A A A
Home Trading Berita Komoditi

Commodity

Harga Emas Melemah Setelah Rilis Data CPI AS

PDFCetak

Jumat, 12 Juli 2019 10:23

GOLD.11Setelah sempat melonjak karena Statement dovish Powell The Fed, harga emas turun pada perdagangan Kamis kemarin. Kenaikan Core CPI AS membuat investor kembali sedikit ragu akan agresivitas Rate Cut The Fed.

Harga emas turun meski Dolar AS juga sedang melemah. Pasalnya, data inflasi inti AS yang dirilis pada hari Kamis semalam tercatat lebih tinggi daripada ekspektasi. Laporan tersebut membuat para investor menjadi ragu, apakah The Fed akan menurunkan suku bunga seagresif perkiraan mereka sebelumnya.

Harga emas di pasar spot turun 0,85 persen menjadi USD 1.401 per ounce semalam. Penurunan ini sekaligus menahan laju kenaikan yang sudah tejadi sehari sebelumnya.

Sementara untuk harga emas berjangka AS pengiriman Agustus naik 0,26 persen menjadi $ 1.408,8 per ounce. Harga emas telah menyentuh level tertinggi satu minggu di $ 1.426 di awal sesi.

 
 

Minyak Naik Karena Badai Teluk Meksiko dan Ketegangan di Timur Tengah

PDFCetak

Jumat, 12 Juli 2019 09:53

CRUDE.OIL.7Harga minyak naik pada hari Jumat ketika produsen minyak AS di Teluk Meksiko memangkas lebih dari setengah output mereka dalam menghadapi badai tropis dan ketika ketegangan berlanjut di Timur Tengah.

Minyak mentah Brent (LCOc1) berjangka naik 37 sen, atau 0,6%, pada $ 66,89 per barel. Benchmark internasional ditutup turun 0,7% pada hari Kamis setelah mencapai tertinggi sejak 30 Mei di $ 67,52 per barel.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS (CLc1) berjangka naik 34 sen, atau 0,6%, pada $ 60,54 per barel. Benchmark AS ditutup 0,38% lebih rendah pada hari Kamis setelah menandai tertinggi sejak 23 Mei di $ 60,94.

Pada hari Kamis, perusahaan minyak di Teluk Meksiko telah memangkas lebih dari 1 juta barel per hari (bpd) output, atau 53% dari produksi di kawasan itu, akibat Badai Tropis Barry.

 
 

Emas Naik Ke High 8-Hari Pasca Kesaksian Powell dan Pesimisme Perdagangan/Politik

PDFCetak

Kamis, 11 Juli 2019 11:19

GOLD.6Ketika nada dovish dari Kesaksian Ketua Fed dan Berita acara FOMC pada awalnya memicu pergerakan pasar menuju Emas, keraguan seputar kesepakatan perdagangan AS-China dan kemungkinan eskalasi risiko geopolitik antara AS dan Iran menambah kekuatan kepada bullion dan saat ini emas dalam mode Buy dan telah naik setinggi $1426 selama Kamis pagi ini.

Dalam Kesaksian semi-tahunan di hadapan Komite Jasa Keuangan Dewan, Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengulangi risiko negatif inflasi sambil menegaskan penurunan suku bunga Fed 25 basis poin (bp). Setelah itu, pernyataan Berita acara dari pertemuan kebijakan moneter terbaru Federal Open Market Committee (FOMC) AS juga mengungkapkan bahwa ada beberapa pembuat kebijakan yang sangat mendukung lebih banyak penurunan suku bunga.

Akibatnya, Dolar AS (USD) turun secara keseluruhan, pada gilirannya mendorong pembeli ke arah Emas yang umumnya memiliki korelasi negatif dengan greenback.

 
   

Emas Kembali Menguat Setelah The Fed Sinyalkan Cut Rate

PDFCetak

Kamis, 11 Juli 2019 10:43

GOLD-USDEmas kembali melonjak naik hingga diperdagangkan diatas harga 1418 pada perdagangan Rabu kemarin atau naik sekitar 1%, dan berhasil menembus 1.420 pagi ini yang terpantau sudah naik setinggi 1.426. Emas kembali menguat setelah para investor menilai statement Powell yang bernada dovish.

Powell mengatakan bahwasanya angka laporan pekerjaan yang bagus untuk bulan lalu tidaklah cukup, karena tidak diimbangi dengan laju pertumbuhan upah pendapatan. Pasca statement yang dinilai “dovish” tersebut, para investor menilai bahwa secara tidak langsung The Fed memberikan sinyal positif untuk melakukan pemangkasan suku bunga (Rate Cut) dalam waktu dekat. Alhasil, emas berhasil mencatatkan keuntungan.

Mengutip CNBC, Kamis (11/9/2019), Powell mengatakan kekhawatiran tentang kebijakan perdagangan dan ekonomi global yang lemah terus membebani prospek ekonomi AS dan The Fed berniat untuk mempertahankan ekspansi selama satu dekade.

 
 

Minyak AS Capai Tertinggi 1-bulan di Tengah Badai Teluk Meksiko dan Ketegangan Iran

PDFCetak

Kamis, 11 Juli 2019 10:28

CRUDE.OIL.10Minyak berjangka AS mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan pada Kamis karena potensi badai mengancam produksi minyak mentah di Teluk Meksiko dan seiring insiden yang melibatkan kapal tanker Inggris di Timur Tengah menyoroti ketegangan yang sedang berlangsung di sana.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 11 sen menjadi $ 60,54 per barel, setelah sebelumnya menyentuh tertinggi sejak 23 Mei di $ 60,63. Mereka naik 4,5% di sesi sebelumnya.

Minyak mentah berjangka Brent turun 5 sen, atau 0,1%, pada $ 66,96 per barel, setelah berakhir Rabu naik 4,4%.

Lima kapal yang diyakini milik Pengawal Revolusi Iran mendekati sebuah kapal tanker minyak Inggris pada hari Rabu dan memintanya untuk berhenti di perairan dekat Iran, tetapi mundur setelah kapal perang Inggris memperingatkan mereka melalui radio, seorang pejabat pertahanan AS mengatakan pada hari Kamis.

 
   

Halaman 1 dari 585

© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.