A A A
Home Trading Berita Fundamental

Fundamental

Yen Menguat, Yuan & Aussie Melemah pada Konflik Dagang AS-China

PDFCetak

Senin, 13 May 2019 10:43

USD-12Safe-haven yen naik lebih tinggi sementara yuan Tiongkok dan dolar Australia turun lebih awal pada hari Senin setelah eskalasi terbaru dalam perang perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina.

Dua negara ekonomi terbesar di dunia itu menemui jalan buntu atas negosiasi perdagangan pada hari Minggu ketika Washington menuntut janji perubahan konkret terhadap hukum Tiongkok dan Beijing mengatakan tidak akan menelan "buah pahit" yang merusak kepentingannya.

Konflik perdagangan telah meningkat pada hari Jumat, dengan Amerika Serikat menaikkan tarif barang-barang Cina senilai $ 200 miliar dari 10% menjadi 25%. Cina telah berjanji untuk membalas tetapi belum memberikan rincian.

"Konflik antara Amerika Serikat dan Cina mengenai perdagangan semakin meningkat dan yen menguat sementara yuan Tiongkok dan dolar Australia melemah hari ini," kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi valas di Mizuho Securities di Tokyo.

 
 

Saham Asia dan Yuan Melemah, Pembicaraan AS-China Dinilai Temui Jalan Buntu

PDFCetak

Senin, 13 May 2019 09:50

ASIA-STOCK.2Saham berjangka AS jatuh dan saham Asia tergelincir pada hari Senin di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai apakah Amerika Serikat dan Cina akan dapat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang mereka yang meningkat.

Amerika Serikat dan China menghadapi kebuntuan perundingan perdagangan pada hari Minggu ketika Washington menuntut janji perubahan konkret terhadap hukum Tiongkok dan Beijing mengatakan tidak akan menelan "buah pahit" yang merugikan kepentingannya.

E-Mini futures untuk S&P 500 turun 1,0%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,4%, mendekati level terendah dua bulan yang ditandai pada hari Kamis.

 
 

Rilis data ekonomi USD - CPI dan Core CPI

PDFCetak

Jumat, 10 May 2019 19:45

CPI.11. USD CPI m/m (actual : 0.3%, f'cast : 0.4%, previous : 0.4%)
Data CPI untuk bulan April 2019 hasilnya dirilis lebih jelek dibanding perkiraan dan dibanding bulan sebelumnya.
CPI adalah data ekonomi yang menunjukkan prosentase perubahan harga barang dan jasa ditingkat konsumen.
Tingkat harga konsumen menggambarkan inflasi secara keseluruhan dan Inflasi penting untuk menilai keadaan sebuah mata uang karena kenaikan harga dapat menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengatasi overheating di Ekonomi.

2. USD Core CPI m/m (actual : 0.1%, f'cast : 0.2%, previous : 0.1%)
Data Core CPI untuk bulan April 2019 hasilnya dirilis lebih jelek dibanding perkiraan namun sama dengan bulan sebelumnya.
Core CPI adalah CPI yang mengeluarkan item makanan dan energi dalam perhitungannya.
Harga makanan dan energi cenderung sangat tidak stabil dan dapat mendistorsi keseluruhan tren yang mendasarinya.
Federal Reserve biasanya lebih memperhatikan data Core - begitu pula pelaku pasar.

 
   

Rilis Data GBP - GDP, Manufacturing Production & Prelim Business Investment

PDFCetak

Jumat, 10 May 2019 15:19

1. GBP GDP m/m (Act: -0.1% / F'Cast: 0.0% / Prev: 0.2%)
GBP-USD.10GDP Inggris untuk pengukuran bulan Maret 2019 dirilis lebih Jelek dari perkiraan dan Previousnya.

GDP/ Gross Domestic Product adalah data perubahan dalam nilai yang disesuaikan dengan inflasi dari semua barang dan jasa yang dihasilkan dan merupakan ukuran kegiatan perekonomian yang paling luas dan ukuran utama dari kesehatan ekonomi suatu negara.

Secara umum bisa dikatakan jika GDP suatu negara meningkat maka perekonomian negara tersebut sedang menguat, dan permintaan mata uang negara tersebut juga akan meningkat yang berarti nilai tukarnya akan menguat. Sebaliknya jika GDP menyusut atau negatif, nilai tukar mata uang negara tersebut akan cenderung melemah.

2. GBP Manufacturing Production m/m  (Act: 0.9% / F'Cast : 0.1% / Prev: 0.9% )

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 10 May 2019 15:36
 
 

Saham Asia Naik dari Posisi Terendah 2-bulan

PDFCetak

Jumat, 10 May 2019 09:59

ASIA-STOCK.2Saham Asia naik dari posisi terendah dua bulan pada hari Jumat, beberapa jam jelang rencana administrasi Trump untuk menaikkan tarif impor atas barang Cina, karena investor wait and see apakah negosiator dapat menyelamatkan kesepakatan dan menghindari eskalasi tajam dalam perang perdagangan.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa ia telah menerima "surat" dari Presiden China Xi Jinping, yang memicu harapan bahwa Washington dapat menunda rencananya untuk menaikkan tarif barang-barang Tiongkok senilai $ 200 miliar menjadi 25 persen dari 10 persen pada pukul 12:01 pagi. (0401 GMT).

Itu memicu beberapa aksi short-covering untuk saham di awal perdagangan Asia meskipun investor tetap berhati-hati.

Para perunding utama AS dan China mengakhiri pembicaraan pertama dari dua hari pada hari Kamis untuk menyelamatkan kesepakatan yang hampir runtuh, dan Gedung Putih mengatakan para pejabat akan melanjutkan pembicaraan pada Jumat pagi.

 
   

Halaman 8 dari 1144

© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.