A A A
Home Trading Rangkuman Perdagangan Markets Warp 18 Januari 2021

Markets Warp 18 Januari 2021

PDFCetak

FOREX.8Dolar AS menguat pada perdagangan Jum'at (15/01) dan bertahan hingga Senin pagi ini. Lesunya data ekonomi AS dan meningkatnya kasus virus korona membuat investor lebih berhati-hati.

Terhadap mata uang utama, dolar berada di sekitar tertinggi satu bulan di 90,88 yang dicapai pada awal perdagangan dan sentimen juga mendukung safe-haven yen terhadap mata uang utama lainnya. Euro sedikit turun menyentuh level terendah enam minggu di $ 1,2066.

Sementara AUD/USD bergeser di sekitar 0,7700 setelah rilis data yang beragam dari China pagi ini. PDB kuartal keempat (Q4) China tumbuh dari 6,1% menjadi 6,5% YoY tetapi menurun secara QoQ menjadi 2,6% dibandingkan perkiraan 3,2% dan 2,7% sebelumnya. Selanjutnya, Produksi Industri untuk Desember naik melewati -6,9% diharapkan menjadi 7,3% YoY sedangkan Penjualan Ritel turun di 4.6% di bawah pembacaan sebelumnya 5,0% dan konsensus pasar 5,5%.

Secara umum, permintaan aset safe haven telah menambah dukungan untuk dolar sejak Demokrat memenangkan kendali Kongres AS dua minggu lalu, yang memicu lonjakan Yields Obligasi AS. Indeks dolar naik sekitar 1,9% sejak itu dan euro, yang melonjak pada 2020 telah merosot lebih dari 2% karena kenaikan dolar bertepatan dengan melonjaknya kasus virus dan krisis politik di Italia yang telah menimbulkan keraguan pada pemulihan kawasan itu.

Sterling pagi ini berada di level terendah satu minggu di $ 1,3567 dan yen stabil di 103.83 per dolar, meskipun naik ke level tertinggi tiga minggu di 125.29 per euro.

Harga emas, Minggu lalu kembali mengalami tekanan dan ditutup pada level USD1825 per troy ounce, melemah lebih dari 1% dibandingkan minggu sebelumnya. Awalnya, harga mencoba rebound setelah pengumuman rencana paket stimulus jumbo AS senilai USD1.9 triliun, dan pernyataan ketua The Fed Jerome Powell yang mengkonfirmasi bahwa tingkat suku bunga masih akan belum dinaikkan dalam waktu dekat. Namun, kenaikan kasus COVID-19 di China dan berbagai negara lainnya yang diikuti dengan penerapan pembatasan wilayah (lockdown) telah memicu ketidakpastian pasar, Investor lebih memilih uang tunai sebagai asset yang dipegang, terutama safe haven currency US Dollar

Sementara Harga minyak mengalami aksi ambil untung di tengah kekhawatiran penyebaran lockdown yang semakin ketat secara global akan mengganggu permintaan. Minyak mentah berjangka Brent turun 12 sen menjadi $ 54,98 per barel, sementara minyak mentah AS turun 11 sen menjadi $ 52,25.

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 20 Januari 2021 10:26
Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2021 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.