A A A
Home Trading Berita Komoditi Minyak Jatuh Setelah AS Pertimbangkan Sanksi Iran

Minyak Jatuh Setelah AS Pertimbangkan Sanksi Iran

PDFCetak

CRUDE.OIL.2Harga minyak jatuh pada hari Rabu, dengan Brent turun lebih dari $ 1, setelah Amerika Serikat mengatakan akan mempertimbangkan permintaan untuk keringanan dari sanksi pada ekspor minyak mentah Iran.

Minyak mentah Brent berjangka (LCOc1) turun $ 1,10, atau 1,4 persen, pada $ 77,76 per barel. Minyak mentah AS (CLc1) turun 68 sen, atau 0,9 persen, pada $ 73,43.

Kedua kontrak telah membukukan kenaikan pada sesi sebelumnya setelah data industri menunjukkan persediaan turun lebih dari yang diperkirakan pekan lalu di Amerika Serikat.

Washington akan mempertimbangkan permintaan dari beberapa negara untuk membebaskan sanksi yang akan diberlakukan pada November untuk mencegah Iran mengekspor minyak, kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Selasa.

"Akan ada beberapa negara yang datang ke Amerika Serikat dan meminta bantuan dari itu. Kami akan mempertimbangkannya," kata Pompeo, menurut teks wawancara di Abu Dhabi dengan Sky News Arabia yang dirilis oleh Negara Bagian AS. Departemen. Dia tidak mengidentifikasi negara mana pun.

Washington sebelumnya mengatakan kepada negara-negara bahwa mereka harus menghentikan semua impor minyak Iran mulai 4 November atau menghadapi tindakan keuangan AS, tanpa pengecualian.

AS menarik diri dari kesepakatan multinasional pada bulan Mei untuk mencabut sanksi terhadap Iran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.

Kemudian pada hari Selasa, setelah tiba di Brussels untuk KTT NATO, Pompeo menekankan perlunya untuk menjaga tekanan pada Iran dalam koordinasi dengan sekutu. Dia juga berencana untuk meyakinkan sekutu tentang pasokan minyak alternatif.

Upaya oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain telah menyebabkan pasar minyak yang lebih ketat setelah banjir yang berlarut-larut.

Dengan sanksi yang akan datang pada anggota OPEC Iran dan gangguan pasokan dari Kanada ke Libya, harga telah meningkat dan memicu kekhawatiran kekurangan, di tengah meningkatnya permintaan.

Persediaan minyak mentah AS turun minggu lalu sebesar 6,8 juta barel, menurut data dari kelompok industri, American Petroleum Institute.

Penurunan itu lebih besar dari yang diperkirakan, menyebabkan harga minyak mentah berjangka naik dalam perdagangan pasca-penyelesaian.

Analis yang disurvei oleh Reuters meramalkan bahwa stok minyak mentah turun rata-rata 4,5 juta barel, menjelang data pemerintah pada pukul 10.30 pagi waktu setempat (1430 GMT) pada hari Rabu./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.