A A A
Home Trading Rangkuman Perdagangan Markets Warp 12 April 2021

Markets Warp 12 April 2021

PDFCetak

FOREX.8Dolar AS masih melemah dan berada di dekat posisi terendah dua setengah minggu terhadap mata uang utama lainnya pada hari Senin pagi ini, mempertahankan penurunan yang terjadi pada jum'at akhir pekan lalu (09/04).

Indeks Dollar melemah akibat imbal penurunan Yields obligasi AS bertenor 10 tahun, dan notulen FOMC yang dianggap dovish. Dalam notulen FOMC yang dirilis pekan lalu, disebutkan bahwa The Fed masih akan tetap membeli obligasi pemerintah guna mendukung pemulihan ekonomi, dan suku bunga akan dipertahankan rendah untuk waktu yang cukup lama. Selain itu, dalam seminar IMF secara virtual, ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa pemulihan ekonomi masih belum terjadi menyeluruh dan tak merata.

Sementara itu, ketua Fed Jerome Powell berbicara dalam sebuah wawancara pada hari Minggu di "60 Minutes" CBS, Powell mengatakan ekonomi AS berada pada "titik perubahan" dengan ekspektasi bahwa pertumbuhan dan perekrutan akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan, tetapi ia juga memperingatkan risiko yang berasal dari pembukaan kembali yang tergesa-gesa.

Indeks dolar, yang melacak USD terhadap enam rival currency, sedikit berubah di 92,15 di awal sesi Asia saat ini, menyusul penurunan 0,9% pekan lalu. Indeks Dollar turun di bawah 92 pada hari Kamis untuk pertama kalinya sejak 23 Maret.

Yields benchmark Treasury 10-tahun berada di 1,6745% setelah turun serendah 1,6170% minggu lalu. Itu telah melonjak ke level tertinggi lebih dari satu tahun di 1,7760% pada 30 Maret.

Data pada hari Jumat menunjukkan kenaikan tahunan terbesar dalam 9,5 tahun untuk harga produsen AS, mendukung ekspektasi untuk inflasi yang lebih tinggi karena ekonomi dibuka kembali di tengah lingkungan kesehatan masyarakat yang membaik dan pendanaan besar-besaran pemerintah.

Terhadap euro, dolar berada di dekat level terlemah sejak 23 Maret di $ 1.1901 pagi ini, dan berada di 109.66 yen, mendekati level terendah dua minggu di bawah 109 yang dicapai pada hari Kamis.

Ditempat lain, Minggu lalu harga emas mengalami apresiasi dan ditutup pada level USD 1742 per troy ounce, atau menguat 0.75% dibandingkan harga penutupan minggu sebelumnya. Harga logam mulia sempat melesat hingga ke level 1758, namun mengalami koreksi di akhir pekan akibat kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS bertenor 10 tahun, dan data PPI AS yang melonjak hingga 4.2% y/y, kenaikan tertinggi sejak September 2011. Kenaikan harga emas terutama disebabkan oleh anjloknya indeks USD akibat melemahnya imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun, dan notulen FOMC yang dianggap dovish. Spot XAU/USD saat berita ini ditulis sedikit lebih rendah dan berada di level 1.738.

Sementara harga minyak turun sekitar 2% minggu lalu karena peningkatan produksi dan penguncian COVID-19 yang diperbarui di beberapa negara mengimbangi optimisme tentang pemulihan permintaan bahan bakar. Brent dikutip naik 33 sen pada hari Senin menjadi $ 63,28 per barel, sementara minyak mentah AS bertambah 25 sen menjadi $ 59,57.

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2021 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.