A A A
Home Trading Berita Fundamental Saham Asia Stabil Setelah Lonjakan Harga Minyak

Saham Asia Stabil Setelah Lonjakan Harga Minyak

PDFCetak

ASIA-STOCK.11Saham Asia stabil pada hari Jumat setelah Wall Street naik pada lonjakan harga minyak karena serangan terhadap tanker di Teluk Oman memicu ketegangan AS-Iran dan meningkatkan kekhawatiran tentang aliran pasokan melalui salah satu jalur laut utama dunia.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang sedikit berubah.

Saham Australia naik tipis 0,05% sementara Nikkei Jepang turun 0,1%.

Saham AS naik pada hari Kamis setelah dua hari penurunan, dengan saham energi rebound di latar belakangi lonjakan minyak mentah.

Saham Wall Street telah mengalami kenaikan kuat pada Juni di tengah harapan Federal Reserve akan segera melonggarkan kebijakan moneter untuk menghadapi perlambatan ekonomi global karena meningkatnya perang dagang dengan China. Indeks S&P 500 naik sekitar 5% sejauh ini untuk bulan ini.

Tetapi kenaikan pasar ekuitas terbatas menjelang pertemuan Fed 18-19 Juni, yang akan memberi investor kesempatan untuk melihat apakah sikap kebijakan moneter Fed sejalan dengan ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga jangka pendek.

"Ada tingkat besar ketidakpastian memasuki pertemuan FOMC (Federal Reserve Open Committee) pekan depan karena reaksi pasar akan berbeda secara signifikan tergantung pada apakah Fed mengisyaratkan kebijakan pelonggaran," kata Shusuke Yamada, kepala Jepang FX dan ahli strategi ekuitas di Bank Of America Merrill Lynch.

"Suasana menunggu-dan-lihat kemungkinan akan mulai berlaku di pasar menjelang FOMC."

Dalam komoditas, berjangka minyak mentah Brent tergelincir 0,29% menjadi $ 61,13 per barel setelah rally 2,3% pada hari sebelumnya.

Brent melonjak pada Kamis setelah dua tanker minyak diserang di Teluk Oman, satu milik Norwegia dan yang lain milik Jepang.

Amerika Serikat menyalahkan Iran atas serangan itu. Tetapi pejabat keamanan AS dan Eropa serta analis regional membiarkan kemungkinan bahwa proksi Iran, atau orang lain sepenuhnya, mungkin bertanggung jawab.

Minyak mentah AS WTI tergelincir 0,86% menjadi $ 51,83 per barel setelah naik lebih dari 2 persen pada Kamis.

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama sedikit berubah di 96,998 setelah mengakhiri hari sebelumnya hampir datar, dengan hati-hati menjelang pertemuan Fed minggu depan menjaga greenback dalam kisaran yang ketat./R

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 14 Juni 2019 10:40
Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2019 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.