A A A
Home Trading Berita Fundamental Pesanan mesin di Jepang terlihat optimis setelah laporan untuk bulan Mei dirilis

Pesanan mesin di Jepang terlihat optimis setelah laporan untuk bulan Mei dirilis

PDFCetak

JPY-MACHINERY.ORDER.1Pesanan mesin di Jepang jatuh pada bulan Mei, berkebalikan dibanding kenaikan besar yang terjadi bulan sebelumnya, meskipun penurunannya lebih sedikit dari yang diperkirakan sehingga bisa mengurangi kekhawatiran tentang perlambatan belanja modal di tengah konflik perdagangan AS-Cina yang memburuk.

Pengeluaran modal adalah titik terang dalam ekonomi Jepang sehingga para ekonom dengan erat mengamati pertumbuhannya sebagai petunjuk atas kekuatan rebound ekonomi yang diharapkan pada kuartal kedua setelah pada kuartal pertama mengalami kontraksi sejak ekonomi mengalami buble pada tahun 1980

Data Kantor Kabinet pada Rabu menunjukkan pesanan inti, serangkaian data yang sangat volatile dianggap sebagai indikator belanja modal dalam enam hingga sembilan bulan mendatang, turun 3,7 persen, lebih kecil dari estimasi median ekonomi akan ada penurunan sebesar 5,5 persen.

Sementara pada bulan sebelumnya ada kenaikan 10,1 persen.

Data ini dirilis seminggu setelah survei Tankan Bank of Japan yang menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan besar berencana untuk meningkatkan belanja modal dengan solid 13,6 persen tahun fiskal ini, bahkan ketika kepercayaan bisnis manufaktur memburuk selama dua kuartal berturut-turut pada bulan Juni.

"Data pesanan mesin dan tankan mengkonfirmasi belanja modal yang bullish," kata Koya Miyamae, ekonom senior di SMBC Nikko Securities. "Pesanan inti tampaknya akan tumbuh untuk empat kuartal berturut-turut pada April-Juni." Para ekonom memperkirakan belanja modal akan didukung oleh kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas produksi, meningkatkan perangkat lunak, berinvestasi dalam peralatan yang hemat tenaga kerja untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja dan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur menjelang Olimpiade Tokyo 2020.

Namun, pembuat kebijakan dan analis berhati-hati mengamati bagaimana perselisihan perdagangan antara Amerika Serikat dan China - dua tujuan ekspor utama Jepang - dapat mempengaruhi rencana pengeluaran modal perusahaan dalam ekonomi yang bergantung pada ekspor.

Amerika menerapkan bea masuk sebesar $ 34 miliar terhadap impor Cina yang mulai berlaku pada hari Jumat minggu kemarin dan Beijing menanggapi dengan langkah-langkahnya sendiri.

Sementara pada hari Selasa pemerintahan Trump menaikkan tensi perang dagang dengan China dengan mengatakan akan memberlakukan 10 persen tarif pada impor Cina senilai $ 200 miliar.

Berdasarkan sektor, pesanan dari produsen naik 1,3 persen pada bulan Mei, sementara pesanan sektor jasa meningkat 0,2 persen. [ang]

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.