A A A
Home Trading Berita Komoditi Harga Emas Masih Sideways, Jelang Meeting ECB dan The Fed

Harga Emas Masih Sideways, Jelang Meeting ECB dan The Fed

PDFCetak

GOLD.10Harga emas masih bergerak dalam range terbatas pada hari Jumat (8 Juni) kemarin hingga pagi ini. Sementara itu, para investor sedang menanti keputusan The Fed yang mencanangkan akan menaikkan kembali suku bunganya pada pekan ini.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus sempat kembali diperdagangkan di harga $1300.50 pada perdagangan Jumat pekan lalu. Emas lalu ditutup di harga $1298.60 per troy ons dan mencatatkan penguatan tipis sebesar 0.3%.

Sementara Spot Gold XAU/USD berada di kisaran 1.299 saat ini setelah akhir pekan kemarin sempat turun serendah 1.293.

Emas sedang konsolidasi dan bergerak tanpa arah yang jelas. Minggu lalu, Spot Gold ditutup pada level 1298, atau menguat 0.4% dari penutupan minggu sebelumnya di 1293.25. Setelah isu perang dagang yang diperkirakan akan memicu volatilitas ternyata adem-adem saja.

Pergerakan harga emas pada pekan ini akan dipengaruhi sejumlah keputusan bank sentral terkait kebijakan moneter dan sentimen geopolitik.

Pelaku pasar akan mengantisipasi kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (The Fed) terkait suku bunga. Banyak analis mencatat harga emas sudah ikuti pola sebelumnya. Aksi jual terjadi sebelum kenaikan suku bunga yang diharapkan terjadi pada pertemuan bank sentral AS Juni ini.

Salah satu hal yang jadi pertanyaan apakah pola itu terus berlanjut pada pekan ini lantaran inflasi meningkat dan ekonomi AS terus tumbuh stabil.

Bagi banyak analis, sinyal kenaikan suku bunga bertahap oleh the Federal Reserve kemungkinan terjadi pada Desember 2018. Kepala investasi emas State Street Global Advisors, George Milling-Stanley menuturkan, kenaikan suku bunga bertahap akan membuat emas kembali menguat. Harga emas akan bergerak di kisaran USD 1.350-1.400 per ounce.

Namun diprediksi risiko terhadap pergerakan harga emas juga masih berkembang. Hal ini bila the Federal Reserve ragu bersikap agresif untuk menormalkan suku bunga. Mengingat bank sentral Eropa memberi sinyal untuk mengetatkan kebijakan moneter bertahap.

"Saya pikir the Federal Reserve ragu untuk menaikkan suku bunga secara agresif tahun ini karena perbedaan kebijakan berubah menjadi lebih besar dari yang mereka inginkan. Tapi itu bukan lagi kasusnya," kata Presiden Direktur Blue Line Futures Bill Baruch.

Namun gerak emas juga berpeluang reli. Bank sentral Eropa akan gelar pertemuan pada pekan ini. Ekonom mengharapkan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi untuk memperketat kebijakan moneter karena ingin akhiri program pembelian obligasi pada akhir tahun.

"Sikap hawkish dari ECB akan memperkuat euro sehingga menyeret turun dolar AS, dan pada akhirnya positif untuk emas. Untuk pasar emas, saya pikir ada potensi kenaikan lebih dalam euro dari pada yang ada dalam dolar AS,” ujar Baruch.

Selain itu, harga emas juga bisa mendapatkan keuntungan dari pasar mata uang yang bergejolak pada pekan depan. Analis tidak mengharapkan untuk melihat keuntungan pasar dari arus safe haven. Hal itu meskipun ada ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara kelompok negara G7 pada pertemuan di Quebec pada akhir pekan ini./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.