A A A
Home Trading Rangkuman Perdagangan Markets Warp 29 Jul 2020

Markets Warp 29 Jul 2020

PDFCetak

FOREX.7US Dollar masih berlanjut melemah pada perdagangan Selasa (28/07) seiring kebuntuan dalam negosiasi stimulus ekonomi AS, hal ini juga mendorong saham global lebih rendah. Presiden A.S. Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa dia tidak mendukung semuanya dalam proposal bantuan koronavirus Senat Republik senilai $ 1 triliun sehari setelah diumumkan oleh Pemimpin Mayoritas Mitch McConnell, meskipun dia mengindikasikan pembicaraan masih berlanjut.

Sementara itu, data A.S yang dirilis pada hari kemarin menunjukkan kepercayaan konsumen turun pada bulan Juli ketika infeksi coronavirus melonjak di seluruh negara. Hal ini juga turut menambah sentimen negatif dan membebani Wall Street, di mana Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 0,77%, S&P 500 (SPX) turun 0,65%, dan Nasdaq Composite (IXIC) kehilangan 1,27%.

Wabah koronavirus yang memburuk di Florida dan Texas menambah kehati-hatian. Florida melaporkan 191 kematian dalam periode 24 jam yang berakhir pada hari Selasa, menandai rekor kenaikan satu hari untuk negara bagian A.S. dengan populasi terbanyak ketiga di Amerika Serikat dan tujuan wisata berharga bagi pengunjung pantai dan pensiunan. Texas, negara bagian terpadat kedua, menambahkan lebih dari 6.000 kasus baru pada hari Senin, mendorong totalnya menjadi 401.477, menurut penghitungan Reuters. Hal ini telah mengurangi harapan awal bahwa negara itu telah melewati bagian terburuk dari krisis ekonomi.

Indeks dolar terhadap sejumlah mata uang naik 0,18% menjadi 93.96 kemarin, setelah turun ke 93,47 pada hari Senin, terendah sejak Juni 2018.

Emas naik lebih dari $ 125 per ons dalam lebih dari seminggu karena investor bertaruh Federal Reserve akan menegaskan kembali kebijakan super-akomodatif pada pertemuan dua hari yang berakhir pada hari Rabu malam ini, dan mungkin menandakan toleransi untuk inflasi yang lebih tinggi dalam jangka panjang. Namun Emas mundur dari tertinggi sepanjang masa yang dicapai sebelumnya, yang melonjak ke rekor tertinggi $ 1.980 per ounce, turun sebanyak 3,7% serendah 1.1906 kemarin karena investor membukukan keuntungan (Profit taking).

Harga minyak turun jelang anggota parlemen AS bersiap untuk bersidang paket stimulus dan investor khawatir tentang kenaikan kasus coronavirus di seluruh dunia. Minyak mentah Brent (LCOc1) terakhir turun 0,32% menjadi $ 43,27 per barel sementara minyak mentah AS (CLc1) tetap tidak berubah pada $ 41,04 per barel.

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 29 Juli 2020 09:40
Follow us on Twitter to get more news updates.
 
© 1999-2020 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.