A A A
Home Trading Rangkuman Perdagangan Markets Warp 30 Jul 2020

Markets Warp 30 Jul 2020

PDFCetak

FOREX.5Dollar AS masih melemah pada perdagangan Rabu (29/07), Indeks dolar turun 0,44% ke 93.17 yang merupakan level terlemah sejak Juni 2018, USD tertekan hasil rapat Bank Sentral AS yang mana The Fed akan melanjutkan kebijakan moneter ultra longgar untuk tahun-tahun mendatang. Menurut analis, pengumuman kebijakan The Fed diasumsi dovish oleh pasar dan kondisi semacam ini akan memberikan tekanan turun lebih lagi bagi Dolar AS.

Hasil rapat FOMC Federal Reserve semalam memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level nol. Bank sentral Amerika Serikat tersebut berkomitmen untuk terus menopang perekonomian AS, di tengah pandemi virus Corona yang mengakibatkan berbagai kerugian.

The Fed mengatakan akan terus menjaga suku bunga di kisaran nol sampai mereka "benar-benar yakin bahwa ekonomi sudah berhasil melewati berbagai peristiwa terbaru, dan berada dalam jalurnya untuk mencapai ketenagakerjaan yang maksimal dan tujuan stabilitas inflasi." Sementara itu, dalam konferensi pers pasca pertemuan, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa laju pemulihan ekonomi tampak melambat sejak infeksi virus Corona kembali melonjak pada bulan Juni.

Kelemahan greenback mendukung euro yang naik setinggi $ 1.1805 yang merupakan puncak tertinggi dua tahun. Euro berada di jalur untuk membukukan kenaikan bulanan terbesar dalam 10 tahun, setelah naik sekitar 5% sejauh bulan ini.

Sterling juga memegang keuntungan terhadap dolar di $ 1.2980 pagi ini, tepat di bawah tertinggi 4-1/2 yang diraih semalam di $ 1.3013.

Menambah kekhawatiran investor, masalah yang lebih mendesak sekarang adalah apa yang Kongres AS lakukan untuk lebih mendukung ekonomi, merujuk pada negosiasi atas kesepakatan stimulus baru. Presiden A.S. Donald Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa pemerintahannya dan Demokrat di Kongres masih "Jauh" dari kesepakatan bantuan coronavirus yang baru.

Di pasar komoditas, harga minyak naik setelah penurunan tajam dalam persediaan minyak mentah A.S, tetapi harga masih terbebani lonjakan kasus coronavirus di seluruh dunia. Minyak mentah Brent berjangka, LCOc1 ditutup pada $ 43,75 per barel, naik 53 sen, atau 1,2%. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS CLc1 menetap di $ 41,27 per barel, naik 23 sen, atau 0,6%.

Sementara safe haven emas kembali naik merespon melemahnya USD pasca FOMC, Spot XAU/USD kembali menapaki level tertinggi sepanjang masa di 1.980 setelah sehari sebelumnya terkoreksi turun serendah 1.906 karena profit taking.

Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.