Gubernur BoJ Kuroda Gagal Menggerakkan USD/JPY

Cetak

Selasa, 16 April 2019 11:32

JPY.5Gubernur Bank of Japan Kuroda, saat berbicara di Parlemen menyatakan kesediaan untuk melakukan pelonggaran lebih banyak jika momentum menuju target inflasi 2 persen meleset.

Namun sejauh ini, komentar dovish Kuroda telah gagal untuk menempatkan penawaran beli yang kuat untuk pair USD/JPY. Pada saat penulisan, spot diperdagangkan merah tepat di bawah 112,00, setelah mencapai tertinggi dan terendah masing-masing 112,05 dan 111,89, sebelumnya hari ini.

Gubernur BoJ juga mencatat dampak negatif dari sektor eksternal dan inflasi harga upah yang lemah meskipun terjadi pengetatan pasar tenaga kerja. Meski begitu, pasar tidak mau Sell JPY, mungkin karena bank memiliki sedikit ruang tersisa untuk merangsang lebih banyak, setelah menjalankan program stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya selama enam tahun. Misalnya, BoJ dilaporkan memiliki 77 persen dari total pasar exchange-traded funds (ETF) dan pembelian lebih lanjut dapat merusak efisiensi bursa saham untuk mengalokasikan modal.

Bisa dikatakan, JPY yang anti-risiko bisa turun di beberapa hari ke depan, karena bias studi teknis condong ke bulls USD. Pasangan ini ditutup jauh di atas 111,82 pada hari Jumat, membangun higher high bullish dan memvalidasi higher low 110,84 yang dibuat pada 10 April. Akibatnya, pasangan ini tampaknya akan mencetak tertinggi baru multi-Month di atas 112,14. Trend bullish akan melemah jika menembus spot di bawah 111,82.

Reuters melaporkan komentar tambahan dari Kepala Bank of Japan (BoJ) Kuroda, ia sekarang mengatakan bahwa bank sentral perlu mengingat kemungkinan bahwa kebijakan suku bunga rendah yang berkepanjangan dapat mengganggu intermediasi keuangan.

Juga, pembelian ETF oleh Bank of Japan (BOJ) tidak dimaksudkan untuk menstabilkan pasar saham, kata Gubernur Kuroda pada hari Selasa ketika berbicara di Parlemen.

Dengan kepemilikan ETF yang dilaporkan berjumlah 29 triliun yen, bank sentral telah berubah menjadi hedge fund. Banyak yang berpendapat bahwa BOJ harus menghentikan pembelian ETF, kalau tidak pasar modal untuk mengalokasikan modal secara efisien akan hancur./R

Follow us on Twitter to get more news updates.