250, turun dari penutupan perdagangan sesi AS pagi tadi di 1.255. Selama sesi Asia pagi ini XAU/USD telah turun serendah 1.248.

Harga logam mulia ini mengalami tren penurunan sejak menyentuh US$ 1.365,23 per troy ounce pada 11 April. Ini merupakan level paling perkasa sejak 25 Januari lalu.

Di sisi lain, posisi indeks dollar terhadap enam mata uang utama dunia mencatatkan kenaikan 0,33% menjadi 94,48 setelah sebelumnya melorot ke level terendah sejak pertengahan Juni pada Senin lalu. Penguatan dollar membuat emas yang berdenominasi dollar menjadi lebih mahal bagi pemegang emas di negara lain.

"Kenaikan pasar saham, pembeli di luar negeri membutuhkan dollar untuk membayar saham, sehingga emas lagi-lagi menjadi mahal," jelas George Gero, managing director RBC Wealth Management./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.