A A A
Home Trading Berita Fundamental GBP/USD Stabil Meski Parlemen Inggris Resmi di Suspend

GBP/USD Stabil Meski Parlemen Inggris Resmi di Suspend

PDFCetak

GBP-USD.05

Poundsterling stabil dan bertahan pada kenaikan pekan lalu setelah parlemen Inggris mengeluarkan Undang-undang yang memaksa Perdana Menteri Boris Johnson untuk negosiasi penundaan Brexit lebih lama dari deadline tanggal 31 Oktober, selain itu mulai Selasa kemarin Parlemen Inggris juga resmi dibekukan selama lima pekan kedepan. Namun, sepekan sebelum pembekuan, Parlemen Inggris sudah bermanuver melakukan voting dan hasilnya menyepakati pembuatan rancangan undang-undang yang mencegah terjadinya no-deal Brexit.

Bank investasi Goldman Sachs kini memprediksi potensi terjadinya no-deal Brexit sebesar 20%, turun dari sebelumnya 25%, sementara probabilitas terjadinya deal naik menjadi 55% dari sebelumnya 45%, sebagaimana dilansir Reuters.

Sterling terakhir diperdagangkan pada $ 1,2355 saat berita berita ditulis siang ini. Dalam beberapa bulan terakhir, Poundsterling memang menunjukkan volatilitas pergerakan yang cukup ekstrim terhadap Dolar AS, terutama jika merespon perkembangan Brexit. Mata uang Inggris tersebut reli menuju $1.32 pada bulan Mei, tetapi kemudian tumbang ke bawah $1.20 tepatnya di 1.1957 pada awal bulan ini.

Pagi ini The Sun memberitakan, mengutip bahwa PM Inggris Johnson menunjukkan tanda ia sekarang akan mencoba untuk kompromi kesepakatan Brexit.
"Johnson mengatakan kepada pemberontak Tory bahwa ia siap untuk "spears in my back" dari partai Eurosceptics - menandakan ia sekarang akan mencoba untuk kompromi kesepakatan Brexit."

Namun, GBP tidak merespon artikel di atas, bertahan dalam mode konsolidasi semalam di sekitar level 1,2350.

Pada rilis data ekonomi sektor tenaga kerja kemarin yang dinilai cukup positif, Poundsterling juga tidak banyak menunjukan reaksi di tengah ketidakpastian brexit. Akan tetapi, Pound malah sedikit tergelincir karena mulai diberlakukannya suspensi terhadap parlemen Inggris mulai kemarin hingga pertengahan bulan depan.

Ranah politik Inggris dinilai jauh lebih suram. Menjelang penutupan sidang kemarin, parlemen Inggris sepakat menolak pemilu dini yang digadang-gadang oleh PM Boris Johnson.

Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, secara resmi membekukan Parlemen Inggris selama lima pekan hingga 14 Oktober nanti. Hal tersebut sesuai dengan rencana yang sudah dibuat PM Johnson sebelumnya.

Di satu sisi, hal ini berpotensi mencegah kemerosotan Pound secara drastis dalam jangka pendek. Namun, reli juga masih rentan, karena aksi jual Pound akan mudah terpicu apabila ada rumor mengenai kegagalan perundingan Inggris-Uni Eropa.

Sementara pada forum di New York kemarin, Mark Carney nampak enggan ketika diminta untuk berkomentar soal level Pound saat ini. Menurut Carney, volatilitas Pound saat ini tak ubahnya sepeti mata uang-mata uang negara berkembang (emerging market). Pasar finansial Inggris sangat bergantung pada Outcome Brexit./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.