A A A
Home Trading Berita Komoditi

Commodity

Ekonomi Global Masih Lesu, Harga Emas Kembali Menguat

PDFCetak

Senin, 25 Maret 2019 10:28

GOLD-USDEmas kembali bangkit dan mencatatkan sedikit penguatan pada perdagangan Jumat kemarin dan berlanjut hingga pagi ini. Emas secara perlahan merangkak naik kembali, merespon Dolar yang melemah setelah rilis data ekonomi yang mengecewakan.

Emas berjangka untuk pengiriman bulan Juni ditutup naik sebesar 0.4% ke level $1314.70 per ons.

Sementara Spot XAU/USD juga ditutup menguat di 1.312, dan pagi ini melanjutkan penguatan mencapai level tertinggi di 1.315.

Pagi ini, harga emas kontrak April di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) naik sebesar 0,04% ke posisi US$ 1.312,8/troy ounce, setelah menguat 0,38% pada akhir pekan lalu.

Selama sepekan harga emas di bursa COMEX dan spot telah menguat masing-masing sebesar 0,87% dan 0,76% secara point-to-point. Adapun sejak awal tahun rata-rata kenaikan harga keduanya sebesar 2,42%.

Pergerakan harga emas masih dibantu oleh kekhawatiran pelaku pasar akan kondisi perekonomian global yang masih tampak melambat.

 
 

Harga Minyak Jatuh Karena Pasar Bersiap Untuk Potensi Resesi A.S.

PDFCetak

Senin, 25 Maret 2019 10:12

CRUDE.OIL.2Harga minyak turun pada hari Senin karena kekhawatiran perlambatan ekonomi yang tajam melebihi gangguan pasokan dari pengurangan produksi OPEC dan sanksi A.S. terhadap Iran dan Venezuela.

Futures minyak mentah Brent berada di $ 66,52 per barel turun 51 sen, atau 0,8 persen, dari penutupan terakhir mereka.

Futures West Texas Intermediate (WTI) AS berada di $ 58,42 per barel, turun 63 sen, atau 1,1 persen, dari penutupan terakhir mereka.

Kedua tolok ukur harga minyak mentah telah merosot lebih dari 3 persen sejak pekan lalu mencapai tertinggi sejak November 2018.

Kekhawatiran tentang potensi resesi AS muncul kembali akhir pekan lalu setelah pernyataan bearish oleh Federal Reserve AS mengirim yield treasury 10-tahun ke level terendah sejak awal 2018.

Sebagai tanggapan, imbal hasil 10-tahun tergelincir di bawah Obligasi 3-bulan untuk pertama kalinya sejak 2007. Secara historis, kurva Yields terbalik - di mana tingkat jangka panjang jatuh di bawah jangka pendek - telah menandakan resesi yang akan datang.

 
 

Emas Melemah Karena Rebound Dollar AS

PDFCetak

Jumat, 22 Maret 2019 10:12

GOLD-USDHarga emas tergelincir di sesi perdagangan Kamis dan bertahan hingga pagi ini, setelah dilambungkan oleh dovish-nya kebijakan moneter The Fed kemarin.

Melemahnya harga emas disebabkan oleh rebound Dolar AS yang ditunjang oleh optimisnya rilis dua data ekonomi AS, Indeks Manufaktur Philly The Fed dan Klaim Pengangguran AS. Namun demikian, penurunan harga emas diperkirakan terbatas karena ketidakpastian geopolitik, yang salah satunya adalah Brexit.

"Data hari ini cukup apik, dengan Philly Fed yang jauh lebih mantap dan data ketenagakerjaan yang positif untuk mendukung pekan survei Payroll.... Kegagalan emas untuk memperpanjang perolehan ke atas 1,320 memicu likuidasi posisi Long Options dan memacu algoritma pelemahan jangka pendek," kata Tai Wong, analis dari BMO.

 
   

Harga Minyak Mendekati Tertinggi 2019 di Tengah Pengurangan Pasokan OPEC

PDFCetak

Jumat, 22 Maret 2019 09:37

CRUDE.OIL.7Harga minyak pada hari Jumat melayang mendekati puncak 2019 yang dicapai pada hari sebelumnya, didukung oleh pemotongan pasokan yang dipimpin oleh klub produsen OPEC dan oleh sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela.

Futures minyak mentah Brent berada di $ 67,82 per barel pagi ini, turun 4 sen dari penutupan terakhir mereka tetapi dalam satu dolar dari $ 68,69 per barel pada high 2019 yang ditandai sehari sebelumnya.

Futures West Texas Intermediate (WTI) AS berada di $ 60 per barel, hampir tidak berubah dari penyelesaian terakhir mereka dan tidak jauh dari puncak 2019 mereka di $ 60,39 yang disentuh pada Kamis.

Harga telah ditopang oleh pemotongan pasokan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu tidak terafiliasi seperti Rusia, sering disebut sebagai 'OPEC +'.

Meskipun kenaikan harga minyak mentah lebih dari seperempat tahun ini, bank investasi Kanada RBC Capital Markets mengatakan minyak "masih di bawah tingkat impas fiskal di sejumlah negara OPEC", yang berarti bahwa banyak produsen memiliki minat untuk lebih lanjut menopang pasar .

 
 

Harga Emas Naik karena Nada Dovish The Fed yang Menekan USD

PDFCetak

Kamis, 21 Maret 2019 11:07

GOLD.6Logam mulia emas ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Emas menguat disebabkan Dolar yang melemah ke level terendahnya sejak Februari lalu, setelah The Fed kembali bernada dovish, memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga dan mengisyaratkan bahwa tidak ada kenaikan suku bunga lagi untuk tahun ini.

Emas berjangka yang sebelumnya diperdagangkan di sekitar harga $1305 pada sesi Asia dan Eropa kemarin, langsung melonjak dengan pesat menuju $1317.33 setelah pernyataan The Fed tersebut.

Sementara Spot Gold XAU/USD juga menguat dan naik setinggi 1.316 semalam dan berlanjut hingga perdagangan pagi ini yang telah naik setinggi 1.318.

Selama sepekan harga emas di bursa COMEX dan spot telah menguat sebesar 1,7%, sedangkan sejak awal tahun rata-rata kenaikan harga keduanya sebesar 2,8%.

 
   

Halaman 1 dari 557

© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.