A A A
Home Trading Berita Komoditi Emas Kembali Naik Ditengah Gejolak Geopolitik

Emas Kembali Naik Ditengah Gejolak Geopolitik

PDFCetak

GOLD-USDHarga emas berjangka kembali naik di sesi perdagangan Jumat (13 April) kemarin dan berlanjut hingga senin pagi ini.

Emas diperdagangkan menguat karena para investor kembali melirik aset safe haven sebagai perlindungan di saat kondisi geopolitik AS sedang memanas dan tak menentu.

Emas berjangka untuk pengiriman bulan Juni diperdagangkan naik $6 atau sebesar 0.5%, untuk kemudian ditutup di level $1347.90 per ons. Penguatan tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 0.8% untuk pekan ini.

Sementara Spot Gold XAU/USD saat ini berada di 1.348, melampaui level tertinggi jum'at di 1.346.

Harga emas dan minyak dunia diprediksi akan meneruskan penguatan pada pekan ini .
Mengutip Reuters, harga emas menguat dalam beberapa hari terakhir, dipicu ketegangan perdagangan antara AS dengan China dan peningkatan konflik di Suriah.

Harga minyak pun menanjak ke level di atas 70 dollar AS per barrel karena kekhawatiran memanasnya situasi di Timur Tengah.

Pekan lalu, pasar saham dunia goyang namun diakhiri dengan penguatan terbaik selama sepekan. Ini sejalan dengan para investor menunggu kinerja keuangan korporasi AS yang dinilai bakal positif. Meskipun merupakan aset yang diincar ketika sebuah konflik memuncak, khususnya pada peningkatan risiko geopolitik, namun dampaknya terhadap emas diprediksi cenderung singkat dan moderat.

Sementara itu, nilai tukar mata uang yen sempat menguat ketika kekhawatiran serangan ke Suriah membuncah. AS, Perancis, dan Inggris meluncurkan serangan rudal ke Suriah. Serangan itu adalah intervensi terbesar yang dilakukan negara-negara Barat terhadap Assad dan sekutunya, Rusia.

Akan tetapi, ketiga negara menyatakan serangan tersebut hanya terbatas pada kapabilitas senjata kimia Suriah dan tidak ditujukan kepada Assad atau mengintervensi perang sipil.

Kepala Analis Pasar Think Markets Naeem Aslam menuturkan, harga emas diprediksi menguat pada perdagangan hari ini, namun cenderung tak terlalu tajam. "Fokusnya akan lebih kepada reaksi perlawanan dari Rusia," ujar Aslam.
Harga emas diperkirakan bisa mencapai 1.400 dollar AS per ons setelah menguat selama dua pekan berturut-turut.

Aslam menyebut, jika harga emas menyentuh di atas 1.365 dollar AS per ons, maka penguatan bisa berlanjut ke pekan berikutnya./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.