A A A
Home Trading Berita Fundamental USD Kembali Menguat, Setelah Jatuh Pasca Pengumuman Tarif Impor Tambahan Untuk China

USD Kembali Menguat, Setelah Jatuh Pasca Pengumuman Tarif Impor Tambahan Untuk China

PDFCetak

USD-8Dolar AS naik di pertengahan sesi Asia Rabu hari ini, setelah mengalami penurunan drastis terhadap Yen pagi tadi menyusul tarif impor tambahan yang akan diberlakukan oleh Amerika Serikat kepada China.

Indeks dolar, yang mengukur USD terhadap enam mata uang utama naik 0,1 persen ke 94,25 saat berita ini ditulis, bergerak dari terendah hampir satu bulan di sekitar 93,71 yang dicapai pada hari Senin.

US Dollar sempat turun terhadap Yen Jepang dari level tertinggi lebih dari satu bulan yang diraih kemarin dan Dolar Australia juga jatuh setelah AS mengatakan akan memberlakukan tarif impor tambahan senilai $ 200 miliar dari China, memicu ketegangan akan kembali meningkat antara dua ekonomi terbesar dunia yaitu AS-China.

Berita itu kembali menjadi sorotan dan hanya beberapa hari setelah Washington memberlakukan tarif 25 persen pada impor Cina senilai $ 34 miliar, dan Beijing segera menanggapinya dengan mencocokkan tarif dengan jumlah yang sama dari ekspor AS ke China.

Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer mengatakan Amerika Serikat akan mengenakan tarif tambahan 10 persen pada impor Cina senilai $ 200 miliar.

Administrasi Trump mengeluarkan daftar atas barang-barang China yang menjadi target, termasuk ratusan produk makanan serta tembakau, batu bara, bahan kimia dan ban, makanan anjing dan kucing, dan elektronik konsumen termasuk komponen televisi.

Langkah itu diambil setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pekan lalu bahwa Amerika Serikat pada akhirnya dapat mengenakan tarif atas barang-barang Cina senilai lebih dari $ 500 miliar - kira-kira jumlah total impor AS dari China tahun lalu.

Yuan offshore jatuh serendah 6,6918 per dolar, turun lebih dari 0,5 persen dari level akhir dan merayap mendekati level terendah 11 bulan di 6,7344 yang disentuh pada 3 Juli.

Dolar Australia tergelincir 0,6 persen ke $ 0,7406 dari high minggu ini di $ 0,7483, yang merupakan level tertinggi dalam lebih dari tiga minggu. Aussie juga merosot 0,6 persen terhadap yen, berpindah posisi ke 82,30 yen.

Yen Jepang sempat menguat dengan USD/JPY turun serendah 110.78 di sesi Asia pagi tadi setelah semalam mecapai level tertinggi sejak 22 Mei di 111.34. Namun saat berita ini ditulis Pair kembali naik di kisaran 111.05.

Yen cenderung dibeli pada saat tekanan ekonomi dan politik karena status Jepang sebagai negara kredit terbesar di dunia menunjukkan setiap repatriasi oleh investor Jepang kemungkinan akan melebihi dari Jepang oleh investor asing.

"Dengan pengumuman dari AS mengenai tarif China, reaksi di sisi kebijakan dari China akan menjadi acara utama untuk ditonton dalam beberapa hari mendatang," kata Shinichiro Kadota, ahli strategi FX senior untuk Barclays di Tokyo.

"Jika Cina bereaksi dengan eskalasi tarif lebih lanjut, pasar ekuitas AS serta dolar-yen atau dolar Australia bisa menghadapi tekanan lebih lanjut ke bawah," katanya.

Euro kehilangan 0,1 persen terhadap dolar, merayap turun ke $ 1,1728. Pound Inggris juga melemah 0,1% untuk diperdagangkan dikisaran $ 1,3265./R

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 11 Juli 2018 12:22
Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2018 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.