A A A
Home Trading Berita Komoditi Minyak Melemah Pada Tanda-tanda Pasokan Masih Cukup Besar

Minyak Melemah Pada Tanda-tanda Pasokan Masih Cukup Besar

PDFCetak

CRUDE.OIL.9Harga minyak jatuh pada hari Rabu, terbebani oleh pasokan yang cukup besar meskipun pemotongan output yang sedang berlangsung oleh kartel produsen OPEC dan respon sanksi AS terhadap eksportir minyak mentah utama Iran.

Minyak mentah Brent berjangka berada di $ 78,17 per barel, turun 26 sen, atau 0,3 persen, dari penutupan terakhir.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di $ 71,02 per barel, turun 29 sen, atau 0,4 persen, dari posisi terakhir mereka.

Meskipun turun, kedua benchmark minyak tetap dekat dengan tertinggi November 2014 dari $ 79,47 dan $ 71,92 per barel, yang dicapai hari sebelumnya.

Namun ada tanda-tanda di pasar minyak mentah fisik yang dapat memberikan jeda bagi investor keuangan.

Ada juga tanda-tanda bahwa produksi minyak akan meningkat, terutama di perusahaan besar seperti ExxonMobil,, Royal Dutch Shell, Chevron, BP dan Total.

"Produksi agregat - baik yang aktual maupun yang diproyeksikan - sedang tumbuh untuk perusahaan besar," S & P Global Ratings mengatakan dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Selasa.

Harga spot minyak mentah kargo berada pada harga paling tinggi untuk harga minya berjangka YoY seiring penjual berjuang untuk menemukan pembeli untuk kargo Afrika Barat, Rusia dan Kazakh, sementara pasokan pipa bottlenecks terhenti di Texas barat dan Kanada.

Kemacetan di Amerika Utara kemungkinan berkontribusi terhadap kenaikan 4,9 juta barel dalam persediaan minyak mentah AS, menjadi 435,6 juta barel, yang dilaporkan American Petroleum Institute pada hari Selasa.

"Data inventories API di AS cocok dengan ... pola topping - atau setidaknya jeda yang layak - untuk harga minyak saat ini," kata Greg McKenna, kepala strategi pasar di broker berjangka AxiTrader.

Meskipun melemah pada Rabu ini dan beberapa indikator menyiratkan minyak keuangan telah melampaui minyak fisik, secara keseluruhan kondisi pasar minyak mentah telah diperketat sejak 2017 ketika Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang dipimpin oleh Arab Saudi, mulai menahan pasokan untuk mendorong harga minyak.

Dengan sanksi AS terhadap Iran dan pengetatan produksi OPEC dan serta permintaan minyak yang kuat, analis mengatakan pasar minyak mentah kemungkinan akan tetap relatif ketat untuk sebagian besar tahun ini./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.