A A A
Home Trading Berita Fundamental Bursa Asia Melemah, Masih Merespon Indikasi Resesi Dari Kejatuhan Obligasi AS

Bursa Asia Melemah, Masih Merespon Indikasi Resesi Dari Kejatuhan Obligasi AS

PDFCetak

ASIA-STOCK.2Bursa saham Asia berada di Zona merah pada perdagangan hari ini, indeks Nikkei turun 0,7%, indeks Shanghai melemah 0,75%, indeks Hang Seng anjlok 1,75%, indeks Strait Times melemah 0,7%, dan indeks Kospi terpangkas 0,32%.

Pasar obligasi AS yang masih mengindikasikan terjadinya resesi membuat pasar saham Asia kembali ditinggalkan investor. Sebagai informasi, pada perdagangan kemarin bursa obligasi AS diliburkan karena hari berkabung nasional untuk pemakaman mantan Presiden AS George HW Bush.

Pada penutupan perdagangan hari Selasa (4/12/2018), yield obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun berada di level 2,811% dan tenor 3 tahun berada di level 2,819%, lebih tinggi dibandingkan tenor 5 tahun yang sebesar 2,799%.

Fenomena yang disebut dengan yield curve inversion ini mengindikasikan adanya tekanan yang signifikan pada perekonomian AS dalam waktu dekat, sehingga investor meminta yield lebih tinggi untuk obligasi bertenor pendek.

"Ada kekhawatiran karena terjadi inverted yield. Sebab, ini merupakan tanda-tanda awal terjadinya resesi," tegas Chuck Carlson, CEO Horizon Investment Services yang berbasis di Indiana, mengutip Reuters.

Pada perdagangan hari ini, yield obligasi tenor 2 (2,7967%) dan 3 tahun (2,8133%) masih lebih tinggi dibandingkan tenor 5 tahun (2,7803%).

Yield curve inversion memang merupakan sesuatu yang amat penting. Pasalnya, hal yang kini terjadi pada pasar obligasi AS mendahului 3 resesi terakhir yang dialaminya (1990, 2001, dan 2007).

Selain itu, negosiasi perdagangan AS-China yang ternyata menyisakan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban membuat bursa saham regional ditinggalkan investor.

Pernyataan resmi dari masing-masing negara pasca-pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Xi Jingping di Buenos Aires pada akhir pekan lalu menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan.

Pernyataan dari kubu AS juga menyinggung bahwa merger antara Qualcomm dan NXP bisa kembali dipertimbangkan oleh Presiden Xi setelah sempat diblok beberapa waktu yang lalu. Tak ada konfirmasi mengenai hal ini dari kubu China./R

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.